Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
perasaan yang terguncang


__ADS_3

"Nduk,,Ayo pulang. ada yang mau Bapak bicarakan sama kamu". aja bapak nya


Lea pun bangkit dan mengecup Nisan yang bertuliskan nama Ibu nya, lalu mencoba memberikan senyuman terbaik nya, walaupun nyata nya masih tergambar nyata kesedihan yang mendalam di manik mata indah nya itu.


" Lea pulang dulu ya Bu, Nanti lea akan sering-sering berkunjung ke rumah ibu". Ucap Lea


wanita itu pun melangkahkan kaki nya mendahului bapak nya, dia juga merasa kecewa dengan lelaki paruh baya itu, karena sudah menyembunyikan kenyataan ini Dari Diri nya.


sesampai nya mereka di rumah, Pak Heru memeluk anak perempuan semata wayang nya itu, sambil menangis


"maafin Bapak ya, Nduk. kamu harus lihat video ibu kamu ini". Ujar Pak Heru seraya melepaskan pelukan itu dan memberikan sebuah rekaman video kepada Lea


lea pun melihat nya dengan Tatapan yang sangat sulit di artikan.


"Kamu jangan marah atau benci sama Nak Leon, dia hanya menjalankan tugas saja. Dia sangat mencintaimu dan kamu harus melihat video ini". perintah bapak nya


Kini terdapat sebuah rekaman video di tangan nya, wanita itu kini menatap nya dengan Tatapan yang sendu, ia langsung melangkahkan kaki nya menuju kamar nya untuk melihat seorang diri.


di putar nya rekaman itu , setelah ia berkali kali menyiapkan hati nya untuk kuat


Di sana terlihat wajah cantik dan senyuman manis milik ibu nya, Hal itu membuat tangis nya kembali pecah.


Lea menutup mulut nya dengan rapat-rapat menggunakan kedua tangan nya, agar suara nya tak terdengar oleh siapapun.


dalam video tersebut, wanita paruh baya itu sedang tersenyum dengan manis, dengan tubuh yang sudah terpasang banyak alat medis.


tangan nya pun melambai ke arah kamera, seolah sedang menyapa Lea langsung di sana.


(Lea, anak ibu yang paling cantik. janji ya sama ibu, kalau Lea lihat video ini kamu jangan menangis, karena sudah pasti jika kamu melihat video ini Ibu sudah pergi jauh dan tempat kita juga sudah berbeda. ibu sayang sama kamu, sama bapak, dan semua nya. tapi mungkin Ibu nggak bisa terlalu lama berada di dunia ini lagi. Nduk, maafin ibu karena sudah menyembunyikan semua nya dari kamu, Ibu semakin nggak kuat jika lihat kamu menangis nanti. ibu mohon jangan benci bapak atau nak Leon ya, karena mereka berdua ibu yang paksa untuk tidak memberitahukan nya ke kamu. Nak Leon anak yang baik, Dia sangat mencintaimu dengan tulus. Dia terpaksa menyembunyikan nya, karena permintaan terakhir dari ibu kepada nya. Nduk, saat ini Ibu sudah tenang meninggalkanmu karena kamu sudah bahagia bersama Nak Leon. kamu harus bahagia selalu ya, dan jangan bersedih berlarut ya, Nduk. Ibu Pamit). Isi Video Ibu Lea

__ADS_1


tiba-tiba pintu terbuka, Lea melirik ke arah pintu itu yang ternyata adalah suami nya. Lelaki itu sedang menatap nya dengan Tatapan yang dalam, Lea mengusap kasar air mata nya dan langsung turun dari ranjang dan mendekat ke arah Leon.


ia memeluk lelaki itu dengan erat dan tangisan nya kembali pecah, suami nya itu membalas pelukan istri nya dan mengusap kasar air mata nya yang jatuh begitu saja, dengan tangan satu nya menutup pintu kamar.


