Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Rencana Marsha


__ADS_3

"jujur Lo!!".


"jujur apaan??". Sahut Putra


" Lo bohongin kita semua kan??". tanya Satria lagi


"ngapain sih Lo, ntar gue bisa nyusul si Marlena woii Lepasin!". Pinta Putra


Satria langsung melepaskan nya begitu saja, hingga membuat Putra terjatuh dan membuat nya meringis kesakitan.


"Akkhh.. kalian ini Ganas banget sih". Putra pun berdiri dan membersihkan baju nya yang nampak kotor


namun saat dia menatap ke depan, sudah ada Leon yang juga sedang menatap nya dengan tatapan seperti singa yang sedang kelaparan, membuat Putra meneguk saliva nya dengan susah payah.


Putra pun tersenyum dengan kaku dan mengaruk kepala nya yang tidak terasa gatal.


" Lo udah bosan hidup ya? ". tanya Leon menohok


"hahaha bo..bosan hidup? bosan sih sedikit tapi". Jawab Putra dengan bercanda dengan tawa yang terputus-putus membuat Leon semakin kesal


" Jadi Lo Udah bosan, Sat Ambil tali". perintah Leon


"Woi!!! Kalian berdua mau ngapain? jangan gila kalian ini ya". ujar Putra yang nampak ketakutan


"Pak, tolongin putra, Pak. ". Ujar Putra memohon


Pak Heru sendiri hanya tersenyum dengan lebar dan menggelengkan kepala nya saja.


sedangkan Lea melipat kedua tangan nya di depan dada, begitupun dengan Sisil yang hanya ingin menyaksikan mereka memberikan pelajaran kepada Putra.


"Leon ini tali nya, langsung eksekusi aja lah nggak usah pakai kata ssambuta". ujar Satria mengmpori


Leon pun memegang tali itu dan mengulur nya, tapi tatapan nya menyeringai ke arah Putra, membuat lelaki itu berlari ke belakang kedua perempuan itu.


tetapi Sisil malah langsung mendorong tubuh Putra ke arah Leon dan juga Satria.


" Kak, kalau Lo ada permintaan terakhir katakan dari sekarang". ujar Sisil


"woii!! kalian semua gila ya! Kalian serius? nenek tolongin Putra, cucumu yang tampan ini mau dieksekusi". teriak Putra


"Oke, oke.. gue ada permintaan terakhir, gue mau ngelihat Leon dan Lea pelukan, juga Sisil dan Satria gandengan tangan. cepat biar arwah gue tenang!!". pinta Putra


"gila, permintaan Lo enggak masuk akal Lo gk minta juga. Gue bakalan peluk istri Gue sendiri". sahut Leon

__ADS_1


"gue enggak terima alasan, cepetan lakuin".


Leon berjalan ke belakang dan memeluk istri nya, sesuai yang diinginkan oleh Putra. begitupun dengan Satria yang menggenggam tangan sisil


Putra pun langsung menyeringai dan berlari menjauh sekuat mungkin, membuat mereka semua membulatkan mata, sedangkan Pak Heru tertawa dengan kencang


"kabur!!". teriak Putra


"sialan!! kena lagi gue sama anak sialan itu". Sungut Leon


" Bocah ini kayak nya benar-benar minta logout dari dunia deh, Awas aja Lo".


Satri langsung berlari keluar mengajar Putra, namun genggaman tangan nya belum di lepas, sehingga Sisil ikut juga berlari


"Kak Lepas dulu, sakit tahu tangan aku.. baru Kak Satria lari lagi". Ujar Sisil yang kecapekan karena ikut berlari


Satria pun berhenti dan tersenyum dengan lebar


" eh Babang Satria lupa, kirain tadi apa soal nya kok bikin nyaman banget".


"Diihh dasar buaya buntung!!". Sisil pun langsung melepas nya dan menatap kesal ke arah Satria


Satria sendiri Langsung tertawa dengan keras dan langsung berlari lagi untuk mengejar Putra, sedangkan Lea dan Leon hanya berdiri saja menatap mereka berdua yang kejar-kejaran di taman depan rumah Lea.


