
Hari-hari terlewati begitu saja. Meski Alea telah berusaha untuk tidak memikirkan Raffa,namun tak bisa dia lakukan.
Hari ini sekolah sudah mulai libur semester. Alea memutuskan untuk menyusul Raffa ke Inggris. Setelah pria itu benar-benar tak bisa dia hubungi.
Alea harus menyelesaikan urusan sebelumnya. Tentang keseriusan pria itu pada dirinya.
Setelah meminta izin pada papanya. Andrew memberikan izin tapi dengan catatan Alea harus di jaga oleh orang kepercayaan Andrew setibanya di Inggris.
Alea mengiyakan keinginan papanya. Demi keselamatannya juga di negara itu. Dan gadis itu sudah memesan tiket penerbangan untuk besok.
Sebelum pergi dia memberi kabar pada Reihan tentang niatnya untuk menemui Raffa.
Hanya Reihan teman satu-satunya yang tahu dia akan ke sana.
Lewat sebuah pesan Alea memberitahu Reihan. Pria itu tampak lesu saat membaca pesan dari Alea.Tapi sebisa mungkin Reihan tetap membalasnya.
Kapan kamu akan berangkat Alea? Balasan Reihan pada Alea.
Besok aku akan berangkat Rei.
Reihan semakin lesu membaca isi pesan dari Alea.
Bolehkah aku mengantarmu?
Entah itu benar atau tidak tapi Reihan tetap mengirim pesannya.
Tentu saja.
Alea senang masih ada teman yang mau mengantarnya meski ini hanya sebuah liburan saja. Mengingat hanya sopir yang mengantarnya besok. Kakak dan adiknya tak bisa mengantar karena mereka sudah pergi mendaki gunung hari ini. Sedangkan papa dan mamanya sudah berangkat ke luar negeri beberapa hari yang lalu setelah Alea meminta izin pada keduanya.
Tak ada balasan lagi dari Reihan, Alea segera menyiapkan beberapa baju yang akan dia bawa.Termasuk tiket dan juga paspornya tak boleh sampai tertinggal.
Alea tak sabar ingin segera menemui Raffa. Dia ingin memeluk pria itu dan mengatakan bahwa dia menerima pernyataan cinta dari Raffa.
Keesokan harinya,Alea sudah berada di bandara. Dia diantar oleh Reihan. Pria itu mencoba tersenyum sepanjang mengantar Alea.
Hingga waktunya tiba Alea harus segera masuk ke dalam pesawat.
"Rei makasih ya udah mau mengantarku?" ucap Alea tulus.
__ADS_1
"Sama-sama Alea," jawab Reihan tanpa sedikitpun antusias.
"Kalau begitu aku berangkat dulu ya?" ucap Alea berpamitan. Dia hendak berbalik menuju tempat check in. Tapi sebelum dia benar-benar melangkah. Salah satu tangan gadis itu di pegang oleh Reihan.
"Kenapa Rei?" tanya Alea heran.
"Maaf Alea bolehkah aku memelukmu sekali saja?" izin Reihan.
Alea menganggukkan kepalanya. Melihat wajah sedih teman sekelasnya itu. Reihan lalu memeluk erat Alea.
Menenggelamkan wajah Alea di dadanya. Sangat erat dia memeluk gadis itu. Seolah Rei mungkin hanya kali ini kesempatannya untuk memeluknya.
Karena Alea akan menjadi milik orang lain jika sudah sampai di Inggris nanti.
Alea tak bisa mengerti dengan apa yang di lakukan Reihan. Jika memang pelukan sesama teman kenapa dia memeluknya seerat itu. Seolah ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Reihan.
"Hati-hati ya," ucap Reihan masih memeluk Alea.
"Ya," jawab Alea.
"Jangan lupa hubungi aku dan jaga dirimu di sana," ucap Rei lagi.
"Ya kali aja kamu nyasar di sana nanti!" ucap Rei, pria itu kembali merubah ekspresi wajahnya menjadi dingin lagi. Dia ingin menyembunyikan kesedihannya.
"Jahat deh!" sambil memukul pundak pria itu. Reihan hanya tersenyum.
