Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Bilung dan Mafia


__ADS_3

Happy reading guys 😁


***


Sahabatnya pun percaya-percaya saja dengan apa yang di ucapkan oleh Mira.


'Maafkan aku ya tuhan, karena aku berbohong' ucap Mira membatin.


Sekolah pun di mulai dengan tenang, karena kelas Mira adalah kelas yang tenang.


***


Satu minggu pun berlalu.


Anza benar-benar menjaga Mira dengan ketat dan keluarga Mira juga menjaga Mira, tapi Mira belum kenal dengan papanya, karena Mira belum ada kesempatan ke rumah mamanya lagi.


Mira dalam seminggu ini benar-benar fokus belajar, karena waktu sebelum ujian tinggal seminggu.


***


Akhirnya senin pun tiba.


Mira mulai berjalan dengan semangat agar dia cepat menyelesaikan sekolah dan tidak perlu pusing-pusing lagi dengan pelajaran.


Selama kehamilan Mira, Mira jadi sering manja dengan Anza, tapi dia juga harus belajar untuk ujian.


Hari ini Mira bangun tidur pukul 4:30 pagi, Mira pun langsung berjalan ke kamar mandi dan bersiap untuk ujian.


Akhirnya ujian akhir pun datang, hari demi hari Mira lewati untuk mengerjakan ujian penentu lulus atau tidaknya dirinya.


***


'Akhirnya selesai juga ni ujian' ucap Mira membatin.


Mira pun keluar dari kelas menuju gerbang, sampai di gerbang sekolah, ternyata yang menjemput Mira bukanlah supir dan bodyguard lagi, tapi yang menjemput Mira sekarang adalah Anza langsung dan di belakang mobilnya ada satu mobil lagi yang Mira kira adalah bodyguard.

__ADS_1


Mira pun memasuki mobil dan duduk di samping kemudi atau di samping Anza.


Mira pun tak lupa ia juga mencium punggung tangan kanan Anza.


"Mas, aku mau makan bihun gulung ya?!" ucap Mira dengan sangat manja, karena semenjak Mira hamil, Mira menjadi sangat manja kepada Anza.


Anza pun langsung menepikan mobilnya, karena tukang jualan bihun gulung ada tepat di dekat tempat Mira memintanya.


Anza hendak turun untuk membelinya sendiri khusus untuk kesayangannya, tapi ternyata Mira membuntutinya dari belakang.


Meskipun Anza tak pernah ke tempat jualan di pinggir jalan begini, tapi demi kesayangannya apa pun akan ia lakukan.


"Mau berapa yang?!" ucap Anza bertanya kepada Mira yang sedang merangkul tangannya di sampingnya.


"20" ucap Mira dengan bahagia.


"Bihun gulungannya 20 yaa" ucap Anza datar seperti biasanya kalau bersama orang lain.


Anza dan Mira pun duduk di kursi plastik tempat menunggu.


Anza pun mengelus kapala Mira yang bersandar di lengan kanannya dengan tangan kiri


"Sayang, kamu mau apa lagi selain ini?" ucap Anza dengan lembut sekali kepada Mira.


"Hmm, enggak ada" ucap Mira membalas pertanyaan Anza.


Entah dari mana, tapi ada orang yang tiba-tiba datang ke arah Anza dan Mira dengan niat membawa Mira lagi seperti dulu.


Kali ini Anza tak mau lengah dan kelewatan lagi tentang itu, apalagi Anza tak mau Mira kelelahan seperti dulu ketika Mira di culik dan berusaha membebaskan diri sehingga pingsan.


Orang-orang itu mulai keroyokan dengan para pengawal Anza dan juga pengawal yang Anza kirim untuk Mira.


Akhirnya adu jotos pun tak terelakkan, para pengawalnya ternyata kurang dan Anza sudah memanggil anak buahnya yang lain, tapi mereka masih di jalan.


Anza pun membantu bertarung, Anza tau bahwa Mura adalah incaran dari para mafia, karena identitas tentang Mira adalah anak dari bos mafia yang terkenal pun sudah tersebar.

__ADS_1


Mira menjadi kartu as untuk para mafia menghancurkan grup dari mamanya Mira, karena Mira lah yang mereka lihat sebagai manusia yang lemah, padahal Mira punya kekuatan yang tak terduga dan tak di sebar oleh mafia yang pernah menangkap Mira.


Penjual bihun gulung pun tetap memasak jualannya meski takut, karena ia lebih takut ke orang yang membeli akan membunuhnya.


Penjual itu takut ketika melihat kekuatan dari Anza yang sedang bertarung.


Sedangkan Mira, Mira hanya asyik menonton pertarungan tersebut sembari duduk, seakan Mira sedang menonton film di bioskop.


Meskipun ia melihat banyak darah dari pertarungan tersebut, tapi Anza tak memperbolehkannya ikut bertarung dan hanya menyuruhnya duduk diam, Mira masih menonton selagi Anza tidak kenapa-napa, tapi kalau Anza dalam bahaya, Mira tidak mungkin tidak menolongnya.


Pihak sana kebanyakan menggunakan senjata, sedangkan pihak Anza menggunakan tangan kosong.


Mira melihat Anza dalam bahaya, yang mana ada orang yang mau menusuknya dari belakang dan bantuan juga belum datang.


Akhirnya Mira pun berlari dar melindungi punggung Anza dari pisau yang sangat tajam itu dengan tangannya.


Mira menahan pisau itu dengan tangan kosong sehingga darah menetes dari tangannya itu.


Mira pun memelintir tangan orang itu dan membuat orang itu tak bisa bangun lagi dengan membuat orang itu pingsan.


Beberapa menit kemudian, Mira sudah mengalahkan lima orang, sekalipun Anza menyuruhnya kembali duduk, akhirnya orang-orang Anza pun datang membantu.


Anza menarik Mira agar menjauh dari sana.


Anza pun membayar bihun gulung yang Mira inginkan, karena tepat setelah Anza menarik Mira, bihun gulung itu sudah jadi.


Anza membawa bihun gulung itu dan Mira ke dalam mobil.


Anza pun pergi meninggalkan pertarungan menuju rumah sakit, karena ia ingin mengobati tangan Mira yang bersimbah darah.


Anza pun tak mau melihat ke arah Mira, karena ia tak tega melihat tangan Mira.


Sedangkan Mira sendiri biasa-biasa saja dan hanya merasakan sedikit perih, karena lukanya sangat dalam.


***

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2