
"Hamil? ". tanya Lea yang terkejut mendengar kata itu
"gila ya Lo Bro, Top cerita juga joni Lo.. Baru beberapa bulan udah jadi aja kecebong Lo, kalau nggak sama mama nya sama anak nya sabi kali ya gue". tanya putra
"maksud lo apaan hah?? anak gue sama kakek-kakek kayak lo gitu? idih amit-amit, najiss". Ketus Leon
"lihat ya nanti, gini-gini gue bakalan awet muda tahu. jangan salah sangka Lo, boleh ya nanti anak lo buat gue aja ya Lea". pinta putra
"Ckk najiss!! kagak ikhlas gue ya". Sahut Lea yang langsung melemparkan bantal sofa ke arah putra
"yelah, gitu doang kali bisa dong kalau cuma gitu" Ucap putra
"ya udah sama mama indah aja deh gimana? ". sambung Putra yang tertawa dengan keras dan langsung berbalik bersembunyi di balik sofa
Leon langsung menatap tajam ke arah putra dan langsung mendekati nya, Lelaki itu lalu menonyor kepala putra.
" Guebpunya bapak tiri kayak Lo yang ada kami satu keluarga gila semua bakalan, Udahlah Lo ngapain ke sini hah? ". tanya Leon
"ini gue...". ujar putra yang terpotong saat Lea kembali meringis kesakitan dan memegang perut nya
"Sayang masih sakit ya?". Tanya Leon cemas
" Ya iyalah, kamu pikir aku pura-pura apa sakit nya". Ketus Lea
"Ya udah kalau gitu kita ke rumah sakit ya". ajak Leon dengan lembut
"Ngapain kamu mau ajak aku ke rumah sakit?kamu mau buktiin aku pura-pura sakit? iya gitu? kalau aku hamil, aku belum siap juga kalau hamil, aku nggak mau periksa ya". Ucap Lea dengan sinis
"tapi kamu harus di periksa sayang, sebenar nya itu perut kamu kenapa bisa sakit". ujar Leon
" Ya sudah kalau gitu, beliin aja gue testpack. gue bisa tes sendiri di rumah, gue mau masuk ke kamar dulu jangan ganggu terus ya!".
"kenapa binik Lo emosi banget sih? ". tanya putra
"Ya itu karena dia masih marah kali karena gue tadi beranten sama Devan". Sahut Leon
"Ya Lo sih, tapi ya udah deh enggak apa-apa, lagian karena hal ini juga Marsha akhir nya bisa di ketahui busuk nya, walaupun dia cantik, kalau tingkah nya seperti itu gue juga yang jelek ini bakal mikir mikir juga sih kalau mau berhubungan sama dia". Ucap Putra
" Tapi kenapa ya dia cuma satu minggu aja di skorsing, harusbnya dia tuh di keluarin aja dari sekolah".
__ADS_1
"Mas!!!". Teriak Lea dari dalam kamar
Leon langsung bangkit dan berlari menuju arah kamar nya saat istri nya itu berteriak
"iya sayang? kenapa? sakit lagi ya? Kita ke dokter ya,". Ajak Leon
"mas, aku biasa nya enggak pernah kayak gini Loh..". Ujar Lea seraya meringis menahan rasa sakit pada perut nya
" Sebentar ya sayang, mas mau telpon dokter pribadi keluarga dulu".
Kini Leon langsung menghubungi dokter pribadi keluarga nya, ia keluar dari dalam kamar membuat putra langsung menghampiri nya
"Huh kenapa panggil ang gue gk di jawab, ini mana lagi kok gk di angkat juga". kata Leon yang sudah kesal
Lelaki itublangsung mendekatkan ponsel tersebut di telinga nya saat sangat dokter menjawab panggilan dari Leon
"dari mana aja sih dok, dok tolong datang ke apartemen Leon ya, istri Leon lagi sakit. Tolong periksa ya Dok, eh jangan deh Dok, tolong panggilin dokter perempuan aja deh suruh ke sini ya". Ucap Leon
"Ya udah nanti dokter Putri aja yang akan datang ke sana". sahut dokter itu
Leon mematikan sambungan telepon nya, lalu menatap ke arah putra
"siap laksanakan Papa Mertua, demi Calon Istri Hamba". Sahut Putra
"Ck! awas lo ya kalau bilang gitu lagi, sialan Lo!". Sengit Leon
Putra sendiri hanya tertawa kecil dan langsung berjalan menuju ke luar Apartemen, sedangkan Leon langsung masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan istri nya.
