
Hari ini di sekolah ada pertandingan basket antar sekolahan.
Leon, Putra, dan Satria sudah berada di lapangan, sedangkan Lea dan juga Sisil memberikan mereka semangat dengan duduk di Barisan Para penonton.
Sisil melihat Devan yang akan ikut bergabung di lapangan, wanita itu langsung berdiri Melambaikan tangan nya untuk menyapa kepada lelaki itu.
"Kak Devan yang semangat ya". teriak Sisil
Devan yang mendengarkan teriakan semangat itu langsung tersenyum ke arah Sisil, dan kembali berjalan membuat Sisil langsung mengangkat tangan nya dan membentuk gambar Sarangheo.
Putra dan Satria yang melihat nya langsung membalas Sisil dengan membuat gambar hati juga
"lope sekebon buat dedek Sisil emes..". teriak Satria
"Lope sekebon pala lo peyang, Sekebon binatang". Sinis Putra
"Ih bukan buat Lo kali" ujar Sisil sinis dan langsung terduduk dengan tangan yang berada di atas dada
tiba-tiba ada seseorang gadis yang memandangi Lea sedari tadi, sehingga ia memutuskan untuk menghampiri Lea dan menyapa nya
"Lea ya? ". Tanya nya
Lea dan sisil langsung menolehkan pandangan nya mendengar nama nya di panggil oleh seseorang, akan tetapi Lea langsung melebarkan mata nya saat melihat gadis itu kini berada di hadapan nya.
"Beneran lo Lea kan, Jadi lo pindah ke sini?".tanya Hera
"Iya, Lo pindah juga ke kota?". ucap Lea menganggukan kepala nya
"Iya sih udah lama, gue pindah juga sama Bima, by the way Apa kabar lo?". tanya Hera
"Baik..". Ucap Lea tersenyum kaku
Lea melirik sedikit ke arah lapangan, ternyata benar di sana ada Bima, lelaki yang pernah ia sukai saat di sekolah lama nya, perasaan nya bahkan juga terbalaskan, akan tetapi Hera menghancurkan semua dan memisahkan hubungan antara Lea dan juga Bima walau belum sempat jadian.
tepat saat Lea melirik ke arah lapangan, Bima menoleh ke arah Lea dan membulatkan mata nya karena terkejut melihat wanita masa lalu nya berada di sana.
" Lea..". gumam Bima
Lea menundukkan pandangan nya, lalu menatap ke arah Hera dengan tersenyum kaku
"Hemm.. Kabar kalian juga gimana?". Tanya Lea balik
"Baik, gue sama Bima juga makin baik lagi, gue nggak nyangka tahu kalau Bima sebucin itu sama gue". Ujar Hera membanggakan diri
__ADS_1
Sisil yang mendengar percakapan antara Lea dan juga Hera langsung menaikkan satu alis nya merasa bingung, tapi ia tak ingin ambil pusing, lalu terduduk di antara mereka berdua.
"Kenalin nama gue Sisil, temen nya Lea". ujar Sisil mengulurkan tangan nya
"Gue Hera". ujar Hera yang langsung membalas uluran tangan Sisil dan saling berjabatan tangan
"Oh Jadi kalian baru udah saling kenal ya? ". tanya Sisil
" Iya, kami berdua dulu teman di sekolah lama sih, Bahkan kami juga menyukai satu cowok yang sama ,aneh kan tapi cowok itu lebih milih gue sih". ujar Hera dengan pede nya
Lea yang mendengar nya hanya menarik sudut bibir nya dan tersenyum dengan kaku menatap lurus ke depan, Bima masih saja terus menatap nya, namun Lea mengalihkan pandangan nya ke arah Leon yang sedang bertengkar dengan kedua teman nya.
"Bima? Bima itu siapa? yang mana sih orang nya?". tanya sisil
" Itu tuuhh". Ucap Hera menunjuk ke arah Bima dengan senyuman yang lebar dengan bangga kepada sisil
{Dihhh apa nya yang ganteng, kalah jauh kali sama ayang nya Lea saat ini}. Batin Sisil
"Oh... yang itu". Sahut Sisil tersenyum remeh
Leon dan Putra saling berkejaran di lapangan, membuat Hera terpesona akan ketampanan lelaki itu, sampai sampai ia tak mengedipkan mata nya, Bahkan Hera sampai tidak mengetahui jika Bima terus menatap ke arah Lea.
