Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Tepat satu setengah tahun yang lalu setelah pulang sekolah, Liera berjalan di gang sepi sebelum jalan ke rumahnya.


Dia tidak biasa melewati gang itu, tapi entah kenapa tiba-tiba dia ingin lewat tempat itu karena lebih dekat dengan rumahnya.


Hari itu dia harus segera pulang karena sang mama memintanya membantu membuat kue pesanan untuk di serahkan malamnya pada pemesan.


Jadi demi menyingkat waktu Liera memberanikan diri melewati gang tersebut.


Liera berjalan dengan cepat karena merasa ada yang aneh, dari belakang sepertinya ada yang mengikutinya.


Dan benar saja, tiga orang pria berbadan penuh dengan tato dan juga perawakan mereka begitu sangar mengikuti Liera.


Liera tahu mereka pasti bukan orang baik, dia mempercepat langkahnya, namun ketiga pria itu mengejarnya.


"Tunggu nona cantik!" ucap salah satu dari mereka ketika bisa menghadang Liera.


Gadis itu ketakutan setengah mati, tak ada orang lain yang saat itu melewati gang tersebut.


Liera ingin berteriak namun salah satu pria membekap mulut Liera dengan tangannya.


Liera memberontak dan mencoba melepaskan diri, dia menggigit tangan pria yang membekapnya.


"Sial kamu berani melawanku!" ucapnya.


Namun Liera masih dalam cengkraman pria yang lainnya, terlalu sulit untuk meloloskan diri.

__ADS_1


"Tolong!" teriak Liera ketakutan.


"Hahaha teriak saja keras-keras gadis cantik, tak akan ada yang menolongmu disini," ucap pria di depan Liera sambil memegang kedua pipi gadis itu.


"Jangan memberontak lagi, mari kita bersenang-senang gadis cantik," ucapnya lagi, Liera semakin ketakutan.


Pria yang sepertinya adalah bos di antara mereka dengan paksa membuka baju seragam Liera. Sehingga menampakkan sebagian lehernya yang jenjang dan putih mulus hingga ke dadanya.


Ketiga pria itu menatap Liera dengan tatapan mesum, menikmati pemandangan tubuh Liera yang mulus itu.


Air mata mulai menggenang di pelupuk mata gadis itu, sekali lagi dia berteriak minta tolong, berharap seseorang menyelamatkannya.


Bugh.


Seorang pria yang juga memakai seragam sekolah namun bukan dari sekolah yang sama dengannya.


Pria itu memukul ketiga preman yang hendak merenggut kesucian Liera hingga ketiganya tak berkutik dan kabur.


Pria itu memberikan jaketnya untuk menutupi bagian depan Liera yang sudah di koyak oleh ketiga preman tadi.


"Kamu baik-baik saja?" tanyanya.


"Terima kasih kamu datang tepat waktu, aku sangat takut," balas Liera.


"Sudah tenanglah, kamu bisa pulang sekarang, aku tidak bisa mengantarmu karena aku sedang terburu-buru."

__ADS_1


Pria itu hendak menaiki motornya kembali, Liera sempat menahan tangannya.


"Kenapa?" tanya pria itu.


"Siapa namamu?" tanya Liera.


"Aku Andrew, maaf aku harus cepat pergi!" ucapnya sambil tersenyum.


Liera belum sempat mengatakan namanya, Andrew sudah pergi dengan motornya.


"Makasih Andrew, kamulah penyelamatku," gumam Liera.


Plak.


Sebuah pukulan pelan menyadarkan Liera dari ingatannya tentang pertemuan pertama dia dengan Andrew.


"Ya ampun Liera, kenapa kamu melamun lagi," ucap ibu Liera, Andien.


Liera hanya nyengir merespon ucapan ibunya.


"Sudah cepat kamu tidur Liera, bukannya besok harus ke bandara pagi-pagi," ucap Andien.


"Iya bu," Liera segera pergi ke kamar untuk tidur, dia sudah menyiapkan apa saja yang akan dia bawa ke Singapura bersama Andrew nanti.


Hatinya sudah tak sabar menantikan hari esok, bisa berdua bersama Andrew adalah hal paling membahagiakan bagi Liera.

__ADS_1


__ADS_2