Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
bertemu kembali


__ADS_3

Lea kini telah sampai di rumah mertua nya, wanita itu langsung membayar taksi yang ia tumpangi dan membunyikan bel rumah tersebut.


pintu rumah terbuka dan memperlihatkan Cakra dengan raut wajah yang datar, namun saat dia melihat Lea yang datang ekspresi nya langsung berubah seketika


"Lo, Lo kakak ipar ya?". teriak Cakra dengan sumringah


" kakak ipar??". Tanya Lea dengan mengerutkan kening nya


"Siapa itu Cakra?". tanya Mama indah yang melangkahkan kaki nya ke depan rumah


" Lea... Aduuhh sini sayang, mama udah kangen banget tahu sama kamu". Ucap Mama indah yang langsung memeluk Le dengan hangat, begitupun dengan Sebalik nya juga.


"Cakra juga mau dong".


Lelaki itu langsung mendekatkan tubuh nya ingin memeluk juga, namun belakang kaos nya langsung di tarik oleh Papa Herman.


Cakra menatap ke arah Papa Herman, namun yang di tatap malah menatap nya dengan Tatapan yang tajam.


"Kamu mau ngapain? ". tanya Papa Herman


" hehe.. Om mah Nggak seru ah kan Itu ada kakak ipar jadi Cakra yang mau ikut gabung". sahut


"cakra mau kamu di gampar sama Leon hah? ". tanya papa Herman dengan serius


Cakra pun langsung meneguk salivanya dengan susah payah dan mengelengkan kepalanya dengan kuat


" Oh jadi ini sepupu nya Mas Leon ya mah? ". tanya Lea


" Iya sayang, dia sepupu nya Leon, nama nya Cakra orang nya tuh suka usil, tapi kamu harus maklum ya". ujar Mama Indah tersenyum


"tenang aja kakak ipar, nanti Cakra yang bakal jagain kakak ipar untuk Kak Leon Kalau di sekolah, karena kita satu kelas". Ujar Cakra dengan sumringah


" Oh ya? Jadi ini berita buruk atau berita baik ya Mah". tanya Lea dengan raut wajah yang serius


Papa Herman dan Mama Indah langsung tertawa terbahak-bahak yang meledek ke arah Cakra, membuat lelaki itu juga ikut tertawa


"anggap aja ini Kabar baik dan buruk".


...****************...

__ADS_1


Keesokan pagi nya Cakra pergi ke sekolah bersama dengan Lea, wanita itu terus memperhatikan parkiraan sekolahan untuk mencari mobil suami nya


"Kak Leon nelum datang ya?".


"udah sih kayak nya, tuh lihat.. dia kayak nya naik motor sport nya, itu di sana coba lihat deh". ujar cakra menunjuk motor milik Leon


"Oh iya itu motor milik Kak Leon". Sahut Lea saat melihat motor suami nya sudah terparkir


"Ya udah kalau gitu gue duluan ya, jangan bilang sama Kak Leon loh Kalau gue udah pulang". Ucap Lea


"Iya tenang aja Kakak Ipar, aman". sahut Cakra


"Lo jangan sebut kakak ipar deh kalau di sekolah ya, Kalau Lo masih sebut habis Lo nanti sama Gue!". Icap Lea yang melangkahkan kaki nya pergi meninggalkan Cakra


" Galak banget, nggak laki nggak bini nya sama aja kejam". ucap Cakra menggelengkan kepala nya dan langsung ikut melangkahkan kaki nya menuju ke ruangan ganti, karena sebentar lagi dia akan menampilkkan drama pentas seni


sesampai nya Cakra di ruangan ganti, lelaki itu langsung membulatkan mata nya saat melihat Putra yang telah di poles wajah nya menjadi seorang wanita yang sangat cantik, Ia pun langsung tertawa terbahak-bahak.


