Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Kay Yang Baik Hati


__ADS_3

"huwaaaa.....!!!"Tangisan bocah kecil yang memakai seragam TK langsung menarik perhatian Kay,gadis berusia 8 tahun itu segera mendekat dan menolong bocah itu yang sepertinya tengah di ganggu oleh para yeman_temannya.


"Hei,apa yang kalian lakukan?"Teriakan Kay membuat 2 Pria laki_laki seusianya menoleh seketika,lalu mereka terlihat kembali mengejek pada bocah kecil yang sedang menangis tadi.


"Anak manja,anak manja...?"Ucap dua pria kecil tadi.


"Pergi kalian,atau aku akan mengadukan pada Bu Guru."Ancam Kay seketika membuat dua Pria kecil tadi terkejut dan merasa terancam,lantas keduanya memilih pergi dari tempat itu.


"Kamu tidak apa,_apa 'kan?"Kay mengukur 'kan tangan,yang langsung di sambut baik oleh Alexa dengan senyum bahagia.


"Makasih Kak,aku tidak apa_apa."Ucap bocah TK tadi berjalan beriringan mengikuti Kay yang mengajaknya di bangku taman sekolah.


"Apa mereka sering mengganggu mu?"Tanya Kay pada Lexa yang terlihat sedang membersihkan rok yang ia pakai karena kotor bekas dorongan dari dua pria iseng tadi.


Lexa segera mengannguk,kemudian duduk di samping Kay yang masih terlihat memperhatikannya.


"Aku tidak apa_apa kok,Kak?"Jawab Lexa mengeluarkan dua potong roti dari dalam tas,lalu memberikan pada Kay.


"Tapi mereka sudah keterlaluan."Ucap Kay tidak terima,ia menerima potongan roti itu lalu memakannya bersama_sama.


Lexa hanya terdiam sambil terus menggigit potongan roti yang ada di tangan.


Andai Kak Varo tau kalau ia jadi baham bully'an para kakak kelasnya,pasti laki_laki muda itu tidak akan membiarkannya begitu saja.


"Hei,kenapa diam?Apa mereka mengancam mu?"Tanya Kay sekali lagi,ia hanya tidak ingin terlalu mendesak Lexa yang seperti masih enggan bercerita.


Gadis kecil itu menggeleng,lalu ia menceritakan semua pengalamannya selama dua bulan bersekolah disini.Dua kakak kelasnya yang usil itu memang selalu mengejeknya sebagai bocah manja karena setiap hari mereka melihat Lexa yang di antar oleh dua orang bodyguard.Ia juga menceritakan mereka pernah membully nya karena tidak sengaja mendengar percakapan Lexa dengan sang Mama yang membahas perkara tentang Ayah kandungnya.


Tentu saja Lexa sangat sedih,dan tanpa sepengetahuan sang bodyguard gadis kecil itu sering menangis karena selalu jadi bahan bully'an kedua kakak kelasnya.Tapi hari ini Lexa sangat senang karena tiba_tiba ada yang membelanya dan mengusir kedua Pria kecil itu dari hadapannya.


"Kamu tenang saja,kalau besok mereka masih mengganggumu,aku yang akan melaporkan mereka pada kepala sekolah."Kay tersenyum lantas melanjutkan memakan sisa potongan roti yang di berikan oleh Lexa tadi.


"Makasih Kak?"Ucap Lexa gembira.


"Aku Kayshila,kelas 3B."Kay mengulurkan tangan sambil memperkenalkan diri.


"Aku Alexa,panggil aja Lexa 'kak?"Gadis kecil itu tak kalah antusias menyambut uluran tangan dari Kay.


Mereka berdua melanjutkan obrolannya hingga bodyguard Lexa datang dan mengajaknya untuk pulang.


****


Keesokan paginya...


"Ma,apa Lexa boleh membawa dua bekal?"Gadis kecil itu tampak ragu mengatakannya pada sang Mama yang terlihat tengah menata sarapan pagi di atas meja.


