
"Nggak sopan banget pegang-pegang."Ucap Erlan menatap tajam kepada Riky.
"Erlan."Ucap Clara berdiri dari duduknya.
"Clara, dia siapa?"Tanya Riky.
"Gue s ... "ucap Erlan terhenti karena Clara menyela nya.
"Bukan siap-siap kok, dia cuma kakak kelas, temen gue doang, kak Erlan, ngapain ke sini ya? Bangku di sana masih banyak kalau mau makan."Ucap Clara kepada Erlan.
"Clara, Lo, kok."Ucap Erlan yang sudah kehabisan kata-kata.
"Kakak kelas? Salam kenal kakak kelas, aku Riky, murid pindahan sekelas Clara."Ucap Riky dengan col nya.
"Gak penting, Clara, Lo ngapain duduk sama dia? Anak baru udah dekat aja ya?"Ucap Erlan.
"Kak Erlan."Panggil Tina dari belakang Erlan.
"Nah, pujaan hati Lo udah dateng tuh, Riky ayo, pergi dari sini, panas banget."Ucap Clara yang kemudian memegang tangan Riky dan mereka pun pergi dari kantin tersebut.
Hal ini membuat hati Erlan terbakar api cemburu, tidak di sangka Clara benar-benar membencinya, bahkan sampai tidak mau mengangap nya apapun lagi di hadapan laki-laki itu.
__ADS_1
"Kak Erlan, dia itu Riky, murid baru di kelas kami, aku dengar-dengar sih dia pindahan dari kota xx."Ucap Tina kepada Erlan.
"Gue gak peduli."Ucap Erlan yang kemudian juga berjalan pergi dari kantin.
"Arghhh! Ngeselin banget sih, kok bisa ya dia ninggalin gue gitu aja di sini?"Kesal Tina.
Sementara itu.
"Clara, Lo ngapain narik- narik gue sih? Gue belum juga abisin makanan."kelsal Riky.
"Ya maaf."Jawab Clara menuduk.
"Lo kenapa? Cowok tadi itu siapa? Dia mantan Lo? Atau cowok Lo? Lo udah ada cowok?"Ucap Riky panjang lebar.
"Lo gak bohong sama gue? Apa dia udah bikin Lo sakit hati? Bilang ke gue, biar gue yang kasih pelajaran cowok playboy kayak dia."Ucap Riky yang tidak tau apa-apa soal Clara dan Erlan.
"udah, udah gak usah, Lo bilang Lo mau di ajak ke perpustakaan, ayo!"Ucap Clara berusaha menyembunyikan rasa sedih nya dan menarik Riky kembali untuk menuju perpustakaan.
Sementara itu Riky hanya menurut apapun yang di katakan Clara.
Namun tampa di ketahuan oleh Clara dan Riky, Erlan sedang mengikuti dan mengamati mereka berdua.
__ADS_1
"Gak bisa, ini gak bisa di biarin, gue harus jauhin Clara dari laki-laki itu, tapi apa hubungan mereka berdua? Masa baru kenal langsung dekat banget? Gak, gue gak bisa biarin ini, Clara bisa di ambil orang."Ucap Erlan dengan penuh rasa cemburu di hatinya.
Erlan pun terus berjalan mengikuti Clara dan Riky yang masuk ke dalam perpustakaan.
Selama itu juga Erlan mengintip apa saja yang mereka lakukan.
Clara bahkan terlihat sangat terhibur di samping Riky, hal ini semakin membuat hati Erlan berkeping-keping.
Ia pun tidak tahan dan kembali menghampiri Clara dan Riky yang sedang duduk dalam perusahaan dan sedang bercanda bersama.
"Clara ayo ikut gue."Ucap Erlan menarik tangan Clara.
"Apa-apaan Lo?"Tanya Riky kaget.
"Jangan ikut campur!"Ucap Erlan menujuk wajah Riky.
"Riky tunggu di sini sebentar, gue bicara sama dia dulu."Ucap Clara.
Makin ke sini, Riky pun makin curiga dengan hubungan antara Clara dan Erlan.
Namun dirinya mendengar kan ucapan Clara untuk tetap diam di dalam perpustakaan selama Clara dan Erlan mengobrol.
__ADS_1
Bersambung ....