Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Season Two : Selamanya bersamamu


__ADS_3

Setelah pesta kelulusan usai, dan juga setelah kepergian Reihan. Alea memutuskan untuk kembali fokus ke kehidupannya kembali.


Meski sedih karena sahabatnya pergi tanpa kabar. Alea hanya bisa berharap suatu saat mereka akan bisa bertemu dan berkumpul kembali seperti dahulu.


Kini Alea harus meneruskan pendidikannya. Dia ingin kuliah di salah satu universitas terbaik di Inggris. Selain kuliah di sana dia juga bisa lebih dekat dengan Raffa. Hal itu pasti baik untuk hubungannya. Lagi pula kedua orang tuanya juga memberi sinyal hijau untuk keputusan Alea. Tapi ada satu syarat yang harus dia setujui. Yaitu Arkan harus bersamanya juga. Bagi Alea itu bukan masalah besar. Karena dia sudah terbiasa bersama dengan pria itu.


Sebelum Alea memutuskan untuk kuliah, Raffa bahkan ingin segera menikahi Alea. Tapi gadis itu menolaknya. Dia tidak mau menikah di usianya yang masih terlalu muda.Alea ingin mengejar cita-citanya. Menjadi seorang dokter adalah cita-cita gadis itu dari kecil.


Sedangkan Arkan memilih kuliah bersama Alea. Bukan karena ikut-ikutan kembarannya itu. Tapi karena dia ingin menjaga Alea agar tidak berbuat hal di luar batas dengan Raffa di negara itu. Meski sebenarnya dia di minta oleh sang ayah juga untuk menjaga adiknya.


Sebulan kemudian semuanya berjalan dengan baik sampai detik ini. Alea mulai terbiasa tanpa adanya Reihan. Tapi dia tidak mungkin melupakan pria itu.


Begitu pula dengan Reihan. Pria itu fokus dalam mengejar mimpinya. Dia mencoba mengurangi isi kepalanya untuk memikirkan Alea.


Sepanjang hari Reihan sibuk dalam berbagai kegiatan di universitasnya. Mila juga begitu dia sibuk di sekolah. Kedua saudara itu memutuskan untuk belajar mandiri.


Meski secara keuangan mereka tak kekurangan apapun. Tapi keduanya sangat kekurangan kasih sayang kedua orang tuanya. Sebagai gantinya Reihan menjadi papa dan mama bagi Mila yang masih remaja.


Setelah pulang sekolah, Reihan selalu menemani sang adik pergi berkeliling kota itu. Sesekali dia teringat dengan Alea. Mila juga tahu bagaimana beratnya usaha kakaknya untuk melupakan Alea. Tapi mereka harus menjalani hidup mereka seperti dulu lagi.

__ADS_1


Di tempat lain, Raffa tengah bersama Alea. Keduanya sedang berada di pinggir pantai sore itu. Untuk menikmati matahari yang akan tenggelam.


Raffa tak berhenti memandang gadis di sampingnya itu. Dia sangat mengagumi Alea. Perlahan Raffa mengelus lembut rambut Alea.


"Alea," panggil Raffa.


"Ya kenapa?" tanya Alea sambil tersenyum ramah pada pria yang kini menjadi kekasihnya itu.


"Jangan pernah tinggalin aku Alea," pinta Raffa.


"Tentu saja tidak akan meninggalkanmu, tapi bagaimana jika kamu yang meninggalkanku?" tanya Alea.


"Apa kamu rela melepaskan ku untuk pria lain?" Alea tak percaya Raffa bisa semudah itu melepasnya.


"Tentu saja tidak, tapi jika ada perpisahan karena takdir. Aku juga tidak mau membuatmu sendirian."


Raffa mencium punggung tangan Alea. Entah ada perasaan aneh pada Alea yang saat ini dia rasakan.


"Raffa jangan bicara hal yang membuatku sedih," ucap Alea ingin menghentikan percakapan mereka yang membuatnya tak enak hati.

__ADS_1


"Maaf Alea, aku hanya takut kehilanganmu!" jawab Raffa tahu telah membuat Alea tak nyaman.


"Aku akan tetap bersamamu Raffa," Alea menenangkan Raffa.


"Makasih Alea, aku janji tak akan membuatmu sedih lagi," janji Raffa untuk menjaga Alea.


Alea menganggukkan kepalanya. Di menit berikutnya Raffa mencoba mencium bibir ranum milik Alea. Gadis itu bahkan tak menolaknya. Sama-sama sedang merasakan gelora di hati mereka.


"Cinta memang tidak bisa di tebak, kadang dia bisa membuatmu bahagia. Tapi dalam waktu sekejap juga bisa membuatmu terluka. Karena apa? Karena kita terlalu mencintai orang yang ada dalam hati kita. Sebenarnya dari awal kita sudah tahu bagaimana akibat jika terlalu mencintai. Tapi hati ini tetap kuat untuk mencintai dan tak memperdulikan rasa sakitnya. Satu hal yang terpenting adalah kita bisa bersama dengan orang yang kita cintai. Setulus mungkin memberikan hati kita padanya. Dan jika orang yang kita cintai tanpa sengaja menyakiti kita. Hanya air mata yang bisa membuat kita tenang. Dan sebuah harapan agar orang yang kita cintai tidak akan mengulang hal yang sama."


Alea dan Raffa saling menikmati ciuman mereka di saksikan matahari terbenam. Hingga cahaya matahari itu benar-benar telah hilang sepenuhnya. Digantikan oleh gelapnya malam.


"Sepertinya kita harus kembali Alea, di sini sudah terlalu dingin!" ajak Raffa.


"Ya kita harus kembali, atau kak Arkan akan mencincang kita!" jawab Alea.


Keduanya akhirnya memutuskan untuk kembali. Raffa mengantar Alea ke tempatnya tinggal bersama Arkan. Setelah itu Raffa pun kembali ke rumahnya.


"Alea aku selalu dan akan selamanya mencintai kamu. Sampai maut sendiri yang memisahkan kita," batin Raffa.

__ADS_1


__ADS_2