Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Elisa Melahirkan


__ADS_3

2 Bulan berlalu...


"Kak Roy kemana sih,Mbok?Aku udah nggak kuat lagi."Ronta Elisa dengan peluh yang sudah bercucuran,semua Dokter bahkan para perawat di buat bingung sendiri dengan tingkah gadis itu,ia terus berteriak sakit dan meminta pulang,bahkan terkadang Elisa marah_marah sendiri melihat semua orang di ruangan itu hanya diam saja.


"Sabar Nona,mungkin Tua Roy terkena macet."Ujar Mbok Nah mencoba menenangkan,ia juga sudah berkali_kali melihat ke arah pintu.Padahal sudah dari satu jam yang lalu Mbok Nah menghubungi Roy untuk segera menyusulnya ke rumah sakit,karena Elisa akan melahirkan.Namun sampai sekarang laki_laki itu belum juga menampakkan batang hidungnya.


"Akh...sakit Mbok."Elisa kembali berteriak saat kontraksi tiba_tiba datang,kali ini dengan air mata yang terlihat mengalir di kedua pipinya.


Mbok Nah bingung harus bagaimana,melihat kondisi Elisa yang seperti ini,wanita itu hanya bisa menenangkan sambil sesekali mengusap punggung gadis itu pelan.


"Sabar Nona,memang seperti ini lah proses melahirkan."Ucap salah satu perawat yang mendampingi Elisa saat itu.


*****


Roy memukul kemudinya berkali_kali karena melihat panjangnya kemacetan di depan sana.Ia tidak tau lagi harus dengan apa agar ia cepat sampai ke rumah sakit dan melihat keadaan Elisa secepatnya.


Sudah dari satu jam yang lalu Roy terjebak kemacetan di jalan itu,dan sampai sekarang mobil yang ia gunakan tidak bisa bergerak sedikitpun.


Roy terus mengumpat dan sesekali memaki,kenapa di saat seperti ini harus terjadi kemacetan yang sangat panjang.Ia membayangkan bagaimana keadaan Elisa di sana,pasti gadis itu terus berteriak dan mencarinya.


Setelah dua jam berlalu,perlahan mobil Roy mulai bisa bergerak menyusuri jalanan yang akan membawanya ke rumah sakit.


Ia sudah tidak sabar ingin segera sampai dan mengetahui bagaimana kondisi anak dan istrinya.


Roy berlari memasuki rumah sakit dan menyusuri lorong_lorong panjang menuju ruang persalinan Elisa,di depan ruangan tampak Supir pribadi keluarga Andreas tampak mondar_mandir dengan wajah yang terlihat cemas.


"Pak...?"Roy menghampiri pria itu yang entah sudah berapa kali menatap layar ponsel.


"Tuan?Akhirnya Anda datang juga."Pak Kasim terlihat berbinar saat melihat Roy sudah ada di hadapannya,sedari tadi Mbok Nah memang meminta Pak Kasim untuk menghubungi laki_laki itu,tapi berulang kali panggilannya tidak terjawab.


"Bagaimana keadaan Elisa,Pak..?"Ucap Roy dengan wajah yang cemas.


"Nona ada di dalam Tuan?"Pak Kasim menunjuk pintu ruangan tempat Elisa berada.


Tanpa pikir panjang Roy langsung membuka pintu ruangan itu dan segera masuk ke dalam.


"Tuan Roy...?"Mbok Nah terkejut melihat kedatangan Roy yang secara tiba_tiba,bahkan wanita paruh baya ini sampai terlonjak kaget karena suara keras pintu yang terbuka dari luar.


"Kak Roy...?"Rintih Elisa,tangannya ingin sekali menggapai sosok laki_laki yang baru saja datang itu.

__ADS_1


"El....?"Roy segera menghampiri istrinya yang terlihat sedikit pucat.


"Kenapa lama sekali?"ucap Elisa saat tangannya sudah berhasil menggapai tubuh laki_laki itu,dan kebetulan kontraksi kembali datang.Elisa langsung meringis seraya meremat lengan Roy dengan amat kencang.


"Dokter,kenapa dengan istri saya...?"Roy tampak panik saat melihat Elisa yang tiba_tiba kesakitan,dengan masih menahan rasa sakit akibat cengkraman tangan gadis itu yang di anggapnya tidak seberapa.


"Nona sedang mengalami kontraksi Tuan,Anda tidak perlu cemas."Ucap sang Dokter menjelaskan.


"Tapi dia terlihat sangat kesakitan?Bagaimana saya bisa tenang.Cepat lakukan sesuatu Dokter,saya tidak tega melihatnya seperti ini."Roy mengacak rambutnya frustasi saat berulang kali melihat Elisa meringis kesakitan,sungguh bagaimana pun perlakuan gadis itu padanya,ia sama sekali tidak tega melihatnya seperti ini.


"Nona Elisa masih pembukaan 5 Tuan,dan kita harus menunggunya sampai pembukaan lengkap."Ucap perawat mencoba menenangkan laki_laki itu.


"Berapa lama lagi?"


