
"eh loh anak baru, siapa nama lo? ". tanya Marsha dengan simis
"Lea sendiri Langsung memperlihatkan name tag di baju nya kepada Marsha tanpa mengeluarkan sepatah kata pun bahkan memandang Marsha pun tidak
Marsha langsung menyeringai dan memajukan langkah nya dengan sombong, Sedangkan para siswa dan siswi lain nya yang berada di kantin Tengah mempersiapkan ponsel mereka masing-masing, untuk menangkap sebuah momen panas itu.
"gue ingetin sama Lo ya, jauhin Leon!! kalau lo udah terlanjur pacaran sama dia, gue minta lo putusin dia sekarang juga!". perintah Marsya dengan nada yang di tekankan
" Emang nya kenapa? apa ada masalah sama lo? ". tanya Lea mengerutkan kening nya
" Ckckck kenapa? kenapa Lo bilang Hah? Leon itu milik gue dan Lo Nggak pantas sama dia, level kalian berdua tuh jauh berbeda!". hina Marsha
"Level Apa? level Mie gacoan? level berapa lo? satu... dua.. atau tiga.. apa lima sekalian biar mulut Lo kepedesan tuh biar kapok". Ucap Putra yang baru saja datang bersama Satria
" Marsha.. Marsha.. udah deh, Lo jangan ganggu Leon dan Lea lagi, semua kan udah terbukti kalau selama 3 tahun ini cinta Lo bertepuk sebelah tangan sama Leon, dan itu tanda nya kalau lo bukan tipe cewek Leon". ketus Satria
"Lo jangan coba-coba ngancem Lea lagi, Leon gk akan biarin lo hidup dengan tenang, kalau lo apa-apain Lea. Ya, Gue cuma kasih peringatan aja sih sama Lo". lanjut Satria
"Kalian berdua kenapa sih jadi belain si kampungan ini? ". tanya Marsya dengan kesal
"Kami berdua berbicara sesuai sensus penduduk!". sahut Satria
"Mata Lo sensus penduduk, sesuai fakta kalii!". Timpal Putra
" Duhh.. apaan sih Kalian, Udah deh jangan di ladeni, Ayo kita lanjut makan aja". Ujar Sisil mendorong tubuh mereka untuk duduk di kursi
"eh Lo kan yang kemarin ngatain gue!". Ujar Marsha menarik lengan Sisil dan mencengkram nya dengan kuat, Sisil langsung menepis tangan Marsha dengan kasar.
" Duh jangn suka gangguin orang Deh Lo, hidup lo tuh berguna dikit kek, mending lo gunain hidup Lo buat nyari duit sana, jangan Nyari masalah mulu". usir Sisil dengan sinis
PLAKKK....
tamparan keras mendarat di pipi Sisil, membuat Lea syok dan langsung mendekat memegang pipi Sisil yang nampak kemerahan dengan meninggalkan bekas telapak tangan dari Marsha.
Satria juga ikut melihat bekas telapak tangan Marsha di wajah sisil dengan panik
"Marsha apa apaan sih Lo, gk ngotak Lo ya main nampar anak orang". Geram Satria
__ADS_1
"Heh Lo punya mulut itu di jaga, kalian kenapa sih spesialin anak kampungan ini sampai kalian terus-terus belain dia". Ketus Marsha
" Buka Mata Kalian, kalau kalian Cuma di manfaatin doang sama dia". lanjut Marsha dengan ketus
"kalau emang Lo punya masalah sama gue jangan bawa orang lain ke dalam lingkaran masalah yang lo ciptain sendiri! Gue prihatin banget sih sama lo , tepat nya gue Kasihan karena lo punya wajah cantik, tapi sayang Otak Lo enggak berfungsi!". hina Lea dengan Tatapan yang tajam
"Ck! sialan dasar kampungan!!". Teriak Marsha dengan tangan yang ingin menampar wajah Lea, namun langsung di tepis kasar oleh Satria.