"kamu boleh nangis sepuas nya saat ini, Tapi janji setelah ini kamu harus tersenyum, karena Ibu pasti nggak suka jika Putri Cantik nya ini terus menangis". ujar Leon sambil mengusap lembut punggung istri nya


Lea sendiri tidak bersuara, ia hanya terus menangis di dalam pelukan suami nya itu.


Setelah itu, Lea melepaskan pelukan nya dan menatap ke arah Leon dengan mata nya yang sudah membengkak karena terus terusan menangis.


hati Leon kini benar-benar hancur saat melihat istri nya seperti ini, dia langsung mengajak Lea duduk di pinggir ranjang dan mengusap lembut pipi wanita itu yang basah karena air mata.


Leon mengecup lembut kedua mata Istri nya dan tersenyum manis ke arah istri nya itu


"maafin mas, ya Sayang. Mas, tahu kalau ini salah dan semua ini nggak adil buat kamu. Mas belum bisa jadi suami yang baik untuk kamu, Mas...".


ucapan Leon itu membuat Lea menghentikan nya dan menutup mulut Leon menggunakan jari telunjuk nya.


Leon pun menganggukan kepala nya saat mendengar perkataan dari istri nya itu.


"Kamu boleh di sini sampai kapanpun yang kamu mau, Jika kamu sudah ingin kembali ke apartemen kita, bilang ke Mas ya, kita akan sama-sama pergi ke sana". Ucap Leon


Lea pun menganggukan kepala nya menyetujui perkataan dari suami nya itu.


"kamu Pulanglah lebih dulu Mas, aku di sini sendiri saja, Kamu harus selesaikan ujianmu dulu".


pintu kamar pun di ketuk, membuat Leon berdiri dan langsung membuka nya.


" Putra, Satria? kalian berdua kenapa ada di sini?".

__ADS_1


"Lea kamu yang kuat ya". ujar Sisil yang menangis tersedu sedu dan langsung masuk ke dalam kamar dan memeluk Lea dengan erat, memberikan kekuatan untuk sahabat nya itu.


Putra dan Satria ikut masuk dan ingin memeluk Lea juga, namun Leon langsung menarik kasar tangan mereka berdua dan memeluk nya.


Kedua lelaki itu pun langsung mendorong kasar tubuh Leon dan membersihkan baju mereka yang merasa ternodai.


"Lea, kamu harus kuat ya. maafin kami telat datang ke sini, karena kami tadi nyasar". ujar Satria


"Kenapa kalian bisa tahu?". ujar Lea melepaskan pelukan dari Sisil


"tadi Cakra yang ngasih tahu sama kita". Jawab sisil


"kalian semua seharus nya enggak perlu repot-repot datang ke sini lagi, ini tuhh jauh banget loh dari kota". sahut Lea


"enggak jauh, ini dekat kok". sahut Putra


semua menatap ke arah Putra dengan Tatapan yang sangat sulit di artikan, lelaki itu datang dan masih berpura-pura Hilang Ingatan.


"Kenapa Kak Putra ikut juga? Bukan nya dia masih Hilang Ingatan ya? kan dia udah enggak nganggap kita teman nya, ya kan? ". tanya Lea dengan bingung


"semenjak dari rumah sakit, hati gue makin lembut. Jadi gue harus ikut walaupun kalian bukan Temen gue, temen sih Tapi cuma Lea doang". sahut Putra


Lea pun berdiri dan langsung melangkahkan kaki nya untuk keluar.


"kalian semua yang nyaman di sini ya, gue mau sendiri dulu". ujar Lea


"tapi...". ucap Sisil yang Ingin menyusul, namun di halangi oleh Leon.


"gue mohon jangan ganggu Lea dulu ya, saat ini perasaan nya lagi terguncang, Biarin dia menenangkan perasaan nya dulu. mendingan kalian semua ikut gue aja". Ajak Leon

__ADS_1


Leon pun membawa mereka semua ke ruang keluarga dan bergabung dengan Mama dan Papa Leon dan juga bapak mertua nya itu.


__ADS_2