Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Bucin Akut


__ADS_3

"Lea, kita hari ini nggak ada pelajaran kan? kayak nya kita tadi di suruh ke ruang guru untuk membahas perjalanan kita nanti saat melakukan program pertukaran pelajar". ujar Sisil


"emang nya harus sekarang ya? duhh.. gue males banget nih". tolak Lea


"Mana bisa kayak gitu, yaudah ayo". Ucap Sisil langsung menarik tangan Lea


Kini mereka berdua berjalan bersama menuju ke ruang guru


"Eh Le. Gue jadi deg degan banget tauk, Lo gk deg degan?". Tanya Sisil


" Hehehe.. Deg gedan sedikit". Ujar Lea tersenyum dengan lebar


"eh tunggu dulu deh, itu mereka semua mau ke mana ya? ". Ujar Lea yang menatap ke arah Leon dan kedua teman nya yang berjalan mengendap endap menuju ke arah luar gerbang


Lea melepaskan tangan Sisil dan sedikit berlari mengikuti langkah Leon, ketika telah sampai di belakang lelaki itu, Lea menarik tas milik suami nya sehingga Leon menghentikan langkah nya menatap ke belakang.


saat itu juga manik mata Leon melebar karena terkejut, seraya tersenyum dengan kaku. Putra dan Satria ikut menolehkan kepala nya kebelakang, dan Lea langsung menatap pada mereka bertiga dengan Tatapan yang tajam.


"Kalian bertiga mau ke mana? Mau bolos ya? ". Tanya Lea penuh selidik


" Ehh, enggak kok.. hemmm.. ada sesuatu yang ketinggalan di mobil nya Leon".jawab Putra


"yakin? nggak mau bolos kan?". tanya Lea dengan menekankan nada suara nya


"Hahaha ya nggaklah, ngapain juga kita bolos, hemm.. ini mau balik ke kelas, Ya udah Lea, kita cabut dulu ya". ujar leon yang langsung menarik tas Putra dan Satria Untuk Kembali menuju ke kelas


Lea sendiri hanya menggelengkan kepala nya dan melipat kedua tangan nya di depan ada, memperhatikan mereka bertiga hingga masuk ke dalam kelas nya.


Tatapan Lea masih belum lepas dari mereka bertiga, sehingga saat Putra mengintip kembali, tatapan nya langsung beradu dengan Lea yang juga sedang menatap nya dengan tajam.


Putra yang mendapat tatapan itu langsung tersenyum lebar dan menutup pintu kelas nya, saat semua sudah beres Lea kembali melangkahkan kaki nya menuju ke arah Sisil di mana ia berada.


"Kenapa? mereka bertiga mau bolos ya? ". tanya Sisil


"Ya mungkin sih kayak gitu". Jawab Lea


"Pasti Biang kerok nya tuh Pasti si Kak Putra sama Kak Satria, kalau Kak Leon mah anak baik-baik gk mungkin kayak gitu". Sahut Sisil


{ Dih baik baik apaan, enggak tahu aja kelakuannya dia di rumah gimana} batin Lea menggerutu


Jadi mereka berdua kembali berjalan menuju ke ruangan guru untuk mendapatkan arahan yang baik, tentang program pertukaran pelajar.


...****************...


tak terasa hari yang di tunggu pun tiba, Kini Lea dan Leon berada di bandara, Lea berulang kali menghubungi Sisil yang belum juga sampai, Padahal diri nya Sudah dari tadi sampai di Bandara, namun tidak ada jawaban sama sekali dari Sisil.

__ADS_1


manik matannya melirik ke arah Leon dengan wajah tertekuk.


"Mas, Kenapa kamu cemberut kayak gitu sih? jelek banget tau gk". tanya Lea


" Hemm.. sayang, Mas ikut ya". pinta Leon mengiba


"nggak bisa mas, besok kamu masih ada ulangan, Jadi kamu bisa nyusulin kalau udah selesai ulangan oke!". Ujar Lea menatap ke arah suami nya


" Terus, Mas mau tidur sama siapa nanti?". Tanya Leon dengan lesu


"Ya kan sama Kak Putra atau sama Kak Satria juga bisa". Jawab Lea dengan santai


" Ck! Ogah ah". Ujar Leon menolak


Leon langsung memeluk tubuh istri nya itu hingga membuat Lea tersenyum manis dan langsung membalas pelukan dari suami nya.


ini semua menurut Leon sangatlah berat, tetapi ini hanya sementara saja, Lea melepaskan pelukan nya dan menatap Leo yang sedang berkaca-kaca


