
Kini di apartemen, Leon sedang sibuk mengurus beberapa berkas-berkas.
lelaki itu kini telah resmi menjadi penerus kekayaan dari keluarga nya, dan lelaki itu pun juga memiliki beberapa usaha lain nya.
seperti sebuah restoran yang terkenal di kota tersebut, yang sudah memiliki beberapa cabang di berbagai daerah.
kesibukan Leon itu membuat Lea merasa sangat kesepian, wanita itu ingin memakan sesuatu dan akhir nya ia berjalan menuju ke arah dapur untuk mencari cari sesuatu yang ingin ia makan.
"Hemmm masak mie aja enak kali ya, trus kasih cabe yang pedas gitu". ujar Lea
"Mas, Lea mau masak mie pedes, kamu mau nggak?". tanya Lea kepada suami nya itu
"Sayang, kamu jangan terlalu sering makan mie yang pedas-pedas gitu ya".
"yaelah mas, sekali aja kok, lagian kan aku udah lama enggak makan mie pedes gitu". ujar Lea yang menyauti tanpa menoleh ke arah suami nya itu
Wanita itu sekarang sedang sibuk mencari bahan-bahan untuk mengolah Mie pedas dan ternyata, bahan bahan telah habis, terutama dengan Mie bahan utama nya.
"Ya habis lagi mie nya". rengek Lea
"kalau gitu aku supermarket dulu deh buat beli mie nya ya mas". Ucap Lea
"ya udah kalau gitu mas temenin ya, tapi kalau bisa jangan mie dong sayang".
"yaelah mas, sekali aja ya ya ya..". mohon Lea merengek kepada suami nya itu
"ya udah deh ini yang terakhir kali nya ya". Ujar Leon dan Lea pun menganggukkan kepala nya dengan cepat
"tapi enggak usah di temenin deh mas, lagian di supermarket di bawah dekat kok ngapain juga di temenin, biasa nya juga sendiri kan mas". ujar Lea menolak permintaan Leon
"Yakin enggak mau mas temanin? ". Tanya Leon
"iya mas, kamu juga lagi sibuk kan? ya udah kamu urus aja dulu itu, kalau gitu aku pergi dulu ya". ujar Lea yang mendekati Leon dan mengecup bibir lelaki itu dengan singkat
setelah itu dia berlari keluar dari apartemen, Leon sendiri hanya mematung dan memegang bibir nya seraya tersenyum dengan lebar
"hati-hati ya sayang, hubungi mas kalau terjadi apa-apa". Teriak Leon
__ADS_1
Lea pun berjalan santai menuju ke arah supermarket yang beberapa langkah lagi telah sampai, namun saat Lea menolehkan kepala,nya ke belakang.
ia merasa jika diri nya sedang di ikuti oleh seseorang, Lea pun mempercepat langkah nya dan langsung berlari masuk ke arah supermarket.
"aduh siapa sih yang ngikutin gue". ujar Lea yang mengambil beberapa mie yang menjadi tujuan nya itu
namun tangan nya tiba tiba di hentikan oleh seseorang, membuat Lea menatap ke sebelah dan ia begitu terkejut saat melihat sosok Marsha yang berada di sana, yang sedang mencekal tangan nya adalah Marsha.
"Lo ngapain di sini?". Tanya Lea yang sedikit terkejut
"Lo sendiri ngapain di sini, rumah lo di sekitar sini? ". Tanya Marsha
"enggak, gue cuma kebetulan lewat aja di sini, jadi gue mampir ke supermarket ini". Ujar Lea beralasan
Marsha pun mencengkal kuat pergelangan tangan Lea, hingga membuat wanita itu meringis kesakitan.
Lea sendiri berusaha menepis tangan nya dari cekalan Marsha dan mendorong nya dengan kuat.
"Lo apa apaan sih, sakit tangan gue". Ujar Lea menatap tajam ke arah Marsha
"heh itu nggak seberapa dengan sakit dan rasa malu yang gue rasain karena lo! ". ketus Marsha
Plaaakkkk!!
tamparan keras mendarat di pipi Lea, hingga meninggalkan bekas berwarna kemerahan.