Kini di SMA Tunas Bangsa, mutia sedang berjalan di lorong sekolah, dengan pikiran nya yang terus saja tidak merasa tenang


Mutia pun langsung berjalan menuju ke kantor sekolah, dia ingin memastikan jika Putra cowok menyebalkan itu adalah orang yang selama ini dia cari


Mutia nampak celingak celinguk, di rasa situasi cukup aman, dia angsung masuk ke dalam ruangan itu.


dia langsung mencari biodata para siswa kelas 12, Mutia bergegas mencari nama Putra Pratama.


dia terus membolak-balik lembaran kertas itu, hingga dia mendapatkan nama Putra.


seingat nya mereka memiliki tanggal dan bulan lahir yang sama, hanya saja berbeda tahun nya.


Mutia pun menutup mulut nya rapat-rapat menggunakan tangan nya saat mengetahui suatu hal.


"ternyata benar dia Putra yang gue cari, tapi hubungan kami benar-benar enggak baik, apa dia bakal ingat sama gue? apa dia percaya kalau gue ini temen masa kecil nya?". ujar Mutia


Kepala sekolah terdengar dari jauh, Mutia pun langsung bergegas menutup berkas itu lagi dan berdiri di depan pintu.


saat kepala sekola membuka pintu nya, dia langsung menyusup untuk keluar.

__ADS_1


"Hei!!". langkah kaki mutia terhenti saat ada yang memanggil nya dan menepuk pundak nya


Mutia dengan ragu menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah Marsha yang telah masuk ke sekolah lagi hari ini.


Mutia pun menghembuskan nafas nya dengan lega karena bukan kepala sekolah.


"ngapain Lo keluar dari ruangan kepala sekolah? terus kenapa ekspresi Lo kayak gini? aneh banget lo". Ucap Marsha


" enggak ada kok Kak". jawab Mutia


Marsha pun menatap tajam ke arah mutia dari atas hingga bawah dengan tatapan menyelidikan.


"ada yang Lo sembunyiin dari gue ya?".


"enggak ada kok kak".


"Awas sekali aja Lo ketahuan bohong sama gue, habis riwayat Lo. ya udah sekarang Lo ikut gue, ada yang mau gue bicarain penting sama lo". perintah Marsha lagi


Mutia pun menganggukan kepala nya dan langsung mengikuti langkah Marsha dari belakang, dia terlalu sulit untuk menjauh dari bayang-bayang Marsha, karena ia sendiri tidak mempunyai kuasa saat ini.


Sesampai nya di toilet, mereka Langsung berjalan masuk ke dalam, ternyata disana juga sudah ada teman Marsha yang lain nya.


" ada apa Kak? ngapain pada ngumpul di sini?". tanya Mutia


"Gue ada tugas khusus buat Lo, Tapi ingat jangan pernah bawa nama gue". Ujar Marsha


"Maksud nya Kak? ". Tanya Mutia


"Lo kirim ini ke rumah Lea, Lo cari tahu di mana rumah cewek itu dan juga Lo harus cari tahu semua informasi tentang dia. karena gue denger-dengar dia pindah ke sekolah ini karena alasan yang enggak wajar, Jadi lo harus tahu alasan itu secepat nya". perintah Marsha dengan tegas


"kenapa harus gue?". Tanya Mutia


"Jadi harus Siapa? bapak lo yang dipenjara itu?". timpal teman Marsha


"bapak gue udah mati, Bukan di penjara". Sahut Mutia dengan tegas


"mati di penjara kan? kalau lo enggak mau rahasia Lo ini gue bongkar, mending lo turutin aja deh". sungut Marsha


"ini kotak isinya apa? ". tanya Mutia Yang penasaran


"Lo enggak perlu tahu, inti nya lo harus mastiin kalau Lea yang buka Dan lo jangan coba buka kalau enggak mau Kena masalah".


Mutia pun menghembuskan nafas nya dengan kasar dan langsung meninggalkan mereka semua, kotak itu dia bawa dengan hati-hati.

__ADS_1


Mutia sangat penasaran dengan kotak itu dan ingin membuka nya, namun dia urungkan karena dia melihat jika Pak Budi sudah memasuki kelas.


Mutia pun mempercepat langkah nya untuk segera memasuki kelas dan memulai pelajaran.


__ADS_2