Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Tragedi kolam renang


__ADS_3

mendengarkan penjelasan dari Lea tadi, fikiran Devan kali ini benar-benar terbuka.


(apa benar rasa itu cuma halunasi gue doang, dan perasaan itu hanya Obsesi yang terlalu besar untuk mengalahkan Leon selama ini? apa memang gue seburuk itu). batin Devan menerka nerka


Leon menarik tangan Lea ke belakang tubuh nya dan kini dia yang berhadapan langsung dengan Devan.


"gue Leon, resmi menjadi suami dari Lea sejak beberapa bulan yang lalu dan gue nggak akan biarkan siapapun akan merebut Lea yang sudah sah menjadi milik gue! kali ini gue bisa berbaik hati sama Lo untuk menerima Maaf dari lo, mending pikirkan itu baik-baik mulai detik ini! sekali lirikan kata Lo ke istri gue, maka gue bakal ganti mata lo itu!". ancam Leon


Leon menarik tangan Lea untuk menjauh dari tempat itu, Devan mengusap kasar rambut nya dan berteriak melepaskan kekesalan yang ada pada diri nyam


Entahlah, itu rasa kesal atau rasa bersalah menurut Devan kedua nya saat ini sangat sulit untuk di bedakan.


Sesampai nya di tempat acara, semua keadaan telah kembali seperti semula.


acara potong kue tidak di adakan karena Devan memang tidak menyukai nya, Lelaki itu lebih memilih acara yang bebas agar semua nya dapat menikmati acara itu.


namun tiba tiba Marsya datang dengan wajah yang terlihat cantik di hiasi senyuman manis terukir di wajah nya, ia berjalan dengan sangat Anggun membawa sebuah kue untuk Devan.


setelah itu Devan datang menemui Marsha dan semua nya berkumpul untuk melihat kejadian apa yang akan terjadi.


"Gue nggak suka potong kue, kenapa Lo bawa kue! ". ketus Devan


"Devan Ayolah, waktu kita masih pacaran dulu, Lo juga mau kan nurutin permintaan gue untuk potong kue. jadi kali ini kasih potongan pertama untuk orang yang spesial menurut lo". ujar Marsha dengan manis, namun tepat nya sedikit melirik ke arah Lea dengan sinis


Sisil pun berdiri sedikit menjauh dari mereka, karena ia tidak ingin menyakiti diri nya sendiri lagi saat nanti Devan memberikan potongan kue pertama ke wanita lain.


Devan dengan terpaksa mengambil pisau dan memotong nya, lalu potongan pertama itu akan di tunjukan kepada seseorang yang berarti di hidup nya.


semua nya terlihat ingin mendapatkan potongan kue itu, namun saat Devan melirik ke arah lea, wanita itu merangkul tangan Leon dengan kuat.


(cuma Sisil yang ingin gue kasih potongan pertama kue ini, Tapi apa dia mau menerima nya Setelah semua yang gue lakuin ke dia). batin Devan


Marsha tampak tersenyum dengan manis, ia mengira jika potongan yang pertama itu akan di berikan Devan kepada nya.


dan hal itu bisa membuat citra nya kembali baik di depan teman-temannya, namun Devan bukan memberikan nya kepada Marsha, Lelaki itu malah melahap nya sampai habis.


"orang spesial itu cuma diri gue sendiri, dan enggak ada yang lain!". ujar Devan dengan datar


" yahhhh!!! enggak seru ih!!". Ujar para wanita yang lain nya


sedangkan saat ini wajah Marsha sudah sangat kesal dan nampak menahan malu, lalu ia meletakkan kue itu di atas meja dan melangkahkan kaki nya dengan tergesa-gesa hingga tanpa sengaja diri nya mengenai Lea yang posisi nya sangat dekat dengan kolam renang.

__ADS_1


Byuuurrr...


Lea terjatuh ke dalam kolam renang, membuat sisil geram dan mendorong tubuh Marsha sehingga wanita itu juga ikut terjatuh ke kolam renang.


sedangkan Leon membulatkan mata nya dan Langsung Melompat ke air untuk menolong istri nya itu.


"Hei apa apaan sih lo dorong-dorong Marsha??". tanya teman Marsha yang tidak Terima


"teman lo yang apa, dorong dorong Lea sampai jatuh!". sahut Sisil dengan kasar


"Halah udah nyemplung juga!". ujar nya


Satria dan Putra mendorong kedua wanita yang tengah berdebat itu hingga ikut juga terjatuh ke dalam air kolam.