Lantas Dokter menerangkan semua proses tentang melahirkan,mulai dari kontraksi dan lamanya waktu pembukaan pada setiap orang yang kadang berbeda.


Roy di buat bingung dengan penjelasan yang Dokter berikan,ia masih bersikeras meminta pada Dokter supaya memberikannya obat apa pun agar Elisa tidak merasa kesakitan.


Dokter paham dengan sikap suami yang kebanyakan seperti ini,mereka kebanyakan tidak tega melihatnya istrinya kesakitan,padahal memang seperti itu lah perjuangan seorang Ibu saat akan melahirkan.


"Kak....?"Elisa kembali memanggil,ia terlihat semakin pucat dan air mata yang terus mengalir semakin deras.


"Aku udah nggak kuat,Kak?"racau Elisa dengan bibir yang bergetar.


"Aku mau pulang saja,di sini tidak ada yang peduli sama El?"


Gadis itu semakin menangis kencang,tidak sadar dengan Roy yang masih memeluknya sedari tadi.


"Iya,kita pasti akan pulang."Roy kembali menenangkan Elisa,walau sebenarnya ia sendiri benar_benar tidak tega melihat kondisi gadis itu.


"Dokter bagaimana ini...?"Roy kembali bertanya pada Dokter yang ada di ruangan itu,karena sudah lebih dari satu jam ia berada di sana tapi pembukaan belum juga bertambah.Itu yang Roy dengar dari salah satu perawat yang memeriksa jalan lahir Elisa baru saja.


"Sus,coba cek lagi jalan pembukaan dan detak jantung bayi."Perintah Dokter pada perawat yang lain,sang perawat seger maju dan memeriksa Elisa lagi.


"Detak jantung bayi sedikit melemah,Dokter?"Ucap sang perawat setelah selesai memeriksa keadaan Elisa.


"Bagaimana Dokter,apa kita harus menunggu lagi?"Roy bertambah panik saat mendengar penjelasan perawat tadi yang mengatakan detak jantung anaknya melemah.


"Mari Tuan,saya ingin berbicara sebentar."Dokter mengajak Roy keluar ruangan karena ingin membicarakan sesuatu yang penting.

__ADS_1


Roy terpaksa melepas pelukannya,meninggalkan Elisa sebentar dan mengikuti Dokter keluar ruangan.Di depan ruangan terlihat Dokter bersama satu orang perawat yang tengah menunggunya.


"Kita harus segera mengambil tindakan,Tuan?karena detak jantung yang melemah akan sangat berbahaya untuk bayi."Jelas Dokter saat mereka sudah ada di luar ruangan.


"Lakukan apapun yang terbaik untuk istri dan anak saya Dokter,saya janji akan membayar berapapun biaya nya."Roy tidak tau lagi harus berkata apa,baginya sekarang yang terpenting keselamatan Elisa dan anak yang ada di kandungannya.(ciyeee bucin 'kan...?)


"Baik Tuan?Silahkan Anda tanda tangan di sini,kami akan segera melakukan tindakan untuk Nona Elisa."Dokter menyerahkan kertas yang harus di tanda tangani Roy dan mengurus seluruh biaya persalinan.


Roy segera menandatangi itu dan menyuruh Pak Kasim menuju tempat adminitrasi untuk melunasi seluruh biaya persalinan,karena ia ingin segera masuk dan kembali menemani Elisa.


"Suster,tolong siapkan ruangan segera."Perintah Dokter pada salah satu perawat di situ.


"Baik,Dokter."


*****


"Kak bagaimana,apa masih lama?Aku benar_benar udah nggak kuat."Suara Elisa kembali terdengar saat Roy sudah tiba di ruangan itu.


"Kamu tenang ya,El?Sebentar lagi Dokter akan segera datang."Roy hanya bisa menenangkan gadis itu,karena Dokter tengah mempersiapkan operasi Elisa yang akan di lakukan sebentar lagi.Di kecup nya puncak kepala Elisa tanpa sadar.


Setengah jam berlalu,akhirnya Dokter dan beberapa orang perawat telah siap membawa Elisa ke ruang operasi.


Dengan menggunakan baju pasien,Elisa terus memeluk Roy dan menangis di pelukan laki_laki itu.


"Aku takut,Kak?"Elisa menggeleng karena membayang ruang operasi yang baginya sangat menakutkan.


"Tidak perlu takut,aku akan selalu ada di samping mu."Roy membingkai kedua sisi wajah gadis itu,menghapus air mata yang terus mengalir membasahi wajah cantiknya,lantas memberikan pelukan sekali lagi sebelum akhirnya Elisa di bawa masuk ke ruangan operasi.


Di dalam ruangan,Elisa mulai menjalani rangkaian proses sebelum di lakukan nya operasi sesar,dan setelah kesadaran gadis itu mulai hilang Dokter segera memulai pembedahan untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibunya.


MAAFKEUN OTHOR KALAU ADA SALAH PENULISAN YAK?


KARENA KURANG PAHAM UNTUK HAL YANG BEGINIAN.


JANGAN LUPA MAMPIR KE SINI JUGA


"RAKSA...CINTA MASA LALUKU."


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN DULU.

__ADS_1


__ADS_2