
Andira bersiap memulai aktifitas pagi dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.Bagaimana tidak,setelah pertemuannya dengan Rangga kemarin malam,dan Andira meminta imbalan atas kebebasan ayah tirinya,hari ini pagi_pagi sekali gadis itu sudah mendapat kabar dari orang suruhan Rangga bahwa ayahnya telah resmi bebas dan sudah bisa menghirup udara segar lagi.
Bahkan orang itu bilang kalau Rangga telah memberinya tempat tinggal dan sejumlah uang yang cukup untuk kebutuhan hidup ayahnya.Kini Andira tidak perlu merasa khawatir,karena Ayah tirinya sudah berjanji tidak akan merecoki hidupnya lagi.
Aku harus berterima kasih pada Tuan Rangga
Gadis itu tersenyum penuh arti,lalu kembali memulai aktifitas seperti biasa.Menyambut pelanggan yang datang dan melayaninya dengan sepenuh hati.
"Dira...?"Gadis itu menoleh saat seseorang memanggilnya dari arah depan,ia yang kebetulan dari toilet lantas bergegas menghampiri Fitri yang sudah menunggunya di dekat dapur.
"Ada apa...?Apa di depan sedang ramai?"Andira melangkah cepat ingin melihat kondisi restoran siang itu,memang biasanya jam_jam seperti ini pengunjung lumayan banyak.
"Ada yang ingin ketemu sama kamu di depan."Ucap Fitri sambil menunjuk salah satu meja pelanggan.
"Siapa...?"Andira mengikuti arah yang di tunjuk gadis itu,namun ia hanya melihat seorang laki_laki yang duduk membelakanginya.
"Sebaiknya kamu temui sekarang."Jawab Fitri lagi,ia tidak berniat memberi tau siapa tamu yang sedang menunggu Andira di depan sana.
"Tapi ini bagaimana?"Andira menunjuk catatan pesanan salah satu meja pelanggan yang baru saja akan ia bawa ke dapur.
"Udah,sini biar aku yang gantikan."Jawab Fitri mengambil catatan itu dan membawanya pergi.
"Baik lah."
Andira melangkah menuju salah satu meja,di sana terlihat seseorang yang tengah menunggunya,ia berjalan ragu menghampiri laki_laki itu yang tengah duduk santai sambil menikmati kopi yang ada di hadapannya.
"Tuan...?"Andira sangat terkejut begitu melihat siapa tamu yang tengah menunggunya sedari tadi.
"Andira...?"Tuan Wijaya tersenyum menatap gadis yang ada didepannya itu.
"Tuan Wijaya...?"
"Ayo duduk dulu."
Andira yang masih membeku hanya bisa menatap laki_laki itu tanpa berkedip.
Benarkah ini Tuan Wijaya?Untuk apa dia datang kemari...
Oh,Ya Tuhan,jangan_angan dia ingin menghinaku,lalu mengusir dari restoran ini...
Seketika wajah gadis itu pias,ia tidak tau lagi ingin mengatakan apa.
Haruskah ia jujur tentang hubungannya dengan Rangga.
"Ayo duduk dulu,jangan sungkan."Ucap laki_laki itu lagi,nada bicaranya yang lembut membuatnya menjadi rindu akan sosok ayahnya.
Ayah?Entah seperti apa rupa laki_laki itu,karena sedari kecil Andira hanya hidup berdua dengan ibunya.
Yang ia tau hanyalah Ayah Jefri yang kejam dan sering menyiksanya.
"Jadi kamu bekerja di sini...?"Tuan Wijaya menatap wajah Andira yang sedari tadi menunduk tanpa berani menatapnya.
__ADS_1
"I_iya,Tuan."Jawab Andira gugup.
"Sudah berapa lama?"
"Sudah satu bulan saya bekerja di sini,Tuan?"
"Di mana kamu tinggal?"
Andira bingung harus menjawab apa,tidak mungkin kan ia mengatakan tinggal di sini.
"Saya____?"
"Kenapa...?"Tanya Tuan Wijaya heran,karena melihat Andira yang tampak takut sedari tadi.
"Apa kamu masih memiliki orang tua?Dimana mereka tinggal?"Tuan Wijaya terus memberikan gadis itu pertanyaan,hingga Andira bingung sendiri harus menjelaskannya bagaimana.
"Sebenarnya__________....?"
