Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Season Two : Jadian


__ADS_3

Alea meminta Raffa untuk bertemu malam ini di sebuah restoran. Gadis itu sangat gugup sekarang. Dia sudah siap menemui pria itu.


Dengan bantuan sang mama, Alea berubah menjadi gadis cantik setelah wajah dan penampilannya di make up oleh sang mama.


"Ma aku gugup sekali," ucap Alea.


"Udah tenang aja Alea, kamu harus mengikuti kata hatimu. Raffa pasti senang kalau kamu menerimanya," hibur Zelia pada putrinya.


"Makasih ma," Alea yakin pilihannya kali ini tidak akan membuatnya menyesal.


Bel pintu rumah berbunyi, itu pasti adalah Raffa yang datang.Alea segera pamit pada sang mama. Dan segera menemui Raffa.


Raffa berdiri di depan pintu,dia membelakangi pintu rumah megah itu sambil merapikan pakaiannya.


Saat suara pintu terbuka, Raffa segera menghadap ke arah pintu itu. Dan Raffa hanya terdiam ketika melihat Alea di depan matanya. Dia sejenak tersihir oleh penampilan cantik gadis itu.


"Alea," sapa Raffa terpana dengan kecantikan Alea. Gadis itu sedikit malu-malu saat Raffa tak berhenti menatapnya.


"Kak Raffa, aku sudah siap," ucap Alea mengalihkan pandangan Raffa agar berhenti melihatnya.


"Baiklah, ayo kita pergi sekarang!" ajak Raffa akhirnya.


Keduanya lalu menuju ke restoran yang sudah di tentukan. Sepanjang jalan Alea hanya diam dan Raffa sesekali melirik ke arah gadis itu.


Raffa ingin sekali memeluk Alea saat ini. Mendekapnya dan menjadikan gadis itu milik Raffa seutuhnya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama untuk keduanya sampai di restoran. Raffa membantu Alea membuka pintu mobil. Dan menggandeng gadis itu. Meski awalnya Alea enggan, namun dia akhirnya menerima tangan Raffa.


Keduanya segera duduk di meja khusus yang sudah Raffa pesan. Suasana di restoran itu sengaja Raffa pesan seromantis mungkin.


Alea dan Raffa segera memesan makanan mereka. Selesai makan, Alea memulai percakapannya.


"Kak Raffa?" panggil Alea pada Raffa.


"Iya, kenapa Alea?" tanya Raffa.


"Sebenarnya Alea meminta bertemu malam ini untuk menjawab pertanyaan kakak yang dulu, karena Alea pikir sidah waktunya sekarang untuk memberitahu ke kakak," ucap Alea memulai merangkai kata sebaik mungkin.


"Jadi apa jawabannya Alea?" Raffa tak sabar untuk bisa mendengar jawaban yang sesuai dengan keinginannya.


"Aku mau kak," jawab Alea sambil tersipu.


"Aku gak salah dengar kan Alea?" Raffa mencoba meminta Alea memperjelas nya lagi.


"Aku mau menjadi pacarmu kak!" ucap Alea,kedua pipinya semakin merona karena menjawab pertanyaan itu.


Raffa lalu bangkit dan memeluk gadis itu. Alea juga membalas pelukan Raffa.


"Makasih Alea sudah memberikan aku kepercayaan ini. Aku janji akan membuat kamu bahagia," ucap Raffa.


"Iya kak," jawab Alea. Keduanya saling menatap satu sama lain.Lagu romantis pun terdengar dan lampu ruang itu di buat meredup. Tapi di hiasi dengan lampu berbentuk hati di beberapa sudut. Membuat suasana lebih terasa romantis.

__ADS_1


Raffa tak bisa menahan keinginannya untuk tidak mencium Alea. Begitu juga Alea yang mulai terbawa suasana. Saat ini kedua bibir mereka saling berdekatan. Tinggal beberapa centi saja keduanya akan berciuman.


Namun suara ponsel Alea membuat keduanya membatalkan adegan itu. Raffa hanya bisa mendesah kesal.


"Maaf kak," Alea melepas pelukan Raffa, dia segera meraih ponselnya yang berada di tas gadis itu.


Sebuah panggilan tanpa nama tertera di sana. Nomor baru yang Alea tidak mengenalnya. Gadis itu enggan untuk segera menerima panggilan itu.


Raffa yang melihat keanehan pada Alea segera mendekatinya.


"Kenapa gak di angkat?" tanya Raffa.


"Aku gak kenal nomornya kak," jawab Alea.


Raffa mencoba melihat nomor yang melakukan panggilan itu. Dia juga asing dengan nomornya. Tapi Raffa mencoba menerima panggilan itu.


Saat tersambung tidak ada suara sedikitpun, meski Raffa beberapa kali mengatakan halo. Raffa segera memutus panggilan aneh itu.


"Sepertinya hanya orang yang iseng saja!" ucap Raffa.


"Mungkin saja kak, tapi akhir-akhir ini aku sering mendapatkan panggilan tanpa nama seperti ini!" Alea mulai resah, sepertinya benar-benar ada yang menerornya.


"Sudahlah, jangan di terima kalau memang itu orang iseng," Raffa menenangkan Alea. Gadis itu menganggukkan kepalanya paham.


Di tempat lain Sanny meremas erat ponsel yang ada di tangannya.Wanita itu barus saja mendapat informasi bahwa Raffa dan Alea tengah berkencan. Bahkan mereka sudah resmi berpacaran.

__ADS_1


Sanny yang masih belum bisa merelakan Raffa begitu kesal. Di dalam hatinya dia berjanji akan merebut Raffa kembali. Dengan cara apapun akan dia lakukan.


__ADS_2