"Putra!! Satria!! Awas ya Kalian berdua, sialan!!". teriak Sisil


"Devan malam ini acara nya berenang kan? ". tanya Putra


"Nah dengar nggak kalian kata si Devan semua yang datang harus berenang dan basah Jadi masuk semua nya! ". teriak Putra


Byuurrr....


"Put jangan ngadi-ngadi lo ya, gue tampol juga pant*at Lo!!". teriak Cakra yang tidak mau jika di dorong masuk ke dalam air kolam


namun mata nya melirik ke arah Sisil yang kesal dan meminta Cakra untuk membantu nya naik ke atas, namun Devan langsung mendekati nya dan mengeluarkan tangan nya.


Devan melirik tangan di sebelah nya yang juga terulur, dan ternyata itu adalah tangan Cakra.


Sisil sendiri bingung memilih tangan siapa yang akan ia raih, hingga ia memilih menggapai tangan cakra.


Cakra yang melihat hal itu pun menyeringai dan menarik tangan Sisil, namun belum sempat cakra membawa Sisil ke permukaan, tubuh nya di dorong oleh Putra, hingga cipratan air nya mengarah ke Devan.


"Hahahahaha... rasain kalian semua!!". teriak Putra tertawa dengan puas


karena banyak nya orang di dalam kolam renang, membuat Leon menarik Lea dan memeluk nya.


yang lain terlalu sibuk berisik dan mengumpat tentang Putra dan Satria, sehingga tidak sadar jika Leon dan Lea justru menikmati malam itu.


Lea yang tersenyum manis membuat Leon tidak tahan untuk tidak mengecup bibir manis milik istri nya itu.


" Mas... ikkkhhh, nanti di lihat sama orang". Ujar Lea membulatkan mata nya, seraya melirik ke arah kanan dan kiri untuk memastikan jika tidak ada yang melihat kejadian itu.

__ADS_1


"Mas, jangan kayak gitu nanti ada yang lihat". ujar Lea yang tampak panik


"aku mencintaimu, aku enggak akan Biarin lelaki lain merebutmu dariku dan aku juga enggak akan membiarkan kamu bersaing dengan wanita manapun". ujar Leon dengan lembut


"aku juga mencintaimu". Ujar Lea yang langsung memeluk ke arah tubuh Leon, lalu melepas nya


satu persatu telah naik ke atas permukaan, hingga hanya menyisakan Lea dan Leon.


saat suami istri itu ingin naik, Putra dan Satria tertawa keras karena Hanya mereka yang tidak basah dan selamat.


Namun siapa sangka, jika Marsya yang kesal saat itu mendorong tubuh Kedua lelaki itu hingga masuk ke dalam kolam renang.


"Rasain lo!!". Ketus Marsha


"Terus tadi Yang dorong gue Lo kan! ". ucap Marsha menatap ke arah Sisil


"Iya". jawab Sisil dengan santai


Marsha ingin menampar pipi Sisil, namun Devan menepis tangan Marsha dengan kasar dan menatap nya dengan tatapan tajam.


"stop lo buat kekacauan di tempat acara gue!!". Ancam Devan


"Awas lo ya!!". ancam Marsha menunjuk ke arah Sisil


" Baju Lo basah, gimana kalau Lo ganti baju milik adik gue. Lo mau kan? Dari pada lo sakit karena basah-basahan begini". ujar Devan


"nggak perlu! ". ketus Sisil


"Cakra, Ayo kita pulang aja". Ajak Sisil


"Ayo beb". Cakra pun langsung merangkul Pundak Sisil dan menatap remeh ke arah Devan


Sementara di Kolam Renang Putra dan Satria masih berada di tengah tengah.


"Lepasin kaki Gue Sat!!". teriak Putra


"Put ini gue, lepasin apa?". tanya Satria yang ingin naik ke atas


"loh, Trus ini yang megang kaki Gue di bawah Siapa?". tanya Putra ketakutan


" Woi rumah Lo angker ya Devan! ". Ujar Putra

__ADS_1


Putra terus memberontak, namun tangan itu tidak ingin melepaskan dari Kaki Putra sama sekali, membuat nya berteriak.


sedangkan Lea menahan tawa nya karena a berhasil mengerjai Putra, Lalu ia pun naik ke atas.


__ADS_2