
di apartemen, Lea sedang mengemil makanan yang dia beli sebanyak itu membuat Leon tersenyum manis melihat nya.
"sayang mas mau dong". Ucap Leon
" Mas mau?". Lea pun mengambilkan lagi makanan yang ada di meja, namun Leon malah menarik tangan Lea dan memakan makanan bekas Lea
"itu bekas Lea loh Mas". ujar wanita itu terkejut
" Emang kenapa? Asal kamu ini tuh rasa nya lebih nikmat dari pada yang baru". jawab Leon dengan santai
Lea sendiri hanya menggelengkan kepala nya dan langsung kembali memakan makanan nya sambil menonton drama Korea kesukaan nya.
Walaupun Leon sendiri memang tidak menyukai acara itu, namun demi istri tercinta nya itu, ia rela ikut menonton.
setelah selesai dengan makanan nya Lea langsung tidur di atas tubuh Leon dan tersenyum manis ke pada suami nya itu.
Leon melingkarkan tangan nya di pinggang Lea dan memajukan bibir nya dan Lea langsung mengecup nya sekilas.
dia menutup wajah nya yang malu malu itu di dada bidang Leon.
"Kamu kenapa? kok enggak biasa-biasa nya kayak gini sayang?". tanya Leon
Lea sendiri juga kebingungan, Entah kenapa dia ingin sekali bermanja manja dengan suami nya itu.
Lea langsung berbaring di sebelah Leon dan Leon mematikan lampu agar menonton film nya berasa lebih seru.
Leon mengganti drama Korea itu dengan film horor, membuat Lea membulatkan mata nya dan membalikkan tubuh nya.
"Mas, Kenapa kamu ganti sih?! yang tadi itu lagi seru seru nya tahu! ". Keluh Lea
"ini juga seru sayang, kalau kamu takut, kamu tinggal peluk aja Mas". Ujar Leon yang modus
suara film tersebut sangat kuat dan mendebarkan, membuat Kea reflek memeluk Leon. Lalu setelah semua nya aman, Lea kembali melirik ke arah televisi.
hantu itu sangat menyeramkan wajah nya hancur tak berbentuk, ada darah yang seperti nya mengeluarkan bau busuk yang terus mengalir di wajah nya, membuat Lea langsung mual dan berbalik badan.
namun Leon yang sudah hafal, langsung menundukkan kepala nya hingga bibir mereka berdua bersentuhan.
Lea membuka mata nya dan memukul pundak Leon dengan Sedikit keras, sedangkan lelaki itu malah tertawa terbahak-bahak.
"hehehe.. yaudah sayang ganti aja". Ucap leon
"nggak usah, ini aja. Lea masih penasaran, hantu itu mati kenapa? ". Tanya Lea
__ADS_1
"tadi Takut sekarang kok malah penasaran". Ejek Leon
"Ya takut, tapi masih sereman lihat muka Mas Leon sihh". Jawab Lea santai
Leon sendiri Langsung memanyunkan bibir nya dan menarik Lea agar menghadap nya.
"tadi kamu bilang apa? lebih sereman aku gitu? ".
" ah masa sih mas tadi aku bilang kayak gitu". ujar Lea tersenyum dengan kaku
Leon yang kesal langsung melepaskan pelukan nya, Namun tubuh Lea sedikit oleng, hingga tangan Leon melingkar di pinggang lea agar wanita itu tidak terjatuh.
namun sial nya, wanita itu tetap terjatuh dan Leon yang tak sempat menolong ikut terjatuh juga
Leon tersenyum manis dan menyatukan kening mereka berdua, Lea memejamkan mata nya dan menikmati suasana itu, walaupun di tengah-tengah gempuran suara horor yang mendebarkan.
"sayang, apa kamu siap melahirkan anak-anakku? ". tanya Leon dengan tiba-tiba
"enggak, sekarang Kita kan masih sekolah Mas". Sahut Lea
"mau di kasih makan apa anak kita nanti". Ucap Lea lagi
"makan apa saja, kekayaan Mas nggak akan habis untuk tujuh turunan". ujar Leon dengan sombong membanggakan diri nya
"Ck! Kamu ini nggak bisa di ajakin romantis". sungut Leon
" mas, Iya iya nggak bercanda lagi. tapi jangan sekarang ya".
