Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
TMM *54


__ADS_3

Lama mencari keberadaan Clara, namun Erlan tidak menemukan nya, tapi di kelas itu,dia hanya melihat Riky yang duduk sendirian sambil membaca novel yang biasanya di baca oleh Clara.


Dalam perasaan campur aduk, hati yang benar-benar gelisah, Erlan pun masuk kedalam kelas tersebut untuk menghampiri Riky.


"Di mana Clara?"Tanya Erlan tudepoin.


"Apa? Clara? Mana gue tau, dia gak masuk hari ini."Ucap Riky berbohong.


"Maksud Lo apaan? Lo pasti tau kan di mana dia? Itu novel sama tas nya ada di elo!"Marah Erlan karena Riky mencoba untuk menyembunyikan Clara dari nya.


"Santai bro, Lo datang langsung emosi kenapa? Masih mau nyari Clara cuma buat bikin dia sakit hati? Lo tuh gak pantes sama dia! Dia terlalu baik buat Lo!"Ucap Riky yabg mulai panas juga.


Bukh ... Satu pukulan dari Erlan pun berhasil mendarat di pipi Riky dan membuat sudut bibir Riky mengeluarkan darah segar.


Bukh ... Kini malah Riky yang membalas pukulan Erlan namun tidak terjadi apa-apa.


Sementara Clara yang baru balik dari perpustakaan melihat Erlan dan Riky berkelahi jadi kaget dan buru-buru memisahkan mereka.

__ADS_1


"Hentikan! Lo berdua ngapain hah?! Gak ada kerjaan apa? Lo juga Erlan ngapain Lo mukul Riky?"Tanya Clara marah sambil menatap bibir Riky yang berdarah.


"Gue gak peduli, dia yang coba-coba buat nyembuyiin Lo dari gue."Jawab Erlan.


Sehabis di toilet perempuan, sekarang di kelas Clara lagi jadi lokasi perdebatan sengit.


"Ngapain Lo nyari gue! Bukan nya gue gak penting ya buat Lo? Lo sana aja sama Tina kesayangan Lo itu, gue gak butuh orang yang gak percaya sama gue."Ucap Clara.


"Clara, tapi gue udah tau semuanya! Semuanya udah kebongkar! Gue minta maaf! Angga, Lana dan Nabila udah membongkar semua kebusukan Tina, dan gue nyesal udah gak percaya sama Lo, gue mohon maafin gue, kembali ke apartemen kita selesaikan semua ini secara baik-baik."Ucap Erlan.


Sementara itu, Erlan terduduk dengan tatapan kosong melihat kepergian Clara, dia melihat jelas sorot mata kebencian dari Clara, dan bagi nya Clara mungkin tak akan bisa memaafkan dirinya lagi.


Erlan hanya bisa menatap kepergian Clara dan Riky dari kelas tersebut, sementara dirinya sudah benar-benar lemah dan kehilangan banyak tenaga.


Sementara itu di sisi lain sekolah.


Terlihat Clara yabg sedang mengobati luka di bibir Riky.

__ADS_1


"Lo gak apa-apa kan? Mana lagi yang sakit?"Tanya Clara kepada Riky.


Namun Riky hanya tersenyum dan memegang tangan Clara."Udah, gue gak apa-apa kok, gak sakit juga, Clara, Lo gak ada niatan buat jelasin sesuatu sama gue?"Tanya Riky lagi.


"Apa? Apa maksud Lo?"Tanya Clara bingung.


"Erlan itu, suami Lo kan?"Ucap Riky lagi.


"Ap?apa? Lo,Lo kok tau?"Ucap Clara yang merasa sudah tidak bisa mengelak.


"Beberapa hari lalu, gue main ke rumah Lo, dan tau ini dari mama Lo, karena gue lihat ada foto pernikahan Lo sama Erlan dan gue beranikan diri buat nanya ke mama Lo dan mama Lo ngejelasin semuanya, Clara, gue lihat dari mata Lo, Lo beneran cinta kok sama dia, gue tau masalah ini gak mudah, tapi sebaiknya Lo kasih dia kesempatan buat memperbaiki, karena gue lihat dia Sayang banget sama Lo, sebagai sahabat gue juga ingin Lo hidup bahagia."Nasehat Riky kepada Clara.


"Lo gak tau apa-apa tentang rasa sakit gue Riky, lupain aja, gue butuh waktu."Ucap Clara lagi.


Riky pun terdiam, jujur saja dia sangat menyayangi Clara karena Clara adalah sahabat nya sejak kecil, dan kedekatan mereka saat ini itu semata-mata hanya keakraban biasa saja, tidak lebih Riky sebenarnya juga sempat menaruh perasaan kepada Clara namun karena sudah melihat foto pernikahan itu dirinya mengubur dalam-dalam perasaan tersebut.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2