
Raffa menggenggam erat tangan Alea, wajahnya tampak mendung. Wina dan Ardan memperhatikan putra mereka. Pasti berat bagi Raffa untuk melepas Alea. Tapi mereka tidak mungkin meminta Alea untuk tetap tinggal saat dia sudah di temukan oleh keluarganya.
"Kak Raffa gak usah nangis, nanti pasti kita bisa bertemu lagi," ucap Alea menenangkan Raffa. Bahkan Alea bisa lebih tegar dari pada anak laki-laki yang di ajaknya bicara itu.
"Iya kakak tahu, tapi kamu harus sering menelepon kakak ya," ucap Raffa.
Alea mengangguk paham, Arkan menarik tangan Alea yang satunya lagi. Raffa tak segera melepaskan Alea. Alhasil keduanya saling tarik menarik. Alea yang berada di tengah harus meringis kesakitan karena perbuatan mereka.
"Kak Raffa, kak Arkan, lepasin, sakit tahu!" teriak Alea. Membuat semua orang melihat ke arah mereka bertiga.
"Ya ampun kalian sedang apa?" tanya Zelia.
"Mama, lihat kak Arkan dan kak Raffa narik-narik tangan Alea," ucap Alea polos.
Zelia menggeleng pelan lalu mendekati ketiganya.
"Lepasin dong sayang, kasihan tangan Alea sakit tuh," ucap Zelia.
Raffa dan Arkan lalu melepaskan tangan Alea secara bersamaan.
__ADS_1
"Mama mertua, tolong jagain Alea ya buat Raffa," ucap Raffa begitu saja.
Wina yang mendengar itu hanya bisa menepuk dahinya. Lagi-lagi putranya berulah.Zelia hanya tersenyum mendengar ucapan Raffa barusan.
"Iya Raffa, mama mertuamu ini pasti menjaga Alea buat kamu."
Zelia mengikuti keinginan Raffa, Arkan hanya mendesah pelan. Idenya ternyata berdampak besar bagi masa depan Alea.
"Maafkan kak Arkan ya Alea, mungkin jodohmu sudah tersedia dari sekarang," batin Arkan menyesali ide buruknya. Tapi jika tidak begitu Raffa tak akan melepaskan Alea pada mereka. Tak ada pilihan lain selain membuat kesepakatan pada anak laki-laki itu.Raffa hanya tersenyum ke arah Zelia dan Alea.
Saat ini Andrew dan para anggota keluarganya akan segera kembali ke negara mereka sendiri. Itu berarti tak banyak waktu buat Raffa bersama dengan Alea.
"Jangan lupain kakak ya Alea, tunggu kakak datang," ucap Raffa sambil memeluk erat Alea. Semua orang yang berada di sana terharu melihat tingkah Raffa seperti itu.
"Iya kak Raffa, Alea gak akan lupain kakak."
Alea perlahan melepas pelukan dari Raffa, anak laki-laki itu tak rela jika secepat ini harus berpisah. Tapi bagaimanapun ini adalah pilihan Alea dan keluarganya. Raffa tak boleh membuat mereka terpisah lagi.
Akhirnya perpisahan itu pun terjadi, Alea dan keluarganya perlahan menjauh untuk melakukan perjalanan mereka ke negaranya.Raffa berhambur memeluk mamanya setelah mereka pergi.
__ADS_1
"Udah sayang, jangan cengeng dong, nanti kan masih bisa bertemu dengan Alea," ucap Wina pada putranya yang menangis dalam pelukannya.
"Iya Raf, masak anak laki-laki cengeng gini, katanya mau jadi menantunya om Andrew, papa kasih tahu ya kalau om Andrew itu bukan orang biasa, Alea itu adalah keturunan keluarga Tan yang ternama itu. Jadi kamu harus belajar untuk kuat agar pantas menjadi menantu mereka," ucapan Ardan membuat Raffa teringat akan perjanjian mereka sebelum membawa Alea. Raffa harus tumbuh menjadi pria yang kuat dan sukses. Itu janjinya pada om Andrew agar dia bisa pantas untuk Mona.
"Iya pa, ma, Raffa gak boleh cengeng, Raffa akan belajar dengan tekun mulai sekarang!" ucap Raffa dengan penuh semangat.
Di tempat lain, Liera dan Robi tengah bersama. Keduanya sudah mengetahui bahwa Andrew telah menemukan putri kecilnya lewat beberapa mata-mata yang mereka bayar.
Liera mendekat ke sisi samping Robi. Menggelayut manja di pundaknya. Bahkan Liera tak sungkan menyentuh bibir pria itu. Robi pun menikmati sentuhan dari wanita di sampingnya.
"Ku dengar mereka sudah berkumpul lagi, apa yang ingin kamu lakukan untuk membantuku Robi?" tanya Liera di sela-sela kegiatannya menggoda Robi.
"Tenang saja Liera, biarkan mereka merasakan kebahagiaan beberapa saat. Lalu setelah itu biarkan keadaannya berubah," ucap Robi sambil tersenyum tipis mengingat rencana yang telah di buatnya.
"Kamu memang misterius Robi," ucap Liera.
"Ini hanya permulaan dari rencanaku untuk balas dendam pada keluarga itu. Setelah kematian Afzriel Tan, hanya menghadapi anak dan cucunya bukanlah hal sulit bagiku!"
Liera senang akhirnya bisa menemukan sekutu yang kuat seperti Robi. Dia tak perlu bersusah payah untuk menghancurkan Andrew dan Zelia. Semua akan di lakukan oleh Robi. Dan Liera tinggal menikmati hasil akhirnya saja.
__ADS_1