Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Robi mengepalkan kedua telapak tangannya. Dia kalah telak dari Andrew Tan lagi. Entah apa yang sebenarnya Andrew punya hingga bisa membuatnya kelabakan seperti sekarang. Upayanya untuk menarik para investor saham perusahaan Tan agar bergabung dengan perusahaan Alexandra bisa di gagalkan dengan mudah oleh pria itu.


Tinggal satu langkah lagi pilihan bagi Robi untuk menghancurkan Andrew. Dia tak ingin berlama-lama membuat Andrew hidup tenang. Dendam keluarganya harus di bayar tuntas oleh keluarga Tan itu.


"Dasar brengsek, kalian mengurus masalah kecil gini aja gak bisa! Percuma aku membayar kalian mahal!" ucap Robi marah di ruang kerjanya.


Di depan pria itu tengah berdiri tiga pria yang merupakan orang kepercayaan Robi. Ketiganya telah gagal dalam mengacaukan saham keluarga Tan. Yang akhirnya membuat Robi mengamuk seperti sekarang.


Di sisi lain,Liera yang masih di kurung dalam rumah kosong oleh Robi berusaha untuk kabur. Dia mengendap-endap mencari jalan keluar dari rumah itu. Liera tak lagi berharap pada Robi, mengingat pria itu sudah tak memperdulikannya. Bagi Liera saat ini yang terpenting adalah bisa keluar dari tempat itu. Mencari kebebasan untuk membalas dendam pada Zelia dan juga Andrew.


Satu jam kemudian akhirnya Liera bisa keluar dari rumah itu. Dia berjalan menyusuri jalanan sepi. Tak ada kendaraan yang berlalu lalang di jalanan yang dia lewati. Liera terpaksa harus berjalan ke jalanan yang lebih ramai lagi untuk menemukan kendaraan.


Dia tak memiliki apapun, handphonenya juga telah di buang oleh Robi saat pria itu menyekapnya.


Sebuah sepeda motor terlihat dari jauh oleh Liera, wanita itu segera menghentikannya saat pengemudinya sudah dekat dengan posisi Liera berdiri.

__ADS_1


"Tolong! Tolong saya tuan!" ucap Liera meminta tolong. Pengemudi itu menghentikan motornya, dia menatap ke arah Liera sedikit lama. Hingga Liera memberanikan diri untuk lebih dekat lagi dari pria itu.


"Tuan saya mohon tolonglah saya!" Liera memohon pada pria yang masih mengenakan helm itu.


Saat pria itu membuka helmnya, Liera terhenyak sampai memundurkan beberapa langkah kakinya.


"Ka-kamu?" Liera tergagap saat mengenali pria itu.


"Iya ini aku Bram," ucap pria yang ternyata adalah Bram.


"Syukurlah itu kamu Bram, tolong aku," ucap Liera memohon kembali.


"Maaf Liera aku sudah tak memiliki urusan apapun denganmu, saat kamu sudah bersama pria lain, itu adalah terakhir kita berurusan," ucap Bram lalu menstater motornya.


Bram melajukan motornya, meninggalkan Liera yang berdiri kaku di jalanan. Wanita itu tak percaya bahwa pria yang dahulu memuja-mujanya kini bahkan mengangggapnya hanya sebuah sampah.

__ADS_1


Liera tahu pasti Bram kecewa karena dia berkhianat dari pria itu. Tapi Liera percaya bahwa Bram pasti masih mencintainya.


Namun perkataan barusan membuat wanita itu sadar, bahwa di tak bisa lagi mengendalikan Bram seperti dahulu.


Di sepanjang perjalanan, Bram teringat kembali bagaimana dia di khianati oleh Liera. Dan bagaimana Bram mendapat kesempatan kedua dari Andrew untuk menata hidupnya lagi.


Sejak saat itu,Bram berjanji tak akan kembali ke masa lalu. Tak akan lagi menjadi pria jahat.


Karena sekarang Bram tengah menjalani hidup barunya. Andrew memberikan kepercayaan pada Bram untuk menjaga Alea dan Arkan.


Bram dengan senang hati menerimanya, dia sudah terlanjur menyayangi Alea. Dan karena kebaikan Andrew, Bram berjanji untuk setia pada pria itu. Dan melupakan semua masalah di masa lalu.


Bram tahu kepergian anaknya karena kesalahan Liera sendiri bukan karena Andrew atau Zelia.


"Semoga kamu bisa sadar secepatnya dan menjadi wanita yang baik Liera," batin Bram.

__ADS_1


Meski cintanya masih tersisa di hati pria itu. Namun dia memilih untuk perlahan melepaskannya. Rasa sakit karena dikhianati masih membekas jelas di hati Bram akibat dari perbuatan Liera.


Sampai suatu saat Bram berharap bisa menemukan pengganti Liera, yang mampu menerimanya apapun keadaan pria itu.


__ADS_2