
"Halo Epribadehhh..". teriak putra yang langsung melangkahkan kamu nya masuk begitu saja karena pintu rumah itu terbuka dengan lebar
"Eh ada putra sama Satria juga, pas banget nih kita juga lagi kumpul-kumpul mau bakar-bakaran yuk ikutan". ajak mama indah
" Wah asyikk Tan, Mana Tan kata nya mau bakar-bakaran nihh?". tanya putra
"Wagilasehhh kalian kenapa cepet banget sih datang nya, yaudah ayo ke sini ke belakang kita nyiapin peralatan nya, ayo cepat-cepat sini". Ujar Cakra yang mendorong tubuh kedua lelaki itu
"tadi itu siapa Ma? kak putra sama kak Satria ya? ". ujar Lea saat menghampiri Mama indah
" Iya sayang, jadi makin rame kan nanti". Sahut Mama Indah
"Oh yaudah Ma, Lea mau lihat mereka udah selesai belum nyiapin peralatan nya". Ujar Lea yang langsung melangkahkan kaki nya menuju ke halaman belakang meninggalkan Mama indah sendirian
"Eh kakak Ipar sini-sini gabung". Ujar Cakra
"Eh ada Lea, Mumpung Lo ada di sini, jadi tolong kipasin gue dong panas nihh keringetan". perintah putra
putra yang sedang mengipasi panggangan agar api nya menyala itu dengan santai meminta lea untuk mengipasi diri nya.
Lea yang kesal pun langsung mengambil kipas tersebut dan mengipasi asap ke arah putra sehingga lelaki itu kini tubuh nya bau asap.
"apaan sih Lo Le, gue udah ganteng gini juga. duhh.. apes banget deh gue udah di kerjain sama lo gini". protes putra
"Kakak ipar? put Lo nggak terkejut Cakra bilang kayak gitu?". tanya Satria yang terkejut dengan nya
"gue nggak sekali, dua kali lagi mendengar lo manggil Lea kakak ipar". ujar Satria lagi pada Cakra
"sayang kamu ngapain di sini, mas cariin loh kamu dari tadi ternyata kamu ada di sini". ujar Leon santai dan baru sadar saat melihat kehadiran putra dan Satria, ia langsung membulatkan mata nya.
"Tunggu dulu, wadidaw apa tadi lo bilang Mas? jadi kalian beneran udah nikah ya". ujar Satria yang tidak percaya, akan tetapi dari ke empat nya tidak ada yang berani membuka suara untuk menjawab semua pertanyaan yang keluar dari mulut Satria
__ADS_1
Lea bersusah payah meneguk saliva nya dalam-dalam, akan tetapi Leon kembali berjalan santai dan merangkul pundak Lea
"oke, karena kebetulan Lo ada di sini, jadi gue bakal kasih kejutan dan tolong pegangin jantung Lo takut nya terlalu terkejut dan kalau lepas dia enggak mau balik lagi". Ujar Leon
"jadi selama ini benar kalau Lo udah nikah hah?". tanya Satria
"iya, Lea itu istri gue dan kita udah nikah delapan bulan yang lalu". Jelas Leon
"sialan! gue kawan lo dari masih jadi embrio, tapi setelah delapan bulan gue baru tahu kalau lo udah punya bojo, ih dasar kawan penghianat lo, gue mau datang lagian ke pernikahan Lo tahu". kata Satria dengan kesal
"nanti kalau Lea udah lulus sekolah baru gue adain repsepsi nya, tapi kalian jangan mikirin itu dulu ya karena gue mau nya nanti kalian bawa pacar kalian masing-masing ke pernikahan Gue. kalau nggak, gue nggak bakalan ngasih kalian masuk dan itu juga berlaku buat lo ya". ujar Leon ketus menunjuk ke arah Cakra
" jadi kalian udah enak-enak dong!?". tanya Satria asal
Lea kini mematung seraya tersipu malu dan langsung berbalik badan memeluk Leon.
lelaki itu bahkan tersenyum, lalu tangan kiri nya membalasa pelukan dari istri nya itu, sedangkan tangan lain nya menonyor kepala Satria.
