Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Season Two : Ciuman Kecemburuan


__ADS_3

Alea dan Monic terpaksa harus menumpang di mobil milik Reihan. Itu karena mobil milik Monic mengalami pecah ban.


Atas permintaan Mila, Reihan akhirnya mau memberi mereka tumpangan. Meski sebelumnya Alea menolaknya. Tapi dengan terpaksa harus naik ke mobil itu. Karena dia merasa tak enak jika harus menolak Mila yang tulus membantunya.


Di dalam mobil hanya ada suara Monic dan Mila yang sedang bercengkrama. Keduanya tampak begitu akrab meski baru pertama bertemu.


Sedangkan Alea dan Reihan hanya diam di kursi bagian depan. Reihan yang fokus mengendarai sedangkan Alea lebih fokus melihat ke lampu-lampu di jalanan.


Setelah beberapa menit perjalanan, Raffa mengantar Monic terlebih dahulu karena rumah gadis itu yang paling dekat. Setelah itu Mila meminta di antar terlebih dahulu, karena rumahnya juga sudah dekat.Sedangkan rumah Alea yang paling jauh.


"Kak Reihan antar kak Alea sampai di rumahnya ya. Mila gak ikut, tapi awas kalau sampai di turunin di jalan! Kakak nanti gak boleh masuk ke dalam rumah!" gertak Mila. Alea merasa tak enak hati merepotkan keduanya.


"Sebaiknya aku turun sini saja, nanti bisa pesan taksi online."


"Tuh sadar kalau ngerepotin!" sentil Reihan sinis.


"Kak Reihan!" teriak Mila dari balik jendela pintu mobil sambil menatap tajam dengan kedua matanya ke arah Reihan.


"Iya-iya aku anterin! Dasar cewek semuanya bawel!" jawab Reihan sambil kembali menghidupkan mobilnya. Setelah dia memastikan adik semata wayangnya itu masuk ke dalam rumah. Dia baru menginjak gas mobilnya.


"Kalau terpaksa, turunin di depan aja Rei!" ucap Alea tak enak hati. Karena melihat Reihan bersikap dingin dari tadi.


Reihan menatap gadis itu sekilas. Lalu menghentikan mobilnya. Alea bersiap membuka pintu mobil. Namun tangan Reihan segera mencegahnya.


"Cowok sejati gak akan tega nurunin cewek sembarangan di malam hari. Emang aku setega itu!" ucap Reihan sambil memasangkan sabuk pengaman di tubuh Alea.


Alea lupa dari awal naik mobil ternyata tidak memakai sabuknya. Itu menjadi alasan bagi Reihan untuk berhenti sejenak dan memakaikannya.


Saat ini jarak keduanya begitu dekat. Bahkan Alea bisa mencium bau parfum dari tubuh Reihan.


Sedangkan pria itu masih acuh dan bersikap dingin. Tanpa menatap wajah Alea yang sudah memerah dengan sempurna.

__ADS_1


"Lain kali jangan lupa pakai sabuknya," ucap Rei. Alea hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Rei kembali melajukan mobilnya di tengah malam yang mulai sunyi itu. Tak berapa lama keduanya telah sampai di depan rumah milik Alea.


Sejenak Rei merasa kagum dengan rumah milik Alea.Dia tak mengira ternyata Alea anak orang kaya. Tapi dari penampilannya, gadis itu terlihat biasa-biasa saja. Tak memperlihatkan bahwa dia bisa lebih dari itu.


Rei yang masih di dalam mobil membuka kaca pintunya saat Alea melangkah keluar mobil.


"Makasih udah nganterin, mau mampir dulu?" Alea mencoba basa basi saat di luar mobil.


"Aku rasa tidak perlu, lihat mereka sedang menunggumu!" ucap Reihan sambil menunjuk ke arah Raffa dan Arkan. Alea segera menoleh ke arah mereka.


"Baiklah kalau begitu."


Reihan lalu pergi setelah mengantar Alea. Sedangkan gadis itu dengan santai berjalan ke arah Arkan dan Raffa.


Tapi kedua mata Raffa tak berhenti menatap Alea. Ada rasa kesal menelusup di hatinya saat melihat Alea tengah diantar oleh seorang pria.


