Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Taruhan


__ADS_3

Leon memukul perut Devan yang membuat lelaki itu langsung tersungkur ke lantai, Lea yang menyaksikan itu langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan nya.


Satria dan juga Putra langsung berlari untuk melarai mereka berdua.


"Lea kenapa mereka bisa berantem lagi seperti itu?". Tanya Satria


Lea sendiri sontak menggelengkan kepala nya dan berusaha mundur agar tidak terkena pukulan.


sedangkan Putra dan juga Satria memegang masing masing tubuh Leon dan Devan agar tidak bertengkar lagi.


"udah sih woii!! kenapa kalian bertengkar kayak anak kecil gini sihh, malu maluin aja". ucap Satria karena mereka berdua tak kunjung berhenti walaupun saat ini juga Putra sudah melarang nya


Lea langsung maju ke depan karena sudah kehilangan kesabaran nya, ia menarik keras tangan Leon dan menatap tajam ke arah Devan


"jadi apa yang mau kakak bilang sama aku hah?". tanya Lea dengan ketus


" Sayang..". timpal Leon terpotong


"kamu diam!! Sudah ya kak, jadi apa yang akan kak Devan kasih tahu sama Lea, coba jelasin sekarang juga!". Perintah Lea


" Sebenar nya kami dulu taruhan buat dapetin lo" ujar devan


"Dan kakak kalah? Iya kan? Terus gue harus ngelakuin apa Kak? sekarang aku udah sama Kak Leon, Udah ya Kak, please Jangan cari masalah lagi deh. aku juga udah tahu kok soal ini dan aku juga enggak mempermasalahkan nya" jelas Lea dengan tegas


"jadi kamu udah tahu sayang?". tanya Leon membelalakan mata nya


" Kak, Lea enggak bisa sama kakak. kakak harus tahu kalau Sisil itu suka sama Kakak, jadi lebih baik Coba Kakak buka hati sama dia". pinta Lea


" udah selesai kan kalian semua latihan nya? ". tanya Lea pada Putra dan juga Satria seraya menatap mereka secara bergantian


mereka berdua langsung menganggukan kepala nya dengan Tatapan yang tidak bisa di artikan, lalu Lea langsung pergi menarik tangan leon dengan kasar untuk segera meninggalkan tempat tersebut.


"gila Anjay si Bu Bos". ujar Satria sambil menepuk tangan nya


Putra sendiri lalu menarik karena baju Satria meninggalkan Devan sendirian yang masih sulit untuk percaya, lelaki itu terus menatap punggung wanita yang ia sukai dengan lelaki yang selalu di anggap sebagai saingan nya itu.


"Leon Brengsek!! Sialan! ". umpat Devan

__ADS_1


Lea sendiri menuju mobil dan langsung membuka nya dan menyuruh Leon untuk masuk ke dalam.


setelah masuk ke dalam Lea menatap nya dengan tatapan tajam, Wanita itu langsung menutup pintu mobil dengan kencang.


braakkk..


Leon terkejut dan langsung memegang dada nya karena saking terkejut nya, manik mata Leon terus menatap ke arah istri nya yang sedang berjalan menuju pintu satu nya.


Setelah Lea masuk dan duduk di kursi samping, Ia tetap menatap lurus ke depan.


"kenapa diam aja!! cepet hidupin mesin nya, aku mau pulang loh!!". Ketus Lea


"aduhh Buset, jadi ini yang di namakan Bojo Galak". Batin Leon yang langsung melajukan mobil nya tanpa berkata-kata


dia akan berusaha menjelaskan semua nya ketika sudah sampai di apartemen saja, sesampai nya di apartemen saat Leon ingin membukakan pintu mobil istri nya, ternyata wanita itu terlebih dulu membuka nya dan telah masuk ke dalam apartemen, sehingga membuat Leon menengguk saliva nya dalam-dalam.


