Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Rahasia Marsha?


__ADS_3

pagi ini Leon dan Lea membersihkan tubuh mereka dengan berendam di bathtub bersama, Lea memeluk tubuh suami nya yang terdapat kotak-kotak di bagian perut nya.


"Mas, ini Kenapa bisa kotak-kotak begini sih? kamu dulu suka makan tahu kotak ya? ". Tanya Lea


"suka nya sih aku makan kamu". jawab Leon


" Ih dasar.. orang serius juga".


"ya ini bisa gini kan karena dulu waktu kecil Mama beliin pensil warna terus mas gambar kotak di perut deh, jadi kayak gini ya udah sampai sekarang jadi nggak hilang-hilang". Jawab Leon ngasal


"ih masa sih iya? berarti kamu dari dulu nggak pernah mandi yang bersih ya".


"maka nya mandiin dong biar bersih".


Lea tersipu malu mendengar perkataan Leon, lalu ia mengambil sabun, lalu mereka melanjutkan ritual mandi bersama.


tidak terasa waktu terus berlalu, hingga membuat Leon dan Lea merasa lapar.


"Mas, kamu mau makan apa? biar Lea masakin". tanya Lea yang tersenyum manis ke arah suami nya itu


"makan apa aja asal kamu yang masakin, Mas pasti makan kokx. jawab Leon


"Ya udah deh kalau gitu kamu tunggu dulu ya biar di masakin sama istri cantikmu ini".


"istriku yang paling cantik, Tunggu dulu!".


Lea yang ingin mengambil celemek itu lamgsung terhenti, dan dengan pelan-pelan Leon memasang celemek itu. sehingga celemek itu terpasang dengan baik di tubuh istri nya.


Lalu Leon membawa istri nya ke dalam pelukan nya, membuat wanita itu membelalakkan mata nya lalu tangan Leon mengikat tali celemek tersebut.


Leon melihat wajah istri nya saat ini sudah memerah bak udang rebus dan itu membuat nya terlihat sangat menggemaskan.


" Duuhh... Cantik banget sih kalau lagi salting gini". goda Leon


"Ih siapa sih yang salting, udah ah sana kamu, biar aku masak dulu".


Lea langsung mendorong tubuh Leon agar duduk kembali di meja makan, Lea tak membiarkan suami nya itu melihat wajah nya kembali.


Karena ia merasa malu, Bahkan dia mengalihkan wajah nya untuk memulai memasak, walau di hati nya terus merasa berbunga-bunga atas perlakuan dari Leon barusan.


beberapa menit kemudian Lea telah selesai memasak dan ia langsung menghidangkan nya di meja makan.


ia melihat Leon yang terus menatap nya dengan tatapan tanpa berkedip sedikitpun, membuat Lea Melambaikan tangan nya tepat di depan wajah suami nya itu.

__ADS_1


namun aneh nya, Leon tidak bergeming sama sekali atau bahkan berkedip.


"kamu ngelihatin apaan sih mas? Apa ada yang aneh ya? ". tanya Lea yang terus memperhatikan tubuh dan juga wajah suami nya


Leon langsung menggelengkan kepala nya dan menepuk kursi di sebelah nya agar mereka bisa makan bersama.


"Sini sayang, ayo makan bareng. Mas sudah enggak sabar mau nyicipin masakan yang udah kamu buat". Ucap Leon


Lea langsung memutari meja makan dan duduk di sebelah suami nya itu, mereka makan makanan itu dengan sangat lahap.


...****************...


di sekolah SMA Tunas Bangsa, tiba-tiba Devan memanggil wanita yang hendak memasuki kelas nya.


"Sisil". Panggil Devan


Sisil langsung melihat ke belakang dan menatap dengan tatapan dalam, lalu tersenyum manis ke arah lelaki itu.


namun seketika itu juga raut wajah nya berganti menjadi datar dan mengacuhkan Devan.


wanita itu langsung melangkahkan kaki nya untuk menuju ke dalam kelas.


" kemarin aja nyatain perasaan sama Lea terang-terangan di depan gue, sekarang lo mau sok-sokan manggil manggil gue gitu?". Gerutu Sisil


"gue mau ngomong sama lo, Sil". Ucap Devan yang langsung berlari dan memegang pergelangan tangan Sisil


padahal hati nya saat ini, meminta nya untuk menunjukkan wajah yang sebenar nya yaitu wajah bahagia dan juga terharu, karena Devan menyapa nya terlebih dahulu.