Arkan yang tahu bahwa Raffa tengah cemburu akhirnya masuk ke dalam rumah perlahan-lahan. Dia memberikan waktu bagi keduanya untuk berbicara dan menyelesaikan masalah mereka.


"Huh anak gadis pamit keluar sama temen cewek. Ternyata pulang sama cowok!" sindir Raffa sambil tersenyum sinis.


"Memang kenapa toh bukan urusanmu! itu lebih baik daripada diam saja di peluk-peluk sama cewek," balas Alea sengaja menyindir Raffa.


"Maksud kamu Monic? Kamu salah paham Alea!" jelas Raffa.


"Salah paham atau tidak aku tak peduli! Lagi pula kita tak memiliki hubungan apapun, untuk apa aku peduli itu," jawab Alea, kakinya melangkah hendak meninggalkan pria itu. Tapi sebelum dia jauh Raffa sudah menggenggam lengannya terlebih dahulu.


Pria itu lalu menarik tengkuk Alea dan sesaat kemudian dia mencium bibir gadis itu.


"Umm!" Alea merasakan bibir hangat milik Raffa sepenuhnya menempel pada bibirnya. Bahkan deru nafas pria itu begitu terasa di hidungnya.

__ADS_1


Alea terkejut karena mendapat perlakuan seperti itu secara tiba-tiba. Dia lalu mendorong Raffa agar menghentikan ciumannya.


Plak!


Tangan kanan Alea refleks menampar pipi kiri Raffa. Pria itu hanya tersenyum kecut mendapatkan tamparan itu.


"Kamu sudah gila ya!" teriak Alea.


Raffa tersenyum mendengar Alea mencacinya.


"Heh ya aku sudah gila. Gila karena aku bisa cemburu dengan gadis ingusan ini!" tunjuk Raffa pada Alea.


"Gadis yang dengan mudah bisa diantar jemput oleh pria lain! Sedangkan dia memiliki perjanjian pernikahan denganku! Seharusnya kamu bisa tahu hubungan apa antara kita!" amarah Raffa memuncak. Semua yang ada di pikirannya begitu saja keluar dari mulut pria itu.


Alea hanya terdiam tak tahu harus menjawab apa. Dia lalu berlari masuk ke dalam rumah.Saat mendorong pintu rumah itu,Arkan yang tadi sedang menguping akhirnya terjungkal karena dorongan dari adiknya.


"Hehe tadi aku cuma lewat kok," Arkan mencoba menjelaskannya tapi Alea tak perduli dengan kakaknya itu.


Dia berlari ke kamarnya. Sedangkan Arkan melihat keadaan Raffa terlebih dahulu. Pria itu masih berdiri di depan pintu.


"Kak Raffa sudah malam, sebaiknya kakak menginap di sini saja," ucap Arkan.


"Aku pulang saja, kamu tolong jaga Alea," ucap Raffa setelah itu meraih kunci mobilnya dan pergi dari rumah itu.


"Rumit-rumit, cinta memang rumit!" ucap Arkan menanggapi keduanya.Dia yang belum merasakan jatuh cinta hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat drama tadi.


Dari dalam kamar Alea menatap Raffa yang pergi menjauh dari rumahnya. Dari balik tirai jendela dia bisa melihat punggung pria itu. Punggung yang gagah dan sempurna. Tak ada alasan bagi seorang wanita menolak pesonanya.


Alea juga masih memegangi bibirnya yang baru saja di cium oleh Raffa. Alea kembali mengingat ciuman tadi. Tapi rasa kesal bercampur senang menjadi satu. Alea tak tahu apa yang terjadi dengan dirinya.


Di dalam mobil,Raffa memukul setir mobilnya.

__ADS_1


"Bodoh-bodoh, dasar bodoh!" maki Raffa pada dirinya sendiri.


"Raffa kamu malah membuatnya membencimu!Bodoh banget sih!" ucapnya lagi. Setelah mengingat apa yang barusan dia lakukan pada Alea. Gadis itu pasti akan lebih membencinya lagi.Niat Raffa untuk memperbaiki kesalahan malah menambah kesalahan baru.


__ADS_2