Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Season Two : Harapan Mila


__ADS_3

Malam hari Mila datang ke rumah Alea. Setelah gadis itu meminta alamat rumahnya dari Arya.


Mila mengatakan ingin bertemu dengan Arya pada kakaknya beberapa hari yang lalu.Tapi dia tak memberitahukan bahwa sekarang waktunya dia ke rumah itu.


Mila pergi tanpa pamit pada kakaknya. Dia memesan taksi untuk mengantarnya ke kediaman keluarga Alea.


Saat sampai di sana, Mila segera mengetuk pintu. Dan tepat sekali yang membuka pintunya adalah seorang pria yang sebaya dengan kak Alea. Mila berpikir itu pasti kakaknya Alea, Arkan.Juga sahabat dari kakaknya.


"Cari siapa ya?" tanya Arkan dengan sikapnya yang dingin tanpa ekspresi apapun.


"Maaf kak, aku lagi nyari kak Alea," jawab Mila.


Sejenak Arkan memandang gadis kecil di depannya itu. Dia teringat seseorang saat memperhatikan wajahnya.


"Masuklah,dia sedang mandi," jawab Arkan mempersilahkan Mila masuk ke rumahnya.


Mila mengikuti Arkan masuk ke dalam rumah. Setelah itu Arkan meminta Mila untuk duduk di sofa terlebih dahulu.


"Duduklah, aku akan memanggilnya dulu," pinta Arkan.


"Kak tunggu, jangan panggil kak Alea dulu. Sebenarnya aku ingin berbicara hal penting dengan kakak," ucap Mila.


Arkan mengernyitkan dahinya, dia bahkan tak mengenal gadis itu. Tapi kenapa gadis itu hendak berbicara hal penting padanya.


"Tunggu, kita tak pernah mengenal, ada hal apa sampai harus menyampaikannya padaku?" tanya Arkan.


"Ya kak, saya Mila, dan kakak pasti kak Arkan kan?" tanya Mila. Arkan terkejut ternyata gadis kecil ini mengetahui namanya.


"Ya aku Arkan, siapa sebenarnya kamu? Dan hal apa yang ingin kamu ucapkan?" tanya Arkan. Kini keduanya duduk di sofa.


"Maaf sebelumnya kak, kalau aku lancang. Aku adalah adik kandung Reihan. Kakak pasti mengenalnya kan?" tanya Mila.


"Oh jadi kamu mau bahas pria itu, kalau iya silahkan pergi. Aku tak mau membahasnya!" ucap Arkan dingin.


"Kak tunggu, tolong dengerin dulu jangan ngusir Mila."


Gadis itu memohon pada Arkan, membuat pria itu tak tega.

__ADS_1


"Mila tahu kak Arkan pasti benci dengan kak Reihan. Mila sudah tahu alasannya kak. Tapi kak Reihan jauh lebih menderita karena hal ini. Sudah bertahun-tahun bahkan dia tak bisa melupakan kejadian itu kak. Dia bahkan tak pernah lagi dekat dengan gadis di luar sana."


Mila tak bisa menahan air matanya. Arkan masih terdiam mendengarkan gadis itu.


"Kak Reihan sangat menderita kak, tolong kak Arkan memaafkannya!" pinta Mila sambil sesenggukan.


" Sudahlah Mila, kamu tak seharusnya membela kakakmu itu. Biarkan dia menerima hukuman dari perbuatannya!" jawab Arkan masih kukuh dengan pendiriannya.


"Ya, Mila memang gak bisa merubah apapun. Setidaknya hal yang sebenarnya sudah Mila katakan ke kak Arkan. Kalau begitu tolong sampaikan salam Mila ke kak Alea. Mila pamit pulang dulu," Mila merasa kecewa dengan Arkan. Tapi semua yang ingin dia katakan sudah dia keluarkan dari mulutnya.


"Baiklah, nanti aku sampaikan," jawab Arkan,Mila segera keluar dari rumah itu.