Lea nampak memegangi pipi nya karena merasa nyeri dan sakit, dia menatap ke arah Marsha dengan tatapan yang tajam.
"Marsha!!! apa apaan sih Lo, pake nampar gue segala".
saat Marsha ingin menampar Lea kembali, kini Lea berhasil mencegah nya dan menepis kasar tangan Marsha
"dasar!! otak lo itu di buat dari apa sih?? masalah Lo sama gue itu apa sebenar nya hah?"". tanya Lea dengan kesal
"banyak!!! kedatangan Lo ke SMA tunas Bangsa aja udah menjadi sebuah kesalahan, sekarang lo berani merebut Leon dari gue dan membuat dia berpihak sama Lo!!!". ketus Marsha dengan kasar
" gue enggak pernah ngerebut siapapun dari lo ya, apa lo sama Leon sebelum nya ada hubungan? enggak kan? bahkan Leon menyukai lo aja enggak, jadi jangan pernah bahas Leon di antara kita. dia milik gue dan enggak akan bisa jadi milik lo!! walaupun lo gunain cara licik lo itu!". tegas Lea
__ADS_1
Marsha yang mendengar hal itu langsung menjambak kuat rambut Lea dan melepas nya saat ada seseorang yang melintas di dekat mereka.
Marsya pun menarik kasar tangan Lea agar keluar dari supermarket, Lea sedari tadi berusaha menepis nya dan memberontak, namun ia tidak memiliki kesempatan sama sekali, karena Marsya mencengkal nya begitu kuat.
saat mereka telah jauh dari supermarket, Lea menepis tangan Marsha lalu mendorong nya dengan kasar.
Lea berusaha lari secepat mungkin, karena merasa suasana sudah tidak kondusif lagi, Lea melirik ke arah belakang dan benar saja ada tiga lelaki yang bertubuh tegap dan besar sedang mengejar nya bersama dengan Marsha.
"mas Leon tolongin Lea". lirih Lea
wanita itu terus berlari hingga ia tak melihat jalanan dan menyebabkan ia tersungkur hingga kaki nya mengeluarkan darah segar.
ketiga lelaki itu menyeringai dan tersenyum mengerikan ke arah Lea, membuat wanita itu ketakutan, bahkan luka nya saat ini tidak terasa sakit lagi, karena lebih besar rasa takut nya saat ini.
Lea pun mencoba menghubungi Leon, namun dengan buru-buru Marsha melempar ponsel milk-nya hingga terpecah membuat Lea membulatkan mata nya.
"cepat lakuin yang gue perintahkan tadi! ".
setelah memerintahkan orang suruhan nya, Marsha pun langsung melangkah kan kaki nya menuju ke arah mobil nya meninggalkan tempat itu.
"pergi kalian!! gue enggak kenal dan gk ada urusan ya sama kalian bertiga!!!". teriak Lea saat tangan lelaki itu ingin memegang Lea, namun hampir saja tulang nya patah di buat oleh Leon
mereka bertiga pun membulatkan mata nya saat tangan teman nya hampir patah dan terjatuh kesakitan.
manik mata Leon menyala kemerahan, karena lelaki itu sekarang benar-benar marah.
"dasar baji*ng*an sialan!!!". umpat Leon yang langsung melayangkan pukulan ke arah lelaki itu
"jangan pernah sentuh dia dengan tangan busuk kalian!!". Teriak Leon yang kembali melayangkan tendangan kuat ke arah perut lawan nya hingga kesakitan
Lea berdiri dan menjauh, tubuh nya kini gemetaran saat melihat Leon juga ikut terjatuh karena lawan nya keroyokan.
"mas Leon hati hati". Teriak Lea
Leon kembali bangkit dan mengusap sudut bibir nya yang berdarah,dengan keras mendarat pukulan lagi di wajah Leon, hingga membuat nya meringis dengan amarah yang memuncak dan langsung melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah ketiga lelaki di hadapan nya.
Leon memberikan tendangan kuat ke wajah lelaki satu nya, namun mereka tidak mau kalah begitu saja, membuat Leon menghadapi tiga orang itu sekaligus sendirian.
__ADS_1
Lea sendiri pun membantu Leon dan mencari batu apa saja yang bisa membantu Leon.