" aikkhh... please kalian bujuk Sisil biar mau nikah sama gue dong". Reengek Satria
"misal nya nih, kalaupun sisil dalam keadaan nggak sadar, dia tetap nggak akan mau Lo jadi imam nya kali. kenapa? karena Lo itu jodoh nya bukan dia, melainkan si Tuti janda asoyy". ledek putra tertawa dengan keras
"terserah kalian deh mau bahas apaan, inti nya gue nggak mau rahasia ini bocor. gue paham kalian mulut tiga ini kayak ember bocor, tapi kalau ini kalian harus benar-benar jaga rahasia, kalau nggak mau nyawa kalian yang bocor!". ancam Leon
"gue sih mau nya bilang sama semua nya, kalau Lea itu udah jadi istri sah gue, tapi gue masih mikirin perasaan Lea, nanti pasti banyak pro dan kontra nya, jadi ingat perkataan gue ini!". tegas Leon
"Siap mas bojo, nanti kalau anak lo udah lahir, anak lo sama gue ya". pinta Satria
"eh enak aja, udah gue booking duluan ya". ujar putra langsung mengusap kasar wajah Satria
" enak aja Lo, lihat noh bibit nya aja cakep dan unggul, gimana anak nya coba. pokok nya cocok nya itu sama gue kali". Ucap Satria tak mau kalau
__ADS_1
"Shuuttt!!!! gue nggak rela ya keponakan gue nanti sama salah satu dari kalian berdua, lawan dulu om nya ini baru Lo bisa dapetin ponakan gue! ". ketus Cakra
"Oh cuma lawan lo doang?". tanya putra meremehkan
lalu putra mengedipkan mata nya ke arah Satria, mengkode kepada teman nya itu
Kini putra dan Satria langsung maju mendekati Cakra membuat lelaki itu mundur seketika.
"eh apa-apaan nih, jangan deket-deket! berani nya main keroyokan".
"gas lah kuyy". perintah putra
kini Satria dan putra langsung menangkap Cakra dan membawa nya ke arah kolam renang, lalu menceburkan nya membuat lelaki itu berteriak mencaci maki dengan kasar
" woi!!! berani nya sama yang lebih muda, mana main nya keroyokan lagi, Cupu Lo!". teriak Cakra
Lea dan Leon hanya tertawa menatap mereka bertiga, lalu ikut melangkahkan kakinya untuk menghampiri ke tiga lelaki itu.
Lea memajukan tangan nya mendorong tubuh Putra dan Satria hingga mereka berdua juga ikut tercebur
"Tuh kalian mending berenang aja sekalian, emang enak!! masak anak gue belum jadi pun di rebutin sama aki-aki ubanan kayak kalian ini, oh ya gue kemarin baca berita ada orang mati tenggelam di kolam renang, kata nya arwah nya gentayangan. iiihh awas loh kalian nanti di tarik-tarik kaki kalian, mungkin aja itu dia pengen kenalan, ya udah deh kalau gitu bye! ". ujar Lea langsung berjalan menuju ke arah Leon
"Sialan!! nggak suami nya, nggak istri nya nggak ada beda nya, woii!! apa itu yang megang kaki gue". Ujar Satria ketakutan
"Awas gue duluan yang ke atas, gue lebih tua". ketus putra
"enggak, gue lebih muda dan gue yang duluan". timpal Cakra
Satria menarik tangan putra dan juga Cakra hingga mereka terjatuh, lalu dia naik lebih dulu. namun belum sempat dia naik ke atas, ia spontan menolehkan kepala nya ke belakang
"Apaan tuhh putih putih melayang layang di belakang, aaarrgghhh....". Teriak Satria
__ADS_1
Akhir nya ketiga lelaki yang berada di kolam renang itupun langsung melompat naik ke atas seraya memegang jantung mereka yang nyaris melompat dari tempat nya.