Dari balik tembok penyekat antara ruang tamu dan ruang keluarga, Alea mendengar semua yang di ucapkan Mila.


Dia sudah selesai mandi dari tadi. Dan tak sengaja mendengar ucapan Mila tentang Reihan. Mila menjadi semakin penasaran,hal apa yang sebenarnya terjadi. Dan lebih mengejutkan lagi ternyata kakaknya mengenal Reihan.


Di luar rumah Mila masih menunggu taksi melewati jalanan rumah itu.Namun tak satupun datang.


Arya yang kebetulan baru pulang dari rumah temannya menghampiri Mila.


"Mila?" sapa Arya. Mila menoleh ke arahnya.


"Loh kamu dari rumahku? nyari kak Alea ya?" tanya Arya.


"Eh iya tadi nyari kak Alea."


Melihat gelagat Mila,Arya tahu pasti gadis itu tengah menunggu taksi.


"Udah malam kayaknya di sini jarang ada taksi, gimana kalau aku antar ya?" Arya tak tega melihat seorang gadis malam-malam sendirian menunggu taksi.


"Tapi nanti malah merepotkan mu Arya," jawab Mila.


"Gak apa-apa, kan ada pak sopir," ucap Arya sambil tertawa kecil.


"Baiklah, maaf merepotkan mu," Mila akhirnya mau menyetujui ajakan Arya.


Keduanya lalu masuk ke dalam mobil. Dengan diantar sopir pribadi keluarga itu. Arya dan Mila duduk di bagian belakang. Keduanya hanya saling diam. Tak tahu ingin memulai percakapan apa lagi.

__ADS_1


Hingga hampir tiba di rumah Mila. Keduanya saling memanggil nama masing-masing secara bersamaan.


"Mila."


"Arya," ucap keduanya berbarengan. Hingga keduanya menjadi salah tingkah.


"Kamu duluan," ucap Arya pada Mila.


"Makasih ya udah nganterin aku," ucap Mila.


"Ya sama-sama," jawab Arya sambil tersenyum.


"Tadi kami mau ngomong apa?" tanya Mila.


"Em selamat malam," ucap Arya pelan.


"Ya selamat malam juga," kini Mila sudah turun dari mobil karena mereka sudah sampai di rumah Mila.


Arya membalas dengan senyuman, begitu juga dengan Mila. Dia melambaikan tangannya sebelum Arya benar-benar kembali ke rumahnya.


"Darimana aja kamu?" ucap Reihan dari balik gerbang dengan suara mengagetkan Mila.


"Main di rumah temen kak," jawab Mila.


"Kenapa gak ngomong ke kakak?" protes Reihan.


"Hehehe aku gak sempat bilang ke kakak tadi,maaf deh lain kali gak akan gini lagi." Mila tertawa kecil untuk meredakan kecurigaan kakaknya.


"Awas kalau menghilang lagi, kakak gak akan cari kamu!" ucap Reihan dingin.


"Iya-iya, udah ayo masuk di luar dingin sekali!" ucap Mila sambil mendorong punggung kakaknya agar segera masuk ke dalam rumah.


Keduanya tinggal bersama bibi pembantu. Sedangkan kedua orang tua Mila dan Reihan berada di luar negeri karena urusan pekerjaan mereka.


Keduanya sudah terbiasa saling mengkhawatirkan satu sama lain. Tak jarang bahkan Mila harus merasakan posesifnya sang kakak dalam menjaganya.


Mila memaklumi itu, pasti sang kakak trauma dengan kejadian di masa lalu. Dan sekarang dia tengah berusaha menjaga adik perempuannya dengan baik.

__ADS_1


"Makasih ya kak Rei, kamu udah menjaga Mila dengan baik. Mila akan membantu kakak buat tersenyum lagi dengan kehadiran seorang gadis bersamamu," batin Mila berharap suatu saat kakaknya akan jatuh cinta lagi. Dan tak akan menyiksa diri sendiri seperti sekarang.


__ADS_2