Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
TMM *58


__ADS_3

"a, Angga."Ucap Nabila dengan mata yang berkaca-kaca.


Ya setelah lulus satu tahun lalu, Angga memutuskan untuk menjali bisnis kedua orang tua nya di kota xx dan meninggal kan Nabila, namun mereka sudah berpacaran saat Angga lulus, atas izin Nabila mereka pun akhirnya LDR untuk sementara, dan hari ini Nabila di buat kaget oleh kehadiran Angga di sana.


Angga berjalan ke arah Nabila dan memberikan nya buket bunga mawar merah dan juga ....


"Nabila, Will you marry me? (mau kah kau menikah dengan ku)


Alangkah kagetnya Nabila, karena tiba-tiba saja, Angga malah melamar nya, dia juga berlutut dan memperlihatkan sebuah cincin kepada Nabila.


"Yaelah Nunggu apa lagi sih?"Kesal Riky yang kini tingal sendiri.


"Terima! Terima! Terima!"Ucap Clara, Erlan dan Riky.


"Gu,gue, gue mau!"Ucap Nabila sangat bahagia.


Mendengar jawaban Nabila, Riky pun sangat bahagia dan memasangkan cincin tersebut kepada Nabila dan kemudian memeluk erat tubuh Nabila.


Sementara Riky, Erlan dan juga Clara ikut bahagia sambil bertepuk tangan.


****


Malam hari nya.

__ADS_1


"Heem."Ucap Erlan saat Clara keluar dari kamar mandi.


"Apaan sih?"Kesal Clara yang kini tubuh nya hanya di baluti dengan handuk.


Saat ini mereka sudah tidur satu kamar.


Erlan beranjak dari ranjang dan mendekati Clara.


"Sayang, gimna kalau sekarang?"Tanya Erlan memeluk erat tubuh Clara dari belakang.


"Astaga, gak ah, gak mau."Tolak Clara yang notabene nya masih takut.


"Gak apa, gue bakal pelan-pelan kok."Ucap Erlan yang sudah tidak lagi bisa menahan hasrat nya, dia mulai menciumi leher Clara, membuat Clara ikut terangsang akan sensasi tersendiri.


Clara pun terlihat pasrah akan keganasan Erlan saat ini, biar bagaimanapun ini memang sudah saat nya dia menyerahkan tubuh nya kepada sang suami.


Erlan bahkan beberapa kali membuat tanda merah kebiruan di leher Clara, tidak hanya itu tangan nya juga tidak bisa diam.


Malam itu Clara menyerah kan seluruh tubuhnya untuk Erlan, mereka bermain begitu panas, meskipun sangat sakit pada awalnya namun Erlan begitu mudah membuat Clara menikmati permainan tersebut.


Selanjutnya bayangkan saja dengan imajinasi masing-masing author gak bisa ya, gak bisa numpukin dosa ini lagi banyak banyak.


Dua Minggu kemudian

__ADS_1


"Hueeek! Hueeeek!" Suara Clara dari dalam kamar mandi membuat Erlan yang sedang duduk dan mengerjakan pekerjaan nya jadi khawatir.


"Sayang? Kamu gak apa-apa kan?"Tanya Erlan kini berdiri di depan pintu kamar mandi dengan gelisah.


"Hueeek!"Lagi-lagi yang di dengar Erlan adalah suara muntah nya Clara.


Erlan pun semakin khawatir mendengar nya, ia ingin masuk ke dalam kamar mandi tersebut, namun pintu di kunci Clara dari dalam.


Setelah beberapa menit kemudian, Clara pun keluar dari kamar mandi, dengan sorot mata imut nya menatap sang suami yang sedang khawatir.


"Sayang kamu baik-baik aja kan? Gak ada yang sakit? Apa kita kerumah sakit aja?"Tanya Erlan khawatir.


Namun Clara sambil tersenyum mengambil tangan Erlan dan meletakkan nya di perut nya yang masih datar itu.


"Haa?" Bingung Erlan.


"Tada .... "ucap Clara mengeluarkan sebuah tes kehamilan dan memberikan nya kepada Erlan.


Seketika mata Erlan berkaca-kaca melihat hasil tes yang menujukan dua garis merah tersebut, alangkah bahagianya dia atas kehamilan Clara, ya saat ini Clara sedang hamil.


Betapa bahagianya Erlan setelah tau Clara sedang hamil dan rasanya dia benar-benar tidak sabar ingin menjadi seorang papa.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2