Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Robi Alexandra


__ADS_3

Beberapa minggu berlalu sejak kepergian sang kakek. Andrew tengah sibuk dengan urusan perusahaan yang telah di limpahkan sepenuhnya kepada pria itu. Sesuai isi dari surat wasiat yang telah di tulis oleh Afzriel Tan sebelumnya. Bahwa jika hal terburuk terjadi padanya semua aset dan juga kekuasaan akan jatuh ke tangan Andrew Tan.


Sedangkan untuk anak kandungnya, Zulian Tan harus membantu Andrew dalam menjalankan bisnis keluarga tersebut. Zulian tak mempermasalahkan hak ahli waris keluarga Tan. Karena memang dia hanya mempunyai satu anak yaitu Andrew Tan.


Sekarang atau nanti pun semua kekayaan keluarga Tan akan jatuh ke tangan Andrew pula. Zulian lebih fokus pada hubungannya dengan sang istri, Ariana yang telah memberikan kesempatan untuk keduanya kembali.


Zelia dan Andrew saat ini berada di satu mobil yang sama. Keduanya hendak menjemput Arkan di rumah sang neneknya.


Tapi sebelum keduanya sampai di rumah Ariana. Sebuah pemandangan mengalihkan perhatian keduanya.


"Ndrew berhenti dulu sebentar," pinta Zelia saat mereka tiba di depan sebuah restoran.


"Ada apa Zelia?" tanya Andrew sambil meminggirkan mobilnya.


"Lihat di depan itu, sepertinya itu Liera?" tunjuk Zelia pada dua orang yang tengah berbincang di kursi sebuah restoran, sambil menikmati makanan pembuka di meja mereka. Keduanya terlihat karena kebetulan dinding pembatas hanya sebuah kaca.


Andrew menajamkan penglihatannya untuk melihat siapa yang dimaksud oleh Zelia.


"Iya itu Liera," ucap Andrew.

__ADS_1


"Tapi siapa pria itu ya Ndrew?" tanya Zelia penasaran. Setelah melihat keduanya saling berinteraksi,Liera tampak sudah mengenal betul pria di depannya itu.


"Aku juga kurang tahu tentang pria itu, tapi entah kapan sepertinya aku pernah melihat wajahnya," Andrew mencoba mengingat-ingat sesuatu. Wajah pria yang bersama Liera tak asing baginya.


"Apa kita perlu ke sana untuk mencari info tentang Alea pada Liera?" tanya Zelia, berharap mungkin Liera bisa memberikan jawaban dimana putrinya.


"Kurasa dia tak tahu, seperti yang sudah ku ceritakan sebelumnya, Bram berkata bahwa Liera membawa Alea ke hutan, setelah itu Alea di selamatkan oleh seseorang yang tak berhubungan dengan keduanya."


Penjelasan Andrew sudah Zelia dengar beberapa hari yang lalu, saat Zelia mulai curiga bahwa Andrew menyembunyikan sesuatu padanya.


Sejak saat itu, Zelia selalu meminta Andrew tak menyembunyikan hal sekecil apapun tentang Alea. Sebagai ibu dia mempunyai ikatan batin dengan putrinya. Dia tak mau jika hanya Andrew yang bersusah payah mencari Alea sendirian.


Kilasan percakapannya dengan Han beberapa hari yang lalu memenuhi kepalanya.


Dimana keduanya tengah berada di perusahaan. Andrew yang sebelumnya meminta Han untuk mencari tahu tentang keluarga Alexandra.


"Tuan muda, ini adalah data-data tentang keluarga Alexandra," ucap Han sambil menyerahkan beberapa berkas kepada Andrew.


Andrew menerimanya dan membuka satu persatu. Di data-data itu di sebutkan bahwa keluarga itu hanya memiliki satu ahli waris. Dan bagaimana keluarga itu berbisnis yang banyak merugikan pihak-pihak tertentu.

__ADS_1


Dan lebih mengejutkannya, keluarga itu pernah berselisih paham dengan keluarga Tan.


"Jadi ini yang dimaksud oleh kakek, tapi masalah apa yang membuat dua keluarga ini sampai berselisih?" batin Andrew.


Sebuah tangan menepuk pundaknya,menyadarkan kembali Andrew dari lamunannya tentang keluarga Alexandra.


"Ndrew,kok diam?" tanya Zelia.


"Aku ingat sesuatu, pria itu adalah Robi Alexandra. Dia pewaris utama keluarga Alexandra. Kita harus berhati-hati padanya seperti yang di ucapkan kakek."


"Jadi maksud kamu dia mungkin ada hubungannya dengan kecelakaan kakek?" tebak Zelia.


"Aku juga belum tahu, hasil penyelidikan masih belum jelas. Tapi aku curiga dia mungkin bekerja sama dengan Liera."


"Sebaiknya kita cepat pergi saja, Arkan pasti sudah menunggu kita," Zelia mulai tak nyaman melihat Liera dalam waktu yang lama.


Karena wanita itu mengingatkannya tentang Alea yang di jebak ke dalam hutan. Zelia tak sanggup membayangkan bagaimana takutnya Alea saat berada di dalam hutan sendirian.


"Baiklah," Andrew kembali melajukan mobilnya ke arah rumah sang mama untuk menjemput kembali Arkan.

__ADS_1


__ADS_2