
"gue Satria teman lo". Jawab Satria
semua orang yang berada di ruangan itu merasa Terpukul, Satria menatap Putra dengan Tatapan yang dalam.
"Satria? Gue nggak kenal ya sama kalian semua, lebih baik kalian pergi sana! ". teriak Putra
"mama gue mana? gue mohon jauhin dia dari Papa gue". pinta Putra memohon
"Kamu harus istirahat ya, Mama kamu ada kok". ucap sang dokter saat datang dan langsung menenangkan Putra
"gue nggak nyaman ada semua orang di sini, Tiara mana? dia selamatkan tadi? ". Tanya Putra tiba tiba
"Tiara Siapa? ". tanya Leon yang kebingungan
"dia temen gue, gue nolongin dia saat dia mau tertimoa batang pohon". jelas Putra
"maksud dia siapa Mas?". ujar Naysila dan Leon yang saling menatap satu sama lain
"Siapa itu? Tiara? Apa maksud nya Mutia?". tanya Lea lagi
dokter itu memberikan suntikan agar Putra kembali beristirahat.
"biarkan dia istirahat dulu, mama nya Putra dimana?". Tanya Dokter
"mama nya sudah meninggal sebulan yang lalu dok". jawab Satria dengan Getir
" Tiara yang dia maksud kamu ya? ". Tanya Dokter itu kepada Lea
"bukan dok". Ujar Lea menggelengkan kepala nya
"kami nggak tahu siapa Tiara Dok, Kami berteman sama Putra semenjak sekolah dasar dan kami nggak tahu Tiara itu siapa". Jelas Satria
"Berarti dia hanya mengingat kejadian sewaktu semasa kecil, biarkan dia beristirahat dulu nanti dia akan kembali pulih dan kita hanya bisa berdoa agar pasien kembali pulih sepenuh nya". ujar sang Dokter
dokter itu pun langsung meninggalkan tempat itu, Sedangkan Leon dan lain nya kini duduk dengan Tatapan yang menatap ke arah Putra
Sisil meneteskan air mata nya, walaupun mereka sering bertengkar, tetapi Sisil sudah menganggap jika putra adalah kakak nya sendiri.
"gue akan pindah sekolah, kalau Kak Putra nggak inget gue lagi". ujar Sisil tiba tiba
Semua nya langsung menatap ke arah Sisil dengan tatapan terkejut.
"Kak Putra udah gue anggap Kakak Gue sendiri, Walaupun dia aneh, tapi dia baik. kalian juga gue anggap kalian tuh udah seperti saudara sendiri, tapi kalau dari kalian Ada yang ingin menjauh, mending gue duluan yang menjauh dari kalian semua". jelas Sisil dengan serius
"Lo apa-apaan sih Sil, kamu pasti baik-baik saja". timpal Lea
__ADS_1
tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan seseorang dengan Tatapan yang serius, ia melihat ke arah Putra dengan air mata nya yang menetes begitu saja, membuat semua nya menatap ke arah wanita itu.
wanita yang sudah berusia lanjut itu, yang tidak lain adalah nenek dari Putra, yang selalu memantau keadaan cucu nya lewat asisten pribadi nya itu.
"Dia nenek nya Putra". Ujar Satria
Satria langsung mendekat ke arah wanita paruh baya itu dan mencium punggung tangan nya begitu juga dengan yang lain nya.
wanita yang terlihat wajah nya sudah di penuhi garis kerutan itu tambah tersenyum getir ke arah mereka semua.
"Makasih ya, kalian semua sudah mau menjadi teman baik cucuku ,dia nggak mau tinggal bersama nenek, karena dia ingin hidup mandiri dan nggak mau menyusahkan siapapun". jelas nenek Putra sambil melirik ke arah Putra yang tertidur dengan Tatapan yang rapuh
"Nenek kenapa bisa tahu kalau Putra ada di sini?". tanya Satria
"Nenek selalu minta seseorang untuk menjaga nya dari jauh, namun kali ini dia lalai karena kejadian nya begitu cepat". Jawab Nenek Putra yang bernama Nenek Asih
"apa Putra tahu Nek?". Tanya Satria
"kalau dia tahu, apa kamu kira dia akan menerima nya". ujar nenek itu seraya menggelengkan kepala nya
Satria pun menggelengkan kepala nya juga, lalu nenek Asih langsung berjalan mendekat ke arah ranjang Putra dan mengusap lembut rambut cucu nya itu.
ia nampak tersenyum dengan getir dan merasa bersalah kepada Putra.
