Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Season Two : Reihan Sadar


__ADS_3

Tepat beberapa bulan setelah kecelakaan yang terjadi pada Reihan. Pria itu masih saja terbaring di ranjang rumah sakit.


Pelakunya pun masih belum di temukan oleh Andrew. Tapi Andrew tidak mau berhenti mencarinya. Dia akan berusaha menemukan kembali pelaku itu.


Sedangkan Alea kini tengah melamun di dalam kelas. Sesekali dia menengok ke kursi Reihan. Alea merindukan kehadiran pria itu.


Sudah hampir kelulusan tiba, bahkan pria itu tak kunjung sadar juga dari komanya. Alea hanya bisa mendo'akan Reihan agar segera sadar.


Banyak hal yang ingin Alea ceritakan pada pria itu.Tapi sayangnya semua masih tersimpan dalam di hati Alea.


Sebagai sahabat yang telah menyelamatkannya, Alea tak mungkin membiarkan Reihan kesepian. Dua hari sekali Alea datang ke rumah sakit. Bergantian dengan Mila menunggu Reihan.


Mila bahkan sering tertidur di samping kakaknya. Saat gadis itu tengah merindukan kehadiran sang kakak yang sudah beberapa bulan masih saja terbaring.


Setelah jam sekolah selesai, hari ini Alea memutuskan untuk segera ke rumah sakit. Dia sudah tak sabar untuk bertemu dengan sahabatnya itu.


Saat tiba di sana, Alea segera masuk ke ruang perawatan Reihan. Tapi betapa terkejutnya Alea saat di atas ranjang tidak ada siapapun.


"Reihan! Kemana dia?" gumam Alea panik tidak mendapati Reihan di atas ranjangnya.


"Kamu cari aku?" ucap seorang pria lirih. Alea langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Reihan?" Alea melihat bahwa Reihan tengah keluar dari kamar mandi.


"Iya aku Reihan," ucapnya.


"Kamu sejak kapan sadar?" tanya Alea, tanpa terasa air mata kebahagiaan menetes begitu saja dari kedua matanya.


Reihan mendekati Alea. Dia lalu menghapus air mata gadis itu.


"Kenapa menangis?" tanya Reihan tepat di depan wajah gadis itu.


Alea tak kuasa menahan air mata yang lebih deras lagi. Dia lalu memeluk erat Reihan. Membenamkan wajahnya di dada pria itu.


"Rei maafkan aku,aku yang membuatmu terluka seperti ini!" ucap Alea menyesal.


"Hei kenapa kamu cengeng sekali?" Reihan mendongakkan wajah Alea dengan kedua tangannya.


"Aku baik-baik saja Alea, semua sudah berlalu," imbuhnya lagi.

__ADS_1


"Ya kamu benar, jangan lagi tidur selama itu!" Alea tersenyum kecil.


"Tidak lagi Alea," senyum Rei sambil memeluk Alea. Gadis itu bersyukur karena hari ini ada keajaiban yang membuat Rei tersadar.Bahkan pria itu sudah bisa bangun dari ranjangnya.


Raffa yang dari tadi sudah datang, hanya bisa menahan hatinya saat menyaksikan keduanya berpelukan dari balik pintu kaca ruang itu.


Ada perasaan cemburu bercampur tak berdaya. Raffa tak mungkin begitu saja hadir diantara keduanya. Saat melihat betapa Alea sangat bahagia.


Dia hanya bisa bersandar di balik tembok ruang itu. Menghela napas dalam. Sampai saat ini Alea masih belum memberikan jawaban untuk pernyataan cintanya.


Raffa kadang mulai ragu bahwa Alea masih memiliki perasaan padanya. Tapi dia tidak mau menyerah sebelum Alea memutuskan untuk memilihnya atau Reihan.


Alea dan Reihan yang sudah saling melepas rindu akhirnya berbincang. Reihan kembali di ranjangnya. Sedangkan Alea duduk di samping pria itu. Dia mengupaskan buah apel untuk Rei.