"Nanti kalau kamu sudah sampai sana jangan lupa hubungin Mas ya". Ujar Leon


" Leon.. Leon.. Leon..". Teriak lelaki dengan nafas yang ngos ngosan dengan membawa sebuah koper


Lea membulatkan mata nya dan menatap ke arah koper tersebut, Lalu melirik ke arah samping yang ternyata ada Sisil yang baru datang


"Leon, ini koper Lo, aduh capek gue, untung aja gk telat". Ujar Putra dengan nafas yang ngos-ngosan


" Terus ulangan Gue bekk gimana? ". Tanya Leon


"Tenang aja, lagian enggak ada masalah kok santuyy...". sahut Satria


" Ya udah, Thanks Bro". Jawab Leon sumringah


Memang Putra dan Satria sudah menyiapkan semua nya, apalagi saat melihat jika sahabat nya galau karena di tinggal oleh sang kekasih, karena kasihan jadi mereka merencanakan ini semua. dan kini semua telah berada di tangan Leon.


Lea langsung menarik tangan Leon dan menatap nya dengan intens.


"kamu serius mau nganterin aku pergi ke sana? ".


"Iya dong sayang, apa kamu kira aku lagi bercanda? Yes... gk jadi LDR!". Ucap Leon dengan tersenyum lebar


"Cihhh Si Bucin Akuutt!!!".


...****************...


kini mereka telah sampai di tempat tujuan, Lea menghirup udara yang sangat segar, ia menatap ke arah Sisil.

__ADS_1


"Sil.. di sini ada keluarga Lo kan? ". Tanya Lea


" Iya, jadi kita ke rumah saudara gue aja ya". Sahut Sisil


"enggak, Lo aja Sil, nanti biar Leaa gue beliin apartemen di sini". Sahut Leon dengan cepat


"Waduh Aura Sultan mah memang beda ya, tapi lo Yakin mau tinggal di apartemen sendiri". ujar Sisil


"Iya Nggak apa-apa kok, nanti kita ketemu di depan gerbang sekolah nya aja ya, Lo sekrang udah di jemput kan?". tanya Lea


"kalau gitu gue duluan ya". Ujar menganggukan kepala nya dan langsung Melambaikan tangan nya


"ya udah hati-hati ya". ujar Lea yang Melambaikan tangan nya juga


"Kak,kenapa sih langsung ngomong kaya gitu? Untung aja Sisil enggak curiga kalau kita bakal satu apartemen". Ketus Lea dengan kesak


" Yakan siapa tahu dia punya saudara, terus kalau saudara nya cowok seusia kalian gimana? Terus nanti suka sama kamu gimana? Ck! enak aja dia nanti bisa lihat kamu terus dong". Jawab Leon kekanakan


"isisshh.. kamu itu cemburuan yang Enggak penting banget sih". Sahut Lea kesal


"Ya udah deh kita mau ke mana nih, Aku udah capek Mas".


"sebentar lagi mobil nya sampai, Sabar ya sayangku..". Ujar Leon tersenyum dengan manis seraya mengusap Puncak kepala Lea dengan lembut


"Nah itu dia mobil nya, yuk Sayang".


Leon langsung merebut koper istri nya dan membawa nya juga, kini Leon jalan terlebih dahulu membuat Lea langsung berlari mengejar nya mencoba mensejajarkan langkah mereka.


Lea melirik ke arah Leon dan tersenyum, kini mereka menuju ke sebuah apartemen yang sudah di beli oleh keluarga Leon, Sesampai nya di sana Lea langsung menghubungi kedua orang tua nya untuk memberi kabar Kalau dia telah sampai.


" Hemm.. Kok nggak di angkat ya sama Bapak? ". tanya Lea


" mungkin Bapak sama Ibu lagi tidur kali, kamu kan tahu di sana pasti saat ini sudah tengah malam, jadi nanti saja hubungi nya". Sahut Leon


Lea langsung mengangkat kepala nya dengan mata yang masih menatap ke layar ponsel, tatapan nya ragu, wanita itu menghela nafas nya dengan panjang, lalu menatap manik mata Leon dengan tatapan lekat.


"mas kayak nya ada yang di sembunyikan dari Bapak sama Ibu deh". Ucap Lea tiba tiba


" Di sembunyikan apa? perasaan kamu aja kali". Sahut Leon


"Nggak Mas, Bapak aneh banget tahu, kayak ada yang ngeganjal gitu dari sikap Bapak".


" Yasudah berdoa saja, semoga tidak ada yang terjadi apa-apa dan itu hanya perasaan kamu saja". Ucap Leon


Lea menganggukan kepala nya dan bersandar pada dada bidang suami nya, pikiran nya masih terus memikirkan tentang orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2