
Zelia merasa sangat antusias setelah dia mendaftar kuliah, ya akhirnya dia masuk kuliah juga setelah berdebat panjang dengan Andrew, Zelia tak di izinkan untuk mengikuti kelas dahulu satu semester pertama, mengingat bahwa usia kandungannya yang masih terlalu muda.
Serta rasa mual yang sering dia alami membuat Andrew tak tega mengizinkannya untuk kuliah, tapi kali ini Zelia menyakinkan Andrew bahwa dia tidak apa-apa selama jadwal kuliahnya tak terlalu padat.
Demi Zelia Andrew meminta izin langsung ke kepala bagian akademi yang di pilih oleh Zelia untuk tak terlalu ketat dalam memberi kelas bagi Zelia.
Andrew juga memberikan alasan bahwa Zelia sedang hamil, untung saja dia mendapatkan izin itu.
"Sayang jangan cepat-cepat dong jalannya," cegah Andrew saat melihat Zelia yang begitu senangnya masuk pertama kali di kampus mereka.
"Hehe iya aku akan pelan-pelan, tapi sungguh aku sangat senang sekali akhirnya bisa kuliah juga," ucap Zelia sambil sesekali tersenyum ke arah Andrew.
Pria itu menggenggam erat istrinya dan mengantarkannya ke kelas Zelia, wanita itu mengambil akademi kedokteran, entah apa yang membuatnya menginginkan hal itu, tapi sebagai seorang suami Andrew mendukungnya.
"Kalau ada apa-apa kamu langsung telepon aku, oke?" pinta Andrew saat di kelas Zelia.
__ADS_1
"Siap bos!" ucap Zelia sambil memberi hormat, Andrew terkekeh melihat tingkah Zelia, dia lalu mengusap lembut rambut wanita itu.
"Udah aku ke kelas dulu," pamit Andrew,Zelia mengangguk, tak sedikit dari wanita-wanita di sekitar Zelia yang memandang iri ke arah Andrew dan Zelia.
"Hai?" Zelia menyapa empat gadis yang sedang memperhatikannya dari tadi.
"Ahh aku patah hati ternyata dia sudah memiliki pacar," ucap salah satu gadis di depan Zelia tanpa rasa malu.
"Eh," Zelia terkejut dengan apa yang dia dengar, jadi para gadis itu adalah fans baru suaminya.
"Kamu siapanya Andrew?" tanya salah satu di antara mereka.
Zelia merasa canggung dengan suasana di kelas itu, dia lagi-lagi harus mematahkan semangat para gadis saat mengetahui statusnya bersama Andrew, tapi memang seharusnya seperti itu.
Bagaimanapun juga Zelia tak memungkiri pesona Andrew bisa membuat para wanita bertekuk lutut kepadanya meski itu hanya pada tatapan pertama.
__ADS_1
"Huaaaaaa kenapa dia sudah menikah!" teriak salah satu gadis yang duduk di depan Zelia.
"Aku kalah jauh darimu! siapa namamu?" gadis berambut pirang itu menyodorkan tangannya pada Zelia.
"Aku Zelia," ucap Zelia memperkenalkan diri sambil meraih tangan gadis itu.
"Panggil aku Alfi, dan mereka itu adalah Rose, Viso dan Elsa," ucap Alfi memperkenalkan dirinya dan ketiga sahabatnya.
Mereka semua menjabat tangan Zelia,meski terlihat ada cipratan persaingan dari mata mereka berempat tapi sebisa mungkin mereka menerimanya, karena memang Zelia lebih menang dari mereka dalam mendapatkan Andrew.
"Mari berteman," ucap mereka berempat kompak di hadapan Zelia, sontak Zelia hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda dia setuju.
Sebenarnya Zelia sedang berfikir, mungkin kehidupan baru ini lebih berwarna dengan teman-teman yang sepertinya sedikit somplak itu.
Tapi dia juga harus berhati-hati dalam berteman, siapa tahu mereka mempunyai tujuan yang berbeda untuk hubungannya dengan Andrew, setidaknya dia harus berjaga-jaga.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, waktu kuliah berakhir, Andrew dan Zelia memutuskan untuk segera kembali ke rumah mereka.
Andrew tak mau Zelia terlalu lelah melakukan kegiatan diluar sana, dan akan mempengaruhi kesehatannya dan juga calon anak mereka.