"Anjay cantik banget Lo, kalau nggak ingat lo berbatang udah gue ajak lo pacaran". Ucap Cakra


"Hei, Anda kira saya wanita apaan". ketus Putra


Satria pun mendekat dan menoyor kepala Putra saat mendengar perkataan putra yang menjijikan


"lah Mas pangeranku kan lebih suka yang ngada-ngada gitu". sahut Putra dengan Nada yang centil


Leon yang mendengar itu langsung melirik ke arah Putra dan langsung merinding bergidik ngeri


" Ck! gue tampol pala Lo ya kalau kayak gitu".


pentas seni pun di mulai, di awali dengan berbagai kata sambutan hingga langsung memulai pertunjukan tersebut.


"Siap siap Pangeranku sayang, Bentar lagi kita yang akan tampil". perintah Putra


"Jangan Lo kayak gitu, gue geli anjir!". sinis Leon


Satria pun hanya tertawa dengan keras dan langsung membulatkan mata nya, saat melihat sosok Lea yang ada di depan pintu ruangan dengan tersenyum manis.


"Lea....".

__ADS_1


Leon langsung menolehkan kepalanya saat mendengar ucapan Satria yang memanggil nama seseorang yang sangat ia kenali, Ia pun langsung berdiri tegak dengan manik mata nya yang melebar.


tanpa babibu lagi , Leon langsung berjalan mendekat ke arah wanita itu, Lea terus tersenyum ke arah Leon dan lelaki itu langsung membawa nya ke dalam pelukan nya.


"Waduh tutup mata lo Pitri Siljy, nanti lu cembokor badai Lagi". ucap Cakra yang langsung Menutup Mata Putra dengan rapat menggunakan kedua tangan nya


"Dih lepasin bocah!". Ujar putra yang menepis kasar tangan Cakra


" Jangan di lihat gue bilang nanti lo cembokor badai lagi terus bunuh diri". Jelas Cakra dengan dramatis


Satria pun langsung melirik ke arah mereka berdua yang sedang mendebatkan hal yang tidak jelas


" put, putri salju itu kayak Lea tuhh, udah cantik, Anggun badan nya juga bagus bukan kayak Lo berkumis tipis".


"Eh udah ya kalian itu para kurcacil yang nggak berguna diam aja dehh!! ini bukan kumis sembarangan ya, ini pemikat sang pangeran taukk". Jawab Putra


"Minggir deh kalian, Pangeran gue di rebut sama penyihir ". teriak Putra


"Anjay.. penyihir? mana ada penyihir yang cantik nya kayak lea". ujar Cakra tertawa dengan keras begitupun dengan semua yang ada di ruangan tersebut, bahkan Devan yang sudah dari tadi selalu diam dengan raut wajah yang tanpa kesal ikut tertawa tipis karena tingkah dari mereka bertiga


"Pangeranku, jangan tergoda sama Penyihir itu ya". ujar putra yang melepaskan pelukan Leon dan Lea


Lea sendiri Langsung membulatkan mata nya dan menatap ke arah Putra


"Kak Putra, Ya ampun Ini Benaran kak Putra, gue yang cewek aja kalah cantik nya sama Lo".


"ya iyalah kita kan beda kasta, sana jauh-jauh dari pangeran gue". ujar Putra yang menyibakan tangan nya dengan centil


"hati-hati loh valakor varian terbaru udah muncul sekarang Le..". Teriak Satria


"kalau lo nanti betingkah gue dorong lu ke bawah panggung! ". ancam Leon kepada Putra


Lea hanya tertawa kecil dan menatap ke arah Leon yang juga menatap nya dengan Tatapan yang dalam


"Kenapa? ". tanya Lea mengerutkan kening nya


"Kenapa kamu tiba-tiba ada di sini? Kenapa kamu nggak ngabarin aku dulu? Kapan kamu balik nya? kapan juga kamu sampai? kenapa kamu nggak ngabarin aku? Emang nya aku nggak sepenting itu Ya sampai aku nggak perlu tahu apa yang kamu lakuin?". Tanya Leon bertubi-tubi


"Astaga dragon, udah berapa lama Lo nyiapin pertanyaan sebanyak itu hah?". tanya Putra

__ADS_1


"pantesan sih dia diem mulu di pojokan kelas ternyata lagi ngerangkai pertanyaan". Timpal Satria


"Lea, jawab!". perintah Leon lagi


__ADS_2