"Kenapa lo lihatin dia mulu? ganteng kan itu cowok?". Tanya Sisil yang melirik ke arah Hera dan langsung menyeringai
"dia Leon, Idaman satu sekolah SMA Tunas Bangsa, tapi yang bisa memenangkan hati nya cuma satu wanita". Sahut Sisil
"Siapa wanita itu? ". tanya Hera penasaran
" Leaaaa....". Leon berteriak dan membentuk gambar Sarangheo, sedangkan Lea langsung tersenyum ikut membentuk saranghaeyo yang di tunjukkan untuk lelaki nya
Hera yang melihat itu langsung membulatkan mata nya, saat Lea yang dahulu selalu menjadi pesaing nya, kini bisa mendapatkan lelaki yang jauh lebih tampan dari Bima, Bahkan dia di perlakukan istimewa oleh lelaki itu, tidak seperti diri nya yang selalu membuat cerita seolah olah diri nya begitu di cintai oleh Bima, akan tetapi kenyataan nya Bima masih mencintai Lea sampai saat ini.
Bima sendiri juga melirik ke arah Leon dengan Tatapan yang sangat sulit di artikan, sedangkan Leon langsung berlari ke arah Lea dengan tersenyum lebar membuat Lea membulatkan mata nya.
"Loh ngapain kamu kesini?". Tanya Lea kebingungan
Leon menghampiri dan menundukkan kepala nya, sedangkan Lea mengangkat wajah nya menatap lelaki itu.
Leon menyubit pelan hidung Lea, membuat para siswi SMA Tunas Bangsa berteriak secara histeris dan Marsha yang melihat nya juga langsung mengepalkan tangan nya karena merasa kesal dengan Pemandangan itu.
Hera sendiri terkejut karena teriakan para siswi SMA Tunas Bangsa, wanita itupun langsung menoleh ke arah mereka semua dengan Tatapan yang sangat sulit di artikan.
begitupun dengan Bima yang melihat ke arah Lea yang sedang tersenyum manis seraya memegang pipi wajah suami nya.
__ADS_1
"semangat ya main nya, nanti kalau menang aku bakal kasih kamu hadiah di rumah". bisik Lea di telinga Leon
" kalau gini kan aku jadi makin semangat". ujar Leon dengan mata yang berbinar seraya menganggukan kepala nya dan mengusap rambut kepala Lea dengan lembut, dan terjadi lagi kehebohan teriakan dari para Siswi Tunas Bangsa.
Leon langsung membalikan tubuh nya dengan raut wajah nya pun kini berubah menjadi datar, sedangkan Lea memegang dada nya karena merasakan jantung nya yang berdebar tak karuan.
"sekarang Lo tahu sendiri kan siapa wanita itu? ". ujar Sisil dengan menaikkan satu alis nya
Hera yang merasa kesal angsung kembali ke rombongan dari sekolah nya, sedangkan Lea langsung berdiri dan berteriak meneriaki nama suami nya itu.
"Kak Leon sayang semangat". Teriak Lea
Leon langsung membalikan tubuh nya ketika nama nya di panggil oleh Lea, sedangkan Lea langsung memajukan langkah nya dengan raut wajah yang datar, membuat semua siswa dan sisi memperhatikan nyam
"Semangat sayang". teriak lea
Leon Langsung tersenyum lebar lalu menundukkan kepala nya dalam dalam, lelaki itu menjadi salah tingkah ketika mendapat teriakan dari Lea.
pertandingan di mulai, Leon menerima operan bola dari Putra, dia langsung menggiring bola menuju ring basket lawan, akan tetapi Bima langsung mendorong kuat Leon dan mengambil bola nya, membuat Leon tersungkur hingga terjatuh.
rahang Leon mengeras dan menatap Lekat ke arah Bima yang menatap nya juga dengan tatapan meremehkan, sedangkan Lea menutup mulut nya dengan kedua tangan nya.
Lea langsung berdiri, dia ingin melakukan cara agar suami nya itu tidak terpancing emosi nya saat ini.
"Kak Leon Ayo semangat, semangat sayang". teriak Lea lagi
"Kak Leon semangat". teriak Lea yang membuat Leon langsung menoleh ke arah Lea dan melihat jika istri nya itu sedang tersenyum manis menyemangati diri nya
lelaki itu langsung bangkit mengusap kasar wajah nya, karena lawan main nya telah mencetak poin, kini Leon Langsung kembali fokus dan bermain dengan baik.
Bima terus aja ingin menjatuhkan Leon, namun dia belum tahu siapa lelaki yang ingin Ia saingi.
Leon terus menerus mencetak poin sebanyak mungkin, lelaki itu menggiring bola kembali dan di halangi oleh Bima, membuat Leon menyeringai dan langsung melewati Bima dengan mendorong nya juga, hingga Leon berhasil mencetak point kembali
"Ck!! Sialan! ". Umpat Bima
sepanjang sejarah belum ada yang bisa mengalahkan tim SMA Tunas Bangsa, kini team SMA Tunas Bangsa menang telak membuat seluruh siswa dan siswi nya berteriak histeris
"Aduh Kak Leon sama Kak Devan kayak apotik yang lagi tutup ya". Ujar Sisil kegirangan
"Hah? Maksud Lo apa Sil?". Tanya Lea mengerutkan dahi nya
" Iya gk ada obat".
__ADS_1