Lelaki itu ikut mengejar langkah dari istri nya itu, karena ia tahu jika istri nya kini tengah marah kepada nya.


"Lea sayangku, mas bisa jelasin semua nya kok" Ujar Leon berusaha menjelaskan


"mau jelasin apa? buruan jelasin!!". ketus Lea lagi


"lama banget sih Lo! Udahlah gue mau mandi dulu Gerah tahu!!". ucap Lea yang langsung masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu nya


"Sayang Hei, apa tadi kamu bilang Lo gue? buka pintu nya dulu". Ujar Leon saat tersadar dari keterdiaman nya tadi


" Halah, Udah lah Lo mandi di kamar mandi satu nya aja, Gue mau mandi dengan lama. jadi tolong jangan ganggu! ". Ucap Lea dari dalam kamar


Leon mebukatkan mata nya, kala mendengar ucapan dari istri nya itu.


"Lo lagi, Gue lagi. udah nggak bener kalau kayak gini mah, Lea pasti marah sama Gue. ah elahh". Ujar Leon yang berusaha terus mendobrak pintu nya, namun tidak bisa terbuka karena pintu tersebut memang di kunci


Sudah 1 jam lama nya Lea belum juga keluar dari dalam kamar, sedangkan Leon telah selesai mandi hanya menggunakan lilitan handuk di pinggang nya, sebab pakaian nya semua berada di dalam kamar.


"Sayang please... Bukain pintu nya ya, aku mau pakai baju nih. Mas kedinginan taukk". pinta Leon dengan lemah lembut


Lelaki itu terduduk di depan pintu kamar dengan kaki nya di selonjoran dan tubuh nya bersandar di pintu.

__ADS_1


Pada saat menunggu Lea, Leon ketiduran di depan pintu, hingga tiba tiba Lea membuka pintu tersebut dan membuat Leon langsung terjungkal ke belakang


"Aduh sakit". keluh Leon


tiba-tiba lelaki itu membulatkan mata nya saat melihat istri nya sudah berdandan sangat cantik, tapi memang istri nya sangat cantik natural di mata Leon.


"Sayang, Mas bisa jelasin semua nya sama kamu". Ucap Leon


" Heemmm". Dehem Lea


"Sayang, sini lihat ke arah Mas..". Ujar Leon lagi


Lea pun langsung berbalik ke arah Leon, dan betapa terkejut nya Lea kala melihat handuk yang di lilitkan di pinggang Leon tiba tiba jatuh merosot ke bawah hingga terlihat belalai milik Leon.


" Aaaaaaaaaa....". Teriak Lea dan langsung menutup mata nya dengan kedua tangan nya


Leon yang tak sadar akan itu, hanya bisa kebingungan melihat Lea yang berteriak.


"Sayang, kamu kenapa? ada apa hah?". Tanya Leon kebingungan


Lea yang masih menutup mata nya dengan kedua tangan nya, langsung menunjuk ke arah yang ia maksud.


"Itu.. ". Ucap Lea


" Itu? itu apa sayang? yang jelas dong".


"Itu kamu lohh, itu handuk nya melorot". Ucap Lea


Leon yang mendengar perkataan dari istri nya itu langsung beralih pada tubuh bagian bawah nya, dan benar saja handuk nya tergeletak di atas lantai.


Pantas saja sedari tadi Leon merasakan angin yang semriwing semriwing begitu, dan ternyata belalai nya dalam kondisi seperti itu.


" Hehehe.. Apa kamu mau coba lagi, ayo sayang". Ujar Leon dengan tersenyum smirk


Lea yang mendengar hal itu langsung meneguk saliva nya dalam dalam, hingga akhir nya dia memilih untuk kabur ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.


"Sayang, jangan kabur... Ckckck dasar sok malu segala, padahal kan dia sudah sering merasakan kenikmatan belalai milikku ini". Ucap Leon seraya tersenyum dan bersiul siul menuju dalam kamar untuk berganti pakaian

__ADS_1


__ADS_2