
"Hmm, iya, Lo ada bener nya juga, tapi gue masih kesel sama Erlan yabg gak percaya Clara."Ucapan Nabila lagi.
"Bukan nya Erlan gak percaya, tapi dia cuma takut Tina bawa hal ini ke jalur hukum, karena dia atau kita kan gak ada bukti kalau Clara gak ngedorong Tina,yang kita butuhkan sekarang ini adalah bukti setelah itu semua urusan bakal kelar."Ucap Angga.
"Lo ada benarnya juga, gue juga gak mau Clara terus larut dalam masalah ini."ucap Nabila akhirnya bisa berfikir dengan jernih.
"Lo mau gak kerja sama sama gue, buat ngebongkar kejahatan Tina, secara Lo curiga gak sih? Udah masuk empat hari gak ada perubahan sama kaki nya, masa pincang Mulu, apa itu kalau bukan sandiwara?"Ucap Angga.
"Ya sih, gue juga curiga."Ucap Nabila.
"Apa gue boleh bantu Kalian?"Tanya seseorang yang tiba-tiba berjalan menghampiri Nabila dan Angga.
"Lana, ngapain Lo di sini?"Tanya Nabila marah namun di tahan oleh Angga.
"Maaf, gue gak sengaja nguping pembicaraan Lo dan Angga, ada suatu hal penting yang ingin gue bicara sama Lo dan Angga."Ucap Lana dengan wajah serius.
__ADS_1
"Apa? Hal penting apa yang Lo tau?"Tanya Angga penasaran.
"Lo kan temen sama Tina, jangan berfikir buat bikin kita percaya sama omongan Lo."Ucap bila lagi.
"Gak Bila, kali ini gue mohon percaya dan dengerin gue, gue bisa bantu kalian buat nyelesain permasalahan ini."Ucap Lana dengan wajah sedih.
"Nabila, gak apa-apa,kita bisa dengerin dia ngomong dulu, siapa tau dia benar-benar bisa bantu kita."Ucap Angga.
"Yaudah, ngomong sekarang, jangan banyak bicara."Ucap Nabila galak nya minta ampun.
"Keterlaluan ya Lo! Lo dah bikin sahabat gue menderita!"Ucap Nabila hendak menyerang Lana namun di tahan oleh Angga.
"Nabila jangan, jangan emosi, saat ini yang paling penting kunci nya sudah kita temukan, tingal bukti saja, yang penting Lana sudah mengakui kesalahan nya dan sekarang kita tau kan Tina lah yang menjatuhkan dirinya sendiri dari tangga."Ucap Anga.
"Nabila gue benar-benar minta maaf, gue nyesel udah kayak gini, gue pengen mempertanggung jawabkan kesalahan gue, gue bakal bantu kalian ngumpulin bukti setelah itu gue bakal minta maaf sama Clara dan gue siap di kelaurin dari sekolah ini karena udah bikin masalah kayak gini."Ucap Lana kepada Nabila.
__ADS_1
Nabila yang mendengar pengakuan dari Lana barusan pun merasa emosi juga tidak ada gunanya, yang terpenting saat ini adalah cara menyelesaikan masalah Clara dan Tina.
"Oke, kalau Lo memang mau bantu kita, Lo harus dengerin apa kata gue, karena gue punya rencana buat jebak Tina."Ucap Nabila.
"Oke, gue siap."Jawab Lana.
"Gue juga."Ucap Angga.
Mereka pun akhirnya menyusun rencana untuk menjebak si licik Tina dan membongkar kejahatan Tina kepada Erlan.
Siang pukul 10:30
Saat itu, pelajaran pertama sudah selesai dan sudah waktunya bagi semua siswa dan siswi di sekolah SMA itu untuk beristirahat.
Terlihat lah Tina, yang berjalan menuju toilet perempuan di sekolah tersebut, Anga, Nabila dan Lana sedang menjalani rencana mereka untuk menjebak Tina.
__ADS_1
Bersambung ....