"cukup ya Marsya, yang di bilang sama Lea itu valid. kan memang benar Otak lu enggak pernah berfungsi". hardik Satria
" Ck! Awas ya kalian". Ujar Marsha yang sudah merasa sangat di permalukan, hingga ia pergi meninggalkan kantin.
sedangkan Sisil langsung tersenyum lalu mengacungkan kedua jempol nya ke arah Lea dengan tatapan bangga
"gue bangga banget sama Lo Lee.. wah adik kecil gue ini sekarang sudah semakin dewasa". ujar Sisil
" Masih sakit?". tanya Satria penuh perhatian
"Enggak kok, udah gk sakit". sahut Sisil
" Ya udah gk sakit dong, kan udang babang putra obatin tadi lewat jalur batin". sahut Putra
"Lea... lea.... Lo di panggil tuh sama Pak Budi ke ruang BK sekarang". ujar Riko dengan nafas yang tersengal-sengal
kini mereka semua menoleh ke arah Riko dengan tatapan kebingungan
"Duh pasti ini ulah Kak Leon huhh...". ujar Lea yang langsung bangkit dan meninggalkan mereka semua menuju ke ruangan BK
" kenapa Lea? kenapa Lea di panggil ke ruangan BK?". Tanya Sisil khawatir
"ya karena apa lagi, kalau bukan karena si Leon si budak cinta". Sahut Putra
Kini mereka berempat berjalan menuju ke ruangan BK, lalu Sisil melirik ke arah Putra dengan tatapan kebingungan.
"Kak Leon Kenapa? bertengkar lagi? Tapi gara-gara apa? trus kenapa Lea di bawa-bawa? ".
"bukan bertengkar sayangku, tapi Leon gak terima kalau pacar nya menjadi salah satu siswa pertukaran pelajar selama berbulan-bulan". jelas Satria
__ADS_1
"Oh jadi karena itu, jadi Kak Leon protes gitu".
"bener sekali, kamu bener banget sih. kamu udah cantik, pinter lagi duhh kesayanganku". jawab Satria tersenyum manis
"Emangbnya nanti lo nggak takut ya kalau misal nya udah nikah nih sama Sisil, tiba-tiba anak kalian pas udah besar ngeledek Lo". Sahut Putra
" Ngeledek maksud Lo? ".
" Ya ngeledek, misal nya kayak gini 'Mah kenapa sih nikah nya sama papa, papa itu kan jelek dan mama cantik, jadi kalau mama nikah sama papa kan aku jadi jelek". sahut Putra dengan menirukan suara anak kecil
"dasar sialan!". umpat Satria
kini mereka berempat pergi menuju ke ruangan BK, nampak Tiara menghela nafas nya dengan panjang.
Dia lalu mengetuk pintu tersebut dan terdengar suara mempersilahkan Lea untuk masuk ke dalam . wanita itu pun langsung membuka pintu dan ketiga orang di di belakang nya juga ikut masuk.
"Hei! Kalian bertiga Ngapain ikut masuk, keluar sana". Perintah Pak Budi
"Astaga Pak, Masa gitu aja nggak boleh". Sahut Putra
Kini mereka bertiga pun langsung keluar dari ruangan itu.
di ruangan BK, Leon dan Lea saling menatap dengan Tatapan yang tajam seakan menyiratkan sebuah peperangan dalam rumah tangga.
"Ada apa ya Pak manggil saya? Memang nya saya ada salah apa Pak? ". tanya Lea saat sudah duduk di kursi dengan tenang
"Jadi gini, kan kamu masuk ke daftar siswa yang akan di pilih untuk program pertukaran pelajar. namun Leon protes karena kamu ada jadwal drama untuk pensi yang akan di adakan sekitar 3 bulan lagi, jadi kamu mau pilih untuk tetap ikut seleksi atau mundur dari sekarang". Jelas Pak Budi
"Pak, saya masih punya waktu dan keputusan nya besok kan. sekarang saya juga belum, saya akan terpilih atau tidak, keputusan nya kan setelah pulang sekolah baru di umumkan, Jadi jika nanti saya lolos saya izin ke orang tua dulu boleh?". tanya Lea
" Baik, Boleh". Sahut Pak Budi
"Ya sudah kalau gitu Pak, kalau sudah selesai saya boleh keluar sekarang?".
"boleh Boleh silakan".
Lea langsung keluar dan di ikuti dengan Leon, hingga wanita itu menarik Leon untuk menjauh dari ruangan BK.
__ADS_1
Leon hanya mengikuti Lea dan tak ingin menatap wajah wanita yang berada di depan nya, Lea mengajak Leo untuk berbicara di dalam mobil, lebih tepat nya dia tak ingin ada seseorang yang mengganggu pembicaraan mereka berdua saat ini.