"sayang, sebentar di tahan ya sakit nya. sebentar lagi dokter nya bakal ke sini kok". Ucap Leon
"ngapain? aku cuma lagi datang bulan aja kok, aku baru tahu tadi". jelas Lea
"apa? kamu lagi datang bulan? iya? jadi kamu nggak hamil?". Tanya Leon
" Iya mas, biasa nya aku enggak pernah sampai sesakit ini". Jawab Lea
Leon sendiri langsung murung dan tubuh nya lemas terbaring di atas ranjang dengan melebarkan tangan nya di biarkan begitu sajam
"Kamu kenapa sih mas kok begitu? ". Tanya Lea yang aneh ketika melihat ekspresi dari suami nya itu
__ADS_1
"itu, ternyata dedek bayi nya gagal tercetak dan kamu malah datang bukan jadi gk bisa nganu deh"? Ucap Leon kemas
Lea membulatkan mata nya dan langsung melempar bantal ke arah suami nya itu, karena masih semoat sempat nya memikirkan hal seperti itu.
"Hem kamu butuh air hangat atau kompres di perut kamu?". tanya Leon
"nggak perlu, perut nya udah mendingan kok, aku mau tidur aja jangan di ganggu". kata Lea
"Ya ampun istri datang bulan kok begini amat ya". Gumam Leon
"Husstt.. jangan ribut". Tegur Lea
"iya sayang maaf, nggak ribut". Leon langsung keluar dari kamar dan menghampiri Putra yang masih menunggu dokter itu
"woi! mana dokter itu, kok nggak datang-dateng dari tadi, apa dia tersesat di hutan amazon". tanya putra dengan kesal dan Leon tidak menjawab
Lelaki itu langsung duduk di atas tangga di ikuti oleh putra yang menatap nya bingung
" kenapa lo kok lecek banget muka Lo kayak cucian belum kering".
"Merana hidup gue". Ucap Leon dengan lesu
"bahasa lo, merana merindukan mbak ana? lo emang kenapa sih, kesel sama gue?". tanya putra
" Lea lagi datang bulan". Jawab Leon
"jadi Lea cuma datang bulan doang?". Ujar PPutra
" ya udahlah, gue tadi niat nya mau bantuin lea buat ngasih tahu tugas dari Sisil, tapi karena dia lagi mode senggol bacok, ya udah gue mundur aja deh, semangat berjuang ya untuk meraih masa depan yang cerah, kalau dia marah-marah lo jangan ikutan marah juga Bro, Lo harus lembutin dia terus lo cium dahi nya, lo cium pipi nya". Jelas Putra
"Gue enggak pernah gagal, percaya deh sama gue". Sambung Putra yang menaikkan satu alis nya
"enggak yakin gue sama Lo". Ucap Leon
"ya udah terserah, inti nya itu adalah cara yang paling ampuh, kalau enggak percaya ya udah cobain aja. meski gue jomblo, gue tahu gimana cara nya bikin pasangan seneng". Ujar Putra lalu pergi untuk pulang
Leon kemudian berpikir keras, ia langsung mengambil ponsel nya dan memesan makanan terlebih dahulu untuk mereka berdua, setelah itu Leon langsung bangun dan melangkahkan kaki nya masuk ke dalam apartemen.
dia mau mengunci pintu nya kembali dan berjalan menuju kamar nya, dia melihat istri nya yang masih tertidur dengan memegang perut nya yang masih sakit.
__ADS_1