"dia amnesia Nek, tapi dia hanya mengingat Tiara doang. apa Nenek tahu cewek itu siapa? ". Tanya Satria Yang penasaran
"Tiara?". Tanya nenek Asih yang nampak terkejut
"nenek tahu ya, Kenapa Nenek terkejut seperti itu?". tanya Lea
"Dia itu temen masa kecil nya Putra yang sengaja nenek pisahkan, Karena nenek nggak mau jika nasib Putra sama dengan diri nya. tapi sekarang ternyata nasib Putra sangat menyedihkan, ini memang salah nenek. nenek Sudah dari lama mencari anak itu, tapi nenek tidak tahu sampai sekarang dia berada di mana". jelas nenek Asih yang membuat mereka semua terkejut
"Apa alasan nya Nek? ". tanya sisil
Nenek Asih pun terdiam dan menunduk, wanita paruh baya itu seakan tidak ingin menjelaskan apapun, membuat mereka semua berhenti bertanya dan menatap ke arah Putra yang sudah membuka mata nya, membuat Satria dan lain nya juga terkejut.
"lo udah bangun?". Tanya Satria
"nenek??". Tanya Putra yang menatap kearah nenek nya dan langsung memeluk tubuh wanita tua itu dengan erat
"Put, Lo udah sadar? ". tanya Satria lagi
"Menurut lo, Gue ngomong gini apa ngelindur!". Ketus Putra
"bukan, maksud gue, Lo udah nggak amnesia kan?". Tanya Satria
__ADS_1
"Amnesia? Amnesia apa? hemm berarti mereka tau Gue amnesia dong, asik gue kerjain kali ya". batin Putra
"maksud nya? kalian siapa, kok jelek semua sih ". tanya Putra
"Lo Beneran enggak ingat sama gue? ". tanya Satria lagi
"Duuhh tangan gue pegel nihh pijitin dulu". ujar Putra yang menggelengan kepala nya
Satria langsung berjalan untuk memijat tangan Putra.
"pelan pelan, Lo kira tangan Gue ini besi". ujar Putra yang memukul kuat tangan Satria dan lelaki itu memijat nya dengan keras.
Satria nampak meringis dan menurut saja.
"enggak apa-apa deh lo gini, gue ikhlas. gue mau Lo pulih kayak dulu lagi". Ujar Satria
"ngapain kalian berdiri aja, ambilin gue minum gue juga lapar". Ucap Putra kepada Leon membuat lelaki itu membulatkan mata nya
Lea nampak mengelus pelan punggung Leon.
"udah Mas Turutin aja". Ucap Lea
Leon langsung keluar memanggil suster untuk memberikan makanan kepada putra, karena dia telah sadar.
Tetapi dia dalam ruangan, Putra menatap nenek nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
namun setelah itu, ia menatap ke arah Sisil.
"Lo siapa? Kenapa kalian semua ada di sini? apa kalian kira ini taman bermain". Ujar Putra
"kita semau mau Lo pulih Kak". jawab Sisil
"gue nggak ngerti ya apa yang Lo maksud, sini lo pijat tangan sebelah kiri gue deh, cepetan!". pinta Putra
"gue???". tanya Sisil
"Jadi siapa lagi??".
"kalau gue ngapain kak? ". Tanya Lea yang menawarkan diri membuat Putra menaikkan satu alis nya dan menatap bingung ke arah Lea yang bersikap sukarela begitu saja .
"untuk Lo diam aja deh, jangan sok imut!". Ketus Putra yang membuat Lea membulatkan mata nya
"Idih emang gue imut kali!".
tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan seseorang yang berwajah serius, lalu ia melangkahkan kaki nya mendekat ke arah Putra.
__ADS_1