"Dua?"menunjuk dua jari tangan,lalu mengernyit heran."Satu lagi untuk siapa,Nak?"Tanya Elisa penasaran,ia lantas duduk di depan Lexa yang sudah menunggu sarapan paginya.


"Aku ingin memberikannya pada Kak Shila sebagai ucapan terima kasih."Jawab Lexa kemudian.


"Shila,siapa Shila?"Rey menyahut dari belakang,Pria berusia delapan tahun itu mengambil posisi duduk di sebelah adiknya itu.


"Kak Shila udah nolong aku kemarin,Kak.Jadi Lexa pengen kasih satu untuk dia hari ini."

__ADS_1


"Nolong?Kamu kenapa?"Rey terlihat posesif,ia sampai beranjak dari kursi dan memeriksa semua bagian tubuh adiknya itu.


"Eh,aku tidak apa_apa kok,kemarin hanya jatuh sa___..."


"Kamu jatuh?"Sang Mama tak kalah kaget,wanita itu langsung mendekat ke arah Lexa dan ikut memeriksa keadaan tubuh putrinya.


Kenapa Mama sama Kakak jadi lebay begini sih,Lexa berteriak kesal di dalam hati.


Padahal gadis itu hanya mengatakan jatuh,dan lihat reaksi mereka yang seperti itu.Apalagi kalau Lexa benar_benar mengatakan kejadian yang sebenarnya,entah apa yang akan mereka berdua lakukan nanti.


"Kenapa tidak bilang kalau kamu jatuh?Apa mereka tidak menjagamu dengan baik."Teriak Rey kesal,ia meraih handphone dan akan segera menghubungi kedua bodyguard yang bertugas menjaga adiknya itu.


"Kak?"Lexa langsung mencegah cepat,gadis kecil itu merampas handphone yang hampir menempel di telinga kakaknya itu.


"Ini bukan salah mereka,tapi aku yang sedikit tidak hati_hati."Ucapnya bohong,padahal kejadian sebenarnya bukan seperti itu.


Ini lah yang menjadi alasan Alexa,gadis kecil bernama lengkap Alexa Kinara Andreas itu memilih diam dan tidak menceritakan masalahnya karena sebal melihat sikap kakaknya yang selalu berlebihan jika sudah menyangkut tentang dirinya.


Alexa sudah bosan selalu berpindah_pindah sekolah karena menghadapi sikap posesif sang Kakak yang selalu ikut campur jika ada orang yang mengganggunya.Padahal hanya perkara kecil,tapi bagi sang Kakak Lexa bagaikan berlian yang selalu di perlakukan dengan begitu istimewa.


"Maaf,Kakak tidak bisa selalu menjagamu."Rey mengacak rambut sang adik yang sudah terlihat rapi.


"Ais kakak apaan sih,jadi berantakan lagi 'kan rambut aku?"Lexa mengerucut sebal,ia mengambil sisir kecil dari dalam tas lalu merapikannya kembali.


"Sudah_sudah,ayo kita mulai sarapan."Ucap sang Mama melerai keduanya.Sedangkan sang kakak hanya tersenyum tidak peduli.


Lalu mereka sarapan bersama dengan tenang di sertai suara canda dari adik kakak yang sudah terlihat akur kembali.


*****


"Kemana ya?"


"Hai,kamu cari siapa?"Tanya salah satu siswa yang terakhir keluar dari ruangan kelas.


"Apa hari ini Kak Shila tidak masuk?"Tanya Lexa pada kakak kelasnya itu.


"Shila?Maksudmu Kayshila?"Tanya bocah itu lagi.


"Iya,apa hari ini dia tidak masuk?"


"Kayshila hari ini memang tidak masuk,em...mungkin seterusnya."Jawab bocah itu lagi.


"Kenapa?"Lexa mengernyit heran,ia menatap dua kotak makan yang tengah ia pegang.


Sia_sia deh,ucapnya dalam hati.


"Aku dengar Kay sudah pindah ikut neneknya."Ucap teman sekelas Kay tadi.