"Baiklah, aku akan menunggu kamu siap. Lagian aku juga tanya aja kok. aku takut kamu capek bawa perut kamu yang sudah menggembung".
"Mana mungkin mas, nama nya juga hamil".
"nanti kamu kalau udah jadi emak-emak, pasti gosip di depan sana sama emak emak lain nya, ya Kan? Aduh jeng kemarin si sapto anak nya makan sate 100 tusuk langsung di telen Loh!". Ujar Leon menirukan emak emak bergosip
"Hahahah.. Mana ada orang gosip kayak begitu". ujar Lea tertawa dengan keras
"emang gitu kan, gk salah? ". tanya Leon
" enggak, Kamu salah besar. duhh bangun dong mas, berat taukk di tindih seperti ini".
Leon bangun dan membantu Lea untuk bangun juga, Ia duduk dan menarik istri nya juga, untuk duduk di atas pangkuan nya dan Lea menghadap pada diri nya.
"kalau nanti kita punya anak, pasti dia ganteng nya mirip kamu. bibirnya, matanya, rambutnya, tapi sifat nya biar kayak aku".
__ADS_1
"lah kok gitu? ".
"Iya, kan aku nggak mau kalau anaku punya watak sombong kayak kamu".
" Ck! itu bukan sombong tahu, tapi fakta!".
"Sayang, nanti nama anak kita kalau laki-laki paino paijo deh, kalau cewek tukiyem". ucap Leondengan serius
Lea langsung memukul kuat bahu Leon, yang membuat lelaki itu meringis kesakitan.
"Enak aja kamu, enggak! aku saja yang ngasih nama anak kita nnant, jangan kamu".
"loh kan Kayak nya lebih anggun dan sopan gitu".
Lea memutar bola mata nya dengan malas dan langsung melihat ponsel Leon yang berdering, terdapat panggilan dari Bapak nya.
"Mas, ini Bapak kenapa telepon ke ponsel kamu, bukan ke aku? ". tanya Lea
Leon pun langsung merebut ponsel itu dengan khawatir, namun Lea menarik nya kembali karena dia ingin berbicara kepada bapak nya.
sudah lama Lea tidak mengetahui kabar mereka, Lea menjawab panggilan telepon itu dan langsung mendekatkan ke telinga nya.
Leon yang sedang cemas, hanya berharap jika semua baik-baik saja dan tidak ada hal buruk yang akan terjadi nanti nya.
"Halo Nak Leon, ibu kamu sudah meninggal. kalian berdua ke sini ya, tolong bilang sama Lea dengan baik-baik ya nak, bapak mohon jangan sampai buat Lea tahu yang sebenar nya, Bapak percaya sama kamu". Ujar Pak Heru dengan suara yang bergemetar dan terdengar suara isakan tangis di seberang
"maksud bapak? bapak bercanda kan??". Tanya Lea yang terkejut
tanpa sadar air mata nya menetes begitu saja, hal itu membuat jantung Leon langsung berpacu kuat. dia mengusap air mata istri nya itu.
"ada apa Sayang?". tanya Leon dengan cemas
Lea langsung berdiri dan menatap ke arah Leon dengan Tatapan yang tajam, wanita itu terus menangis dan membuat Leon merasa bersalah dan juga kebingungan.
" Mas jujur sama Lea! apa selama ini kamu tahu kalau ibu sakit dan kamu mau menututupi nya dari aku? Iya Mas?". tanya Lea dengan tubuh bergemetar
"Sayang, Mas bisa jelasin semua nya".
"jelasin apa?! sekarang ibu sudah meninggal dan aku enggak bisa sekedar melihat nya untuk terakhir kali nya!! Kenapa Mas??? Kenapa kamu tega sama aku?? Apa karena menurutmu ini hal yang Enggak penting bagiku?? karena pernikahan kita bukan yang kamu inginkan?? Iya Mas?? dan sekarang aku cuma bisa lihat Ibu terbujur kaku begitu? Kamu jahat mas!!!". teriak Lea dengan histeris
"maafin Mas, sayang". Ucap Leon yang mendekat dan memeluk Lea, Namun istri nya itu langsung melepas pelukan nya dan mendorong kuat tubuh Leon.
Lea langsung mengusap Kasar air mata nya dan berlari keluar untuk segera pulang ke desa
__ADS_1