
Di dalam penjara Liera berteriak dan mengamuk ingin segera dibebaskan. Dia tidak menerima penghinaan ini. Bagaimana mungkin hanya dalam sekejap dia bisa dikalahkan oleh Zelia seperti sekarang.Liera benar-benar marah pada Zelia.
"Lihat saja aku akan membalas dendam kepada kalian Zelia dan Andrew!" tekadnya sudah bulat. Dia tak bisa memiliki Andrew, maka Zelia atau siapapun tak boleh memilikinya juga.
Dibelakang Liera tampak beberapa wanita penghuni tahanan di sana. Mereka menatap benci ke arah Liera yang tak henti-hentinya berteriak.
Saat petugas polisi pergi, Liera segera mendapat hukuman dari para napi wanita lainnya. Salah satu diantara mereka menarik rambut Liera dengan kasar.
"Ah sakit!" teriak Liera sambil mencoba melepaskan rambutnya dari cengkraman wanita itu.
"Heh dasar wanita jalang, jangan hanya bisa berteriak-teriak mengganggu kami saja!" ucap wanita yang berbadan besar dengan mata tajam menatap ke arah Liera.
Sejenak nyali Liera menciut jika harus berhadapan dengan wanita itu. Tapi dia tak boleh lemah dan akhirnya ditindas. Hanya dia yang harus menindas orang bukan sebaliknya.
"Terserah aku mau berteriak atau bagaimana! Kalian tak berhak melarangku!" teriak Liera kepada mereka.
Liera tak tahu bahwa dia akan mendapat masalah besar dari sikap angkuhnya itu. Dia juga tak tahu jika melawan para napi itu sama saja mencari bahaya bagi dirinya sendiri.
Karena kesal, satu napi lainnya menampar wajah Liera berkali-kali. Membuat wajah wanita itu menjadi merah.
"Sialan mereka!" batin Liera kesal, namun dia tak bisa melakukan apapun untuk melawan. Tenaganya sudah terkuras habis karena memberontak dari tadi. Apalagi saat ini dia sedang hamil muda.
__ADS_1
Hingga salah satu napi menendang tepat di perutnya, membuat Liera tersungkur ke lantai. Rasa sakitnya luar biasa lebih sakit dari ditampar berkali-kali, sesaat kemudian Liera merasakan sesuatu mengalir dari kedua pahanya.
Darah merah segar mengalir begitu saja, bersamaan itu rasa sakit luar biasa di rasakan oleh Liera. Wanita itu merintih kesakitan.
Para napi yang menganiaya Liera terkejut, mereka lalu membubarkan diri dan kembali ketempat tidur masing-masing. Dan berpura-pura tak mengetahui apapun yang terjadi pada Liera.
Wanita itu masih setengah sadar. Hingga salah satu petugas kepolisian yang tak sengaja melewati ruang tahanannya melihat Liera yang penuh dengan darah.
"Astaga kenapa wanita ini?" tanya polisi itu,dia segera membuka jeruji besi dan membawa Liera ke rumah sakit.
Di rumah sakit Liera masih dalam keadaan pingsan. Tak ada seorangpun yang menunggunya. Bahkan sekedar menjenguk saja tak ada.
Liera segera menanyakan apa yang terjadi pada dirinya kepada suster yang berada di ruangan itu.
"Sus apa yang terjadi pada saya?" tanya Liera khawatir.
"Maaf bu Liera, anda baru saja kehilangan bayi anda, dan saat kami membersihkan rahim anda, ternyata terdapat tumor ganas, jadi dokter memutuskan segera mengangkat rahim anda demi keselamatan anda," penjelasan suster itu bagaikan sambaran petir bagi Liera.
Dia akhirnya tak mampu membendung air matanya lagi. Kehilangan anak dan juga rahim membuatnya menjadi wanita yang gagal dalam hidup ini.
"Aaahhh tidaaak!" teriak Liera.
__ADS_1
"Zelia, Andrew kalian harus membayar semua ini! Aku akan menghancurkan kalian!" teriak Liera lagi.
"Bu Liera tenanglah," suster berusaha menenangkan Liera namun wanita itu meronta-ronta ingin kabur dari ruangan itu.
Dibantu para polisi, akhirnya Liera di suntik penenang oleh dokter. Dia kembali tertidur.
Berita Liera masuk rumah sakit sudah sampai ke telinga Andrew dan Afzriel Tan. Andrew meminta para polisi memperkuat keamanannya dalam menjaga Liera.
Setelah beberapa hari di rumah sakit, Liera akhirnya harus kembali ke dalam jeruji besi. Tapi kali ini Liera tak banyak berteriak, dia lebih menjadi pendiam saat kehilangan anak dan rahimnya.
Tak ada lagi napi yang berani mengganggu Liera. Mereka memilih membiarkan begitu saja wanita itu.
Namun dalam hati Liera bersumpah untuk membalas dendam kepada orang-orang yang menyakitinya.
"Zelia, Andrew aku janji akan membuat kalian menangis suatu saat nanti!" gumam Liera disertai senyuman liciknya.
Liera telah di tetapkan sebagai pelaku penipuan dan juga percobaan pembunuhan, dia mendapat hukuman kurang lebih 5 tahun.
Jika berperilaku baik Liera bisa di bebaskan lebih awal. Bagi wanita itu berapapun waktu dia di penjara tak akan mengurangi kebenciannya kepada Zelia.
Saat ini dia hanya bisa menerima keadaannya di kurung dalam jeruji besi. Tapi suatu saat dia pasti akan membalas dendam.
__ADS_1