
kini Lea menatap ke arah cermin, ia masih membiarkan testpack itu terdiam dan bekerja terlebih dahulu.
di luar Leon sudah mengetuk pintu kamar mandi berulang kali, namun Lea belum juga ingin membuka nya.
Manik mata nya menoleh ke arah benda kecil yang menjadi penentu hidup ke depan nya, dengan mata yang terpejam sebelah dia melihat dengan Intens Alat itu, lalu mata nya melotot saat ada dua garis merah terpampang di sana membuat air mata nya jatuh begitu saja.
Lea terduduk di atas toilet dengan menangis sesenggukan, Entahlah Apa yang kini dia rasakan.
Ada Rasa bahagia, namun ada sesuatu juga yang membuatnya merasa sedih.
pintu kembali di ketuk kuat oleh Leon dan lelaki itu memaksa nya sampai mendobrak Pintu kamar mandi, karena takut jika terjadi sesuatu kepada istri nya yang sudah lama berada di dalam kamar mandi.
saat pintu terbuka, Leon mantap Lea dan langsung berjalan mendekati nya.
"Kenapa Sayang? Apa hasil nya?". Tanya Leon
Leon pun mengambil testpack itu dan menaikkan satu alis nya tak mengerti
"maksud nya ini apa Sayang, Mas enggak ngerti". Ujar Leon
"positif".
"Positif apa sayang?". Tanya Leon
"positif hamil lahh, masak positif covid". Ketus Lea
"serius Kamu Hamil Sayang?". tanya Leon dengan mata yang berbinar
"Kenapa? kamu senang banget ya".
Lea pun mendorong Leon dan melangkahkan kakinya untuk keluar, lelaki itu Menatap Lea dengan Tatapan yang bersalah.
Leon langsung berlari dan memeluk istri nya itu dari belakang.
"maafin mas ya, Kamu enggak suka ya dengan kehamilan ini? ". Tanya Leon dengan hati hati
"Mas, kamu tahu kan kalau aku masih sekolah. Bahkan aku masih kelas 11 dan belum lulus sekolah".
"hanya beberapa bulan lagi kamu sudah naik kelas 12 sayang, kamu bisa home schooling di rumah". jelas Leon
"tapi aku nggak mau Mas, Kamu sengaja Kan? kamu bilang kalau kita melakukannya dengan aman. Mas, qku maunya melahirkan anak kamu kalau aku udah lulus sekolah". jelas Lea
Leon pun langsung memegang kedua pundak Lea dan memutar tubuh nya hingga kini mereka berdua saling menatap, namun Lea mengalihkan pandangan nya karena merasa kesal kepada suami nya itu.
" mas, kita berdua masih terlalu muda untuk mempunyai anak. aku takut dan aku belum siap Mas". Ujar Lea
__ADS_1
"Mas yang salah, maafin mas ya. Ya udah kamu istirahat aja, Jangan berpikiran aneh-aneh lagi. Ayo kita tidur". Ajak Leon
Leon pun membawa Lea ke tempat tidur dan menaikkan selimut hingga ke atas dada wanita itu.
setelah memastikan jika Lea sudah tertidur, dia melangkahkan kaki nya keluar.
lelaki itu juga bingung karena dia kelupaan menggunakan pengaman dan akhirnya tumbukan benih nya itu di dalam perut istri nya.
Leon merasa bersalah, Ia bingung harus melakukan apa. hatinya yang paling dalam merasa sangat senang dan tentunya sangat bahagia mendapatkan kabar jika istrinya itu sedang mengandung darah dagingnya.
Memang menjadi Ayah di usianya masih muda bukanlah keinginannya, tapi setelah hatinya benar-benar direbut oleh wanita yang berstatus sebagai istrinya saat ini, dia juga ingin memiliki keluarga seutuhnya. dan bahkan kini hadir anak yang akan menjadi malaikat kecil yang ada di hidupnya nanti.
dalam kamar Lea belum tertidur, ia masih duduk dan melirik ke arah pintu.
"apa aku terlalu berlebihan ya? pasti mas Leon kecewa sama aku, Ya Tuhan kenapa ini semua bisa terjadi? apa yang harus aku lakukan kini". lirih Lea
Lea melangkahkan kakinya keluar dan mencari keberadaan Leon, ternyata lelaki itu berada di tepi kolam renang dengan Tatapan kosong memandang ke arah depan.