"Ya udah sampai jumpa dua minggu lagi Rei!"Alea akhirnya pergi meninggalkan Reihan. Sebelum dia benar-benar pergi Alea sempat menengok ke belakang. Memberi senyuman manisnya untuk Reihan.
"Andai aja kamu tahu Alea. Aku juga pria yang menyukaimu. Tapi demi senyummu itu aku rela jika kamu memilih dia. Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu. Aku akan selalu menunggumu di sini. Saat kamu ingin kembali,meski kamu hanya menganggap ku teman," batin Raffa.
Pria itu melangkah gontai kembali ke mobilnya. Dia meninggalkan bandara dengan pikiran kacau.Berharap semua ini hanya mimpi.
Sedangkan Alea yang sudah berada di pesawat merasa takut. Pasalnya ini adalah pengalaman pertamanya pergi ke Inggris setelah dia dewasa.
Dia teringat tentang cerita mamanya saat dulu dia kecil pernah tinggal di Inggris. Tapi cerita itu tak Alea ingat sama sekali di memorinya.
"Kenapa aku gugup seperti ini ya?" gumam Alea.
Sudah hampir tiba pesawat yang ditumpangi nya kali ini menuju negara tujuannya. Alea semakin gugup memikirkan pertemuannya dengan Raffa.
__ADS_1
Alea kini telah sampai dengan selamat. Dia menunggu seseorang yang akan menjemputnya. Papanya bilang dia adalah orang kepercayaan keluarga Tan.
Seorang pria dan wanita tengah memegang papan bertuliskan Alea. Itu berarti orang kepercayaan Andrew. Alea segera mendekati mereka dan menanyakan apakah mereka suruhan papanya. Dan ternyata benar. Alea akhirnya bersama mereka untuk di antar ke hotel terlebih dahulu.
Alea harus beristirahat terlebih dahulu sebelum menemui Raffa. Besok dia akan segera ke rumah pria itu. Memberi kejutan pada Raffa akan kedatangannya.
Dia juga telah memberi tahu Reihan bahwa dia sudah sampai dengan selamat.
Kemudian rasa lelah begitu terasa. Alea yang belum sempat makan akhirnya tertidur di ranjang hotel itu.
Dan saat bangun sudah pagi. Alea segera bersiap untuk bertemu Raffa.
Setelah menghabiskan sarapannya dia meminta dua pengawalnya untuk mengantar dia ke alamat yang telah di berikan oleh papanya.
Alea sengaja memakai gaun yang cantik dan juga sedikit berdandan. Dia tak mau mengecewakan Raffa saat melihat dirinya di rumahnya.
Sepanjang perjalanan, Alea yang berada di dalam mobil tak berhenti tersenyum dan memikirkan bagaimana ekspresi Raffa saat melihatnya nanti.
"Dia pasti senang aku di sini," batin Alea.
Baginya tak ada hal yang lebih membahagiakan saat ini selain bisa bertemu dengan pria yang berada di hatinya.
Mobil mereka kini sudah sampai di depan rumah Raffa. Sebuah rumah besar yang mewah. Alea meminta kedua pengawalnya untuk menunggunya di dalam mobil saja.
Gadis itu memberanikan diri memasuki halaman rumah Raffa yang begitu luas.
Tapi langkahnya terhenti saat melihat pemandangan yang menjijikkan baginya.
Raffa tengah mencium kening seorang wanita yang Alea tak kenal sebelumnya.
Tas yang di bawa Alea akhirnya jatuh tanpa dia sadari. Membuat suara yang mengganggu Raffa dan wanita itu.
Raffa segera melihat ke sumber suara. Betapa terkejutnya Raffa saat melihat siapa yang berdiri tak jauh darinya itu.
Kini keduanya saling memandang dengan pikiran masing-masing. Terlalu banyak pertanyaan di kepala Alea. Tentang situasi saat ini yang dia hadapi.
"Alea," Raffa tak percaya gadis yang berada di depannya itu adalah Alea.
Alea masih terdiam tak tahu apa yang harus di lakukan setelah melihat pemandangan tadi. Dia menatap wanita yang berada di samping Raffa.Seketika bulir air mata membasahi kedua pipi gadis itu.
__ADS_1