Dari balik pintu terdengar suara seseorang membukanya. Ternyata itu adalah Mila. Dia bergegas ke rumah sakit saat Alea meneleponnya. Memberitahu bahwa Reihan sudah sadar.


Mila menatap Reihan dengan penuh rasa syukur. Dia juga tak mampu menahan air matanya. Mila lalu memeluk kakaknya.


"Kak Reihan!" ucap Mila sesegukan memeluk kakaknya erat.


"Mila!" Rei juga membalas pelukan adiknya.


"Aku juga dek!" jawab Rei.


"Oh iya, tadi kak Raffa kesini kan?" tanya Mila setelah melepaskan pelukannya.


"Eh apa iya?" tanya Rei tak melihat pria itu. Rei menatap ke arah Alea, barangkali gadis itu tahu bahwa Raffa juga kesini.


"Tapi dia tidak ke sini Mila," jawab Alea.


"Benarkah?" Mila malah balik bertanya.


"Tapi tadi aku melihat dia keluar dari rumah sakit ini. Aku kira dia menjenguk kakak," Mila mengatakan apa yang tadi dia lihat.


Alea hanya bisa menebak mungkin memang Raffa hendak menjenguk Reihan. Tapi melihat dia memeluk pria itu, makanya Raffa batal menjenguknya.


"Pasti kak Raffa tahu aku sedang berpelukan dengan Reihan, dia pasti salah paham lagi. Sepertinya aku harus segera memberinya jawaban sesuai janjiku dahulu," batin Alea.


Rei memperhatikan Alea, dia tahu apa yang di pikirkan gadis itu.

__ADS_1


"Alea kamu pasti lagi mikirin Raffa kan?" tanya Reihan.


"Eh tidak kok Rei," jawab Alea berbohong.


"Sudahlah, kejar dia! Di sini ada Mila yang menjagaku!" Rei ingin memberi kebebasan pada sahabatnya agar tak merasa bersalah terus pada dirinya karena masalah kecelakaan itu.


"Tapi Rei kamu?"


"Gak apa-apa, aku sudah sehat. Lagi pula Mila disini."


"Benar kak Alea, Mila akan menjaga kak Reihan," ucap Mila.


"Baiklah, aku pamit dulu. Cepat sembuh Rei," Alea akhirnya pamit.


Setelah gadis itu jauh dari Reihan dan Mila. Kedua bersaudara itu masih saja diam membisu. Sampai Mila membuka percakapan kembali.


"Kak Rei, kenapa membiarkannya pergi? Kak Rei suka kan sama kak Alea?" tanya Mila.


"Kakak gak mau mengikat dia Mila. Lagi pula pria yang ada di hatinya bukan kakak."


Rei kembali mengingat percakapan keduanya tentang persahabatan. Alea hanya menganggap Rei sahabatnya. Sedangkan Rei hanya bisa menyembunyikan perasaannya itu entah sampai kapan nanti.


"Tapi kakak juga pantas bahagia, Mila yakin kak Alea juga menyukai kakak," hibur Mila pada kakaknya yang tampak sedih itu.


"Kamu ini masih kecil sok tahu deh!" Rei mencubit pipi adiknya yang sedikit lebih kurusan dari pada sebelum dia koma.


"Auh sakit kak!" gerutu Mila.


"Kamu kurusan deh, makan yang banyak. Jangan mikirin kakak terus!"


"Gimana gak mikirin, cuma kakak yang Mila punya. Mila gak mau kalau kakak ninggalin Mila." Mila kembali memeluk Reihan.


"Maafin kakak Mila, kakak janji akan menjagamu seperti dulu lagi."


"Janji ya kak?" Mila mengaitkan jari kelingkingnya pada jari milik Reihan.


"Janji," jawab Rei mempererat kaitan jari mereka.


Keduanya begitu merasa bahagia bisa di beri kesempatan untuk bersama kembali. Setelah begitu lamanya Reihan menderita.Dia janji akan menjadi pria yang kuat untuk melindungi wanita yang dia cintai dan juga adiknya.

__ADS_1


__ADS_2