"Pindah?Kak Shila pindah kemana?"Lexa sudah terlihat sedih,bahkan ia sedikit lemas saat mendengar kabar kepindahan Kay.


"Katanya si ke Jogja.Eh udah dulu ya,aku mau ke kantin."Ucap bocah itu berpamitan,lalu menyelonong pergi begitu saja.


Lexa berjalan gontai menuju bangku taman sekolah,sembari melirik bekal makanan yang ia bawa tadi dengan perasaan sedih.Padahal hari ini ia akan memberikan satu bekal makannya sebagai ucapan terima kasih pada gadis itu.Tapi sekarang ia harus kecewa karena Shila sudah pindah dan mungkin tidak akan bertemu dengannya lagi.

__ADS_1


"Kamu Lexa 'kan?"Tanya Pria berusia 7 tahun yang tiba_tiba sudah berdiri di hadapan gadis itu.


"I_iya Kak,ada apa ya?"Tanya Lexa bingung,karena setaunya tidak ada yang mengenalnya di sini selain Shila.


"Kenalin,aku Haidar adiknya Kak Kay."Pria kecil itu mengukurkan tangannya.


"Adik Kak Kay?"Lexa mengulang ucapan Pria kecil tadi.


"Iya,adik Kak Kay."Ucap Haidar meyakinkan lagi.


"Aku di minta Kak Kay untuk memberikan ini padamu."Haidar mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya dan memberikannya pada Lexa.


"Ini apa Kak?"Tanya Lexa semakin bingung.


"Entah lah?"Haidar mengedikan bahunya pelan."Aku kembali ke kelas dulu ya?"Pamitnya kemudian.


"Tunggu,Kak?"


"Ya...?"Haidar berbalik lagi sebelum meneruskan langkahnya.


"Apa Kak Shila benar_benar pindah ke Jogja?"Tanya Lexa memastikan.


"Iya,Kak Shila memang pindah ke Jogja menemani nenek."Ucap Haidar,membuat Lexa semakin lemas karena kabar yang sempat ia dengar tadi memang lah benar.


"Jadi benar____....?"


"Kamu jangan sedih,karena kata Kak Kay mereka tidak akan berani mengganggumu lagi."Jawaban Haidar sontak membuat Lexa menatapnya tidak percaya.


"Apa...?"


"Iya,mereka sudah di hukum oleh Pak Guru."Jawaban Haidar cukup membuatnya tau bahwa Shila benar_benar menepati janjinya.


Dan memang benar tadi ia sempat bertemu dengan dua bocah yang sering mengganggunya,tapi mereka sama sekali tidak peduli dan terkesan menghindarinya.


"Makasih Kak."Ucap Lexa pelan,lalu teringat kotak bekal yang tadi akan ia berikan pada Shila.


"Ini buat Kakak aja."Lexa menyodorkan salah satu bekalnya pada Haidar.


"Ini apa?"Haidar membolak_balikkan kotak berisi makan itu sembari memeriksanya.


"Itu bekal,kebetulan Lexa bawa dua."Ucapnya berbohong.


"Oh,makasih ya?Nanti pasti aku akan memakannya."Ucap Haidar lagi lalu berjalan menjauh meninggalkan Lexa yang masih menatap kepergiannya dari bangu taman.


Kak Shila,apa kita akan bertemu lagi...


HAI...?Maaf ya teman_teman,aku nggak ceritain kisah Elisa&Roy seluruhnya disini, Insyaallah nanti akan ada lapaknya sendiri.


Dan sebelum Elisa melahirkan Alexa Kinara Andreas,di sana aku ceritain kisah rumit mereka yang pokoknya lebih seru lagi.Nantinya juga Roy akan mencari jati dirinya,dan ternyata...cukup mengejutkan.


Nantikan ya?


Upsss,maaf?masih banyak typo.

__ADS_1


Maafkeun yah pemirsah tulisan aku yang masih acak adul kek gini.Jangan lupa kasih dukungan terus biar akunya ada semangat buat lanjutin kisah mereka๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2