Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Teman


__ADS_3

"Safitri,panggil saja Fitri."Ucap gadis itu mengulurkan tangan kanannya.


"Aku An_....?"


"Andira...!Nama mu Andira 'kan?"Ucapnya langsung memotong perkataan Andira.


Andira hanya melongo,kenapa ia bisa lebih dulu tau namanya?


"kamu tau namaku?


"Tentu saja."Mengangguk cepat,"Mereka kemarin sempat menyebut nama mu,jadi ya aku tau."


"Oh....?"Andira hanya bisa mengangguk mendengar penjelasan dari Safitri.


Memang sejak pertama Andira datang ke tempat ini,hanya gadis itu yang terlihat peduli padanya,meski ia baru berkenalan dengannya sekarang.


"Jadi,apa sekarang kita berteman?"Andira menyodorkan jari kelingkingnya dan langsung di sambut senyuman oleh Safitri.


"Teman...?"Mereka berdua menautkan jari kelingkingnya,menandakan awal pertemanan mereka,lantas keduanya tertawa bersama di bawah langit malam yang terlihat cerah.


*****


Rangga tiba di restoran pukul 8 malam,ia melangkah masuk dan mengedarkan pandangan.Kebetulan saat itu suasana sedang sangat ramai,terlihat dari penuhnya bangku pengunjung hingga tidak tersisa satu pun di tempat itu.


Melangkah masuk ke dalam,Rangga langsung menuju dapur.Ia ingin melihat sendiri bagaimana kinerja para pegawainya selama ini.


Bagas yang saat itu tengah mengawasi para koki di dapur langsung beranjak ketika melihat kedatangan bosnya dari jauh.Ia segera melangkah mendekat ke arah laki-laki itu yang tengah mengawasi satu persatu pegawainya.


"Selamat malam Tuan Rangga."Sapa Bagas ramah.


"Hemmm...?"Rangga hanya menengok sekilas lalu melanjutkan kembali langkahnya,sementara Bagas terus mengekori dari belakang.


"Apa Anda butuh sesuatu...?"tanya sang manager pada Rangga.


"Tidak...!"Menjawab dengan acuh.


Lantas Rangga melangkah ke arah salah satu gadis yang tengah sibuk mencatat pesanan para pelanggan.


"Ekhm...?"


Deheman Rangga seketika membuat gadis itu menoleh,Andira terkejut karena tiba-tiba melihat Rangga yang sudah berdiri di sampingnya.


"Eh,selamat malam Tuan Rangga."Andira menunduk sopan,lalu meletakkan buku catatan yang tadi ia pegang.

__ADS_1


"Apa mereka sudah minta maaf pada mu?"tanya Rangga pada gadis itu.


Bagas yang ada di belakang Rangga menganggukkan kepala ke arah Andira,agar gadis itu segera menjawab pertanyaan bosnya tadi.


"Sudah,Tuan?Kemarin mereka langsung minta maaf."Jawab Andira terus terang,memang benar kemarin ketiga gadis itu langsung minta maaf pada Andira,dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.


"Apa mereka masih memperlakukan mu dengan buruk?"tanya Rangga sekali lagi.Sepertinya laki-laki ini tidak bisa percaya begitu saja,sebelum mendengar buktinya sendiri.


"Tidak...!Tidak,Tuan?Mereka sekarang sangat baik."Jawab Andira cepat.Ia ingin segera masalahnya cepat selesai,dan bisa kembali bekerja dengan tenang.


"Bagus...?Kalau mereka masih macam-macam,kamu bisa melaporkannya pada Bagas,dia pasti akan melindungi mu,dan aku akan langsung memecat mereka dari tempat ini."Ucap Rangga seraya melangkah meninggalkan Andira yang masih tampak kebingungan.


Melindungi?


Memecat?


Lagian siapa yang minta di lindungi oleh laki-laki macam Pak Bagas,yang hanya bisa berbicara manis di depan bosnya,ia lebih tepat di sebut penjilat.


Dan Apa tadi memecat?Tidak...!


Baginya menghilangkan pekerjaan orang lain,sama saja menghancurkan masa depan mereka.


Kita tidak pernah tau mereka bekerja untuk siapa.


Siapa tau mereka tengah berjuang menghidupi para keluarganya.