"cepetan!! mau ngomong apa? ". tanya Sisil dengan Ketus


" Hemm Lo marah ya sama gue? gimana Kalau hari ini kita jalan-jalan, nanti gue traktir makan, Mau?". tawar Devan


"mau banget". ujar Sisil tersenyum senang dan langsung menganggukan kepala nya dengan bahagia


"Ya udah kalau gitu, gue ke kelas duluan ya. sampai ketemu nanti cantikk". Ucap Devan tersenyum lebar dan mengedipkan sebelah mata nya yang membuat Sisil langsung memegang dada nya


rasa nya jantung wanita itu ingin keluar dari tempat nya saat Devan berperilaku manis seperti itu pada nya


"Sil, Lo ngapain? ". tanya Lea yang baru saja datang bersama Leon hingga mengejutkan Sisil yang masih terdiam


"Astaga Lea, bisa nggak sih jangan ngejutin orang kayak gitu? ". sungut Sisil


"Lo kenapa sih?".

__ADS_1


" Hehehe.. Ada dehhh".


Akhir nya mereka bertiga pun berjalan untuk menuju kelas nya, saat mereka berjalan semua tatapan menatap pasangan Leon dan Lea yang membuat hati semua wanita iri.


mereka sendiri ingin di perlakukan romantis oleh lelaki, lebih tepat nya jika lelaki itu adalah Leon.


"Lea itu pakai pelet apaan sih kok ampuh banget". ujar siswi di kelas itu


Leon yang mendengar nya pun langsung menatap ke semua Siswi itu dengan tatapan tajam


"asal yang memakai pelet Lea pun gue bakal terima, asal jangan Lo pada".


ucapan Leon itu membuat para Siswi itu pun terdiam, sedangkan Sisil menertawakan kesedihan dan rasa malu untuk siswi-siswi itu yang selalu mencari masalah dengan lea.


" Wkwkwk Rasain lo, maka nya punya mulut tuh di sumpal, jangan ngebacot aja!". ledek Sisil


namun Sisi langsung terdiam saat diri nya di Tatap tajam oleh Leon, sedangkan Lea tersenyum lebar lalu menatap Leon agar segera keluar dari kelas nya.


"udah sana kamu masuk ke kelas kamu". perintah lea


Leon langsung mengusap lembut kepala Lea dan tersenyum manis ke arah istri nya itu, membuat yang panas semakin kepanasan dan yang iri semakin iri terhadap pasangan itu.


kepergian Leon membuat Mutia langsung tertawa mengejek ke arah Lea


"Hahaha jadi boneka nya aja bangga, Lo itu mirip sama mantan nya. maka nya dia mau sama Lo!".


"mantan? Setahu Gue Leon nggak punya mantan sama sekali". Ucap Lea yang langsung menoleh ke arah Mutia


" Jadi lo nggak tahu? lu tahu dia seberapa banyak sih? Ahh, lo masih bau kencur di sekolah ini jadi orang kaya lu tuh udah korban yang ke berapa ya? Oh korban ke 1000 kali kayak nya. ckckck selamat menikmati seperti korban lain nya". Ujar Mutia dengan menyeringai


Brakkkk!!!


pintu kelas di banting Keras oleh Marsha, dan wanita itu langsung menghampari Lea dengan Tatapan yang menunjukkan kemarahan.


Lea sendiri yang di tatap seperti itu, merasa tidak gentar. Bahkan ia menaikkan satu alis nya dan menatap kejadian yang akan terjadi selanjut nya.


"Dasar cewek murahan, Lo ngapain berada di apartemen Leon hah? udah berapa cowok pakai lo atau jangan-jangan bukan cuma leon doang, Rendah sekali Emang selera Leon semenjak kenal lo, gue udah berulang kali ngasih lo peringatan ya, tapi lo semakin ngelunjak!! kalian tahu, cewek itu pelacur murahan, demi bisa terkenal di SMA Tunas Bangsa!!". teriak Marsha


" Benar, bukan cuma Leon. mungkin Putra dan juga Satria". Timpal Mutia


"dengan kalian bicara seperti itu aja udah nunjukin kualitas diri kalian sendiri, hem Gue nggak perlu klarifikasi apapun, karena gue nggak pernah ngerasa seperti yang kalian bilang". Ujar Lea merasa santai


Lea bahkan memajukan langkah nya dan berbisik ke telinga Marsha

__ADS_1


" Gue tahu rahasia lo, tapi gue lebih milih diam. Kalau Lo nggak Tarik ucapan Lo itu, siap-siap aja Queen SMA Tunas Bangsa ini reputasi nya akan hancur lebur, lalu di keluarkan dari sekolah bahkan di cap buruk oleh masyarakat. Dan Lo cuma bisa nangis di pojokan kamar, itu yang Lo mau?". ancam Lea


"Kenapa lo nggak mau klarifikasi? karena lo takut kalau yang gue bicarain itu kebenaran nya kan, gue nggak punya rahasia apapun yang bisa lo jadian gertakan. sialan!!". emosi Marsya meluap dan ingin menarik rambut Lea akan tetapi langsung di tepis kasar oleh Sisil


__ADS_2