Andira menjelaskan pada Tuan Wijaya dari awal pertemuannya dengan Rangga,dari ia yang hampir di jual oleh ayah tirinya sampai ia bekerja di sini.
Andira juga menjelaskan tentang hubungan nya dengan Rangga yang sebenarnya.
Membuat Tuan Wijaya begitu terkejut karena merasa di permainkan oleh kedua anak muda itu.
"Jadi hubungan kalian hanya pura_pura?"Tuan Wijaya sedikit emosi karena menganggap ia telah di bodohi oleh Rangga dan Andira.
"Maafkan saya,Tuan?"Andira meremas ujung pakaian yang ia kenakan.Sambil terus menunduk menyembunyikan wajah bersalahnya.
"Sekali lagi maafkan saya,Tuan?"
Tuan Wijaya hanya diam sambil terus menatap Adira yang tengah duduk di depannya ini.
"Lalu,dimana sekarang ayah tiri mu tinggal?"Tuan Wijaya kembali bersuara,memecah keheningan di antara keduanya.
"Ayah saya tinggal di jalan xxx...?"
"Baiklah,katakan pada ayahmu kalau besok kami akan datang berkunjung untuk melamar mu."
Mungkin ini lebih baik,daripada Rangga harus menikahi Laura yang....
Tuan Wijaya berdiri sambil merapikan jas miliknya,ia segera melangkah menghampiri Bagas yang sedari tadi terlihat mengawasinya dari kejauhan.
"Tuan,tapi.....?"
Andira langsung mendongak menatap Tuan Wijaya yang sudah bergerak menjauh dari hadapannya,gadis itu hanya menatap punggung laki_laki itu yang perlahan hilang dari pandangannya.
Bagaimana ini,apa Tuan Rangga tau semua masalah ini
Bagaimana kalau dia marah dan memecatku
Akh.....
__ADS_1
Andira frustasi sendiri memikirkan bagaimana ia menjelaskannya pada Rangga nanti,ia 'kan hanya di minta menjadi kekasih pura_pura nya,bukan untuk nikahi...
Lagi pula,tidak mungkin Rangga mau dengan gadis seperti dirinya...
Apa tadi,melamar?
Aku sedang tidak mimpi kan?
Andira menepuk pipinya berulang kali,untuk meyakinkan apa yang baru saja ia dengar bukan lah mimpi.
Bagas yang sudah kepergok tengah mengintai dari kejauhan langsung pucat,saat tiba_tiba Tuan Wijaya berjalan ke arahnya.
Ia ingin segera pergi,tapi terlambat.
Laki_laki paruh baya itu sekarang sudah berdiri dan tengah menatapnya tajam.
"Kenapa kau mengawasi kami?"
Nyali Bagas langsung menciut ketika mendengar suara Tuan Wijaya yang menggelegar,padahal laki_laki itu hanya mengatakannya dengan nada biasa dan tidak terlalu kencang.
"Maaf,sa_saya____....?"
"Perlakukan Andira dengan baik,dia calon menantuku."Ucap Tuan Wijaya tegas,laki_laki itu menepuk bahu Bagas dan berjalan keluar restoran lalu menuju mobil.
Apa,Menantu?
Bahkan sekarang Andira jadi calon menantu keluarga Pratama?
Kenapa semua terjadi tiba_tiba.
Dari pegawai restoran,lalu menjadi calon menantu.
*****
"Ada apa...?"
"Tuan Wijaya baru saja mengunjungi restoran dan....?"
"Apa....?"Rangga begitu terkejut karena mendengar papanya yang baru saja mengunjungi restoran miliknya tempat Andira bekerja.
"Apa mereka bertemu?"
"Iya Tuan,bahkan mereka sempat mengobrol."Jawab orang di seberang sana.
""Apa yang mereka bicarakan?"
"Maaf,saya kurang tau Tuan?Karena saya tidak bisa terlalu dekat."
Rangga menjambak rambutnya frustasi,ia takut kalau ayahnya akan mengetahui hubungan yang sebenarnya dengan Andira,dan pasti Mama Yuni akan kembali menjodohkannya dengan Laura.
Rangga paham betul sifat mamanya dari dulu seperti apa.
__ADS_1
Ia membereskan beberapa pekerjaan pentingnya,lalu meraih kunci mobil dan melangkah meninggalkan ruangan.