Lea menghela nafasnya dengan panjang dan berjalan ke arah suaminya, membuat Leon tersadar akan kehadiran seseorang.
Lelaki itu langsung menoleh, lalu melirik ke arah Lea dan tersenyum manis ke arahnya.
"Kamu nggak tidur sayang?". tanya Leon
"Mas, kamu kecewa ya sama aku?". Lea balik bertanya
"Ya Karena aku belum siap aja Mas, aku masih syokk tentunya, aku pasti mau juga punya anak, tapi ...". Leon pun langsung memeluk erat dan mengusapi punggung istri nya itu
"Iya Mas ngerti, maafin mas ya".
...****************...
di sekolah, Marsha menarik tangan mutia dan membawa nya ke arah gudang.
sesampainya di tempat itu, Marsha melepaskan cengkraman tangannya dan Mutia pun nampak meringis seraya memegang tangannya yang terlihat memerah.
"lo udah kasih kotak itu ke Lea kan? ". tanya Marsha
"su...sudah kok Kak". jawab Mutia dengan gugup
"terus Mana buktinya?". tanya Marsha
"Gue lupa ngefoto nya". Jawab Mutia
"Lo tahu itu isinya apa?".
__ADS_1
" enggak Kak".
"Awas aja ya kalau Lo bohong, habis Lo sama gue!!". Ancam Marsha
Marsha pun langsung meninggalkan Mutia sendirian, sebelumnya Mutia sudah membuang kotak itu.
Sebenarnya Mutia sudah membuka kotak itu dan isinya adalah sebuah bangkai hewan dengan semua tangan dan kakinya terpisah, di sana juga terdapat surat ancaman.
Mutia merasa tak sanggup memberikan itu kepada Lea, karena menurutnya Lea adalah wanita yang baik dan tak pantas selalu mendapatkan itu semua dari Marsha
Mutia sendiri sampai shock saat melihat isi dari dalam kotak itu dan merasa jika Marsha sudah terkena gangguan mental, karena tega memotong bagian-bagian tubuh hewan itu.
Mutia nampak berjalan keluar dari gudang dan tak sengaja melihat Putra yang sudah masuk sekolah kembali, membuatnya menatap lelaki itu dengan Tatapan yang dalam.
sedangkan Putra hanya menatap sekilas dan kembali menatap lurus ke arah depan seraya melangkahkan kakinya.
"Kak Putra...". Panggil Mutia
Putra menghentikan langkahnya dan melirik ke arah Mutia
" Eh lo, ada apa? butuh bantuan gue? Maaf ya Gue lagi sibuk".
"idih sok sibuk Lo, hemmm.. lo udah nggak hilang ingatan lagi ya? ". tanya Mutia
"Kenapa sih lo? tumben banget tuh nanyain keadaan gue". Sahut Putra
"Hemmm... Kak, Lo punya temen masa kecil kan, Apa gue boleh tahu dia siapa?". Tanya Mutia memancing agar Putra membuka tentang masa kecil mereka berdua
"nggak deh, nggak usah kepo banget Lo!". Jawab Putra
"Lo nggak ingat? ".
"ingat apaan sih?? Dasar GJ Lo! ".
"Ck!! dasar berandalan, Susah ya kalau ngomong sama lo, bisa Serius nggak sih". kata Mutia
"oh Lu mau gue seriusin nii? ".
"Idih ogah banget!!".
Mutia pun langsung menjewer telinga Putra dan langsung pergi meninggalkannya, membuat Putra langsung teringat tentang Tiara yang suka melakukan hal itu kepadanya, Jika ia lagi kesal
" kenapa gue jadi mikirin kalau Mutia adalah Tiara, Ya kali Mana mungkin? ".
Putra pun langsung melangkahkan kakinya Kembali menuju ke kelasnya, namun saat melihat Leon dan Lea sedang berjalan bersama, dia langsung berlari menuju ke arah mereka.
__ADS_1
"ingat ya Mas, Intinya jangan bilang sama siapa-siapa kalau aku lagi hamil". pinta Lea dengan kesal
Tanpa mereka sadari ada seseorang di belakang mereka dan mendengar pembicaraan itu