Kenapa Tuan Rangga jadi baik sekali,


bagaimana kalau aku sampai terharu


Oh hati,ku mohon jangan lembek begini...


Andira masih memegangi dadanya yang sedikit berdesir akibat ucapan Rangga baru saja,bagaimana ada wanita yang tidak jatuh cinta jika terus di perlakukan seperti ini.


Andira masih terdiam sambil mengulas senyum di sudut bibirnya,hingga tepukan keras mendarat di bahu sebelah kiri.


"Hei....?"Fitri datang dari arah belakang membuat gadis itu terlonjak,seketika lamunan indahnya terbang begitu saja.


"Ais...kenapa kamu suka sekali mengagetkan orang?"Andira mengerucutkan bibirnya,padahal ia tadi sedang memikirkan sesuatu yang indah.Tapi karena kedatangan gadis ini,semua lamunan nya buyar.


"Maaf,Lagian kamu suka sekali melamun sih?"Fitri hanya tertawa geli melihat wajah Andira yang cemberut.


"Aku tidak melamun,aku sedang berkhayal,tau?"Jawab Andira tidak terima

__ADS_1


"Apa bedanya,melamun sama mengkhayal?Intinya sama-sama menghalu 'kan?"Ucap Fitri mencebik.


"Beda lah,kalau melamun itu memikirkan sesuatu yang sudah terjadi.Tapi kalau mengkhayal,kita bisa jadi apa pun seperti yang kita inginkan?"Jawab Andira bangga,karena merasa mendapat jawaban yang cocok untuk pertanyaan gadis itu.


"Ya ya,terserah kamu aja lah,orang jatuh cinta memang kadang aneh."Ucap Fitri langsung beranjak pergi meninggalkan Andira yang masih diam di tempatnya.


Siapa yang jatuh cinta...


Andira menggelengkan kepalanya berulang,menyadarkan siapa dirinya ini.Ia dan Rangga ibarat langit dan bumi.


Baginya itu sesuatu yang amat mustahil terjadi.


"Kau ingin kerja apa melamun!"Suara bariton Rangga seketika membuat Andira tersadar,gadis itu langsung menunduk takut di depan laki-laki yang tengah menatapnya dengan tajam.


Kenapa Tuan Rangga tiba-tiba ada di sini,tadi kan aku lihat dia ke belakang bersama Pak Bagas.


Andira sangat terkejut,hingga otak nya menjadi buntu untuk memikirkan jawaban apa yang akan ia berikan pada laki-laki itu.


"Ti_tidak Tuan,saya tidak melamun."Jawab Andira gugup.


"Kalau bukan melamun,lalu apa?Kau tidak lihat di sana,mereka dari tadi berteriak karena pesanan mereka belum juga datang."Rangga menunjuk beberapa orang yang tengah memanggil para pelayan,karena pesanan makanan mereka terlambat datang.


Andira mengikuti arah di mana Rangga memberitahunya,bahkan ia di buat terkejut sendiri melihat banyaknya meja kosong karena belum terisi makanan sama sekali.


"Ma_maaf Tuan,saya akan kembali bekerja."Ucap Andira melangkah cepat,ia tidak ingin berlama-lama lagi berada di depan laki-laki itu,yang bisa membuat pikirannya berkeliaran kemana-mana.


Rangga hanya menggeleng melihat Andira yang terlihat sangat gugup,entah kenapa ia sedikit terhibur dengan tingkah gadis itu,yang sangat polos.Seperti....


Ah,kenapa nama itu kembali muncul.Padahal selama ini ia sudah susah payah mencoba melupakan wanita itu.


Tapi,bagaimana kabarnya ya?


Sudah lama sejak pertemuannya waktu itu,Rangga tidak pernah lagi bertemu dengannya.


Kabarnya ia tengah hamil,apa dia sekarang sudah memiliki anak?


Pasti sekarang dia sudah bahagia,memiliki suami yang begitu sangat mencintainya.


Rangga terus melamun di salah satu meja restoran miliknya,sambil terus mengawasi pegawai yang tengah sibuk berlalu-lalang melayani para pelanggan.


Hingga malam semakin larut,saat para pelanggan mulai sepi.Rangga baru beranjak dari tempatnya duduk,ia melangkah meninggalkan tempat itu untuk pulang ke rumah.


MET MALEM,MET MOLOR PEMIRSAH...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN DULU YAH???


πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2