Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Mimpi kah?


__ADS_3

"Roy, tolong turunkan aku di depan saja," ucap Arya pada Roy yang ada dibalik kemudi.


"Tapi ini masih jauh dari rumah Anda, Tuan." Roy yang merasa heran karena Arya ingin segera turun memilih bertanya langsung.


"Aku akan naik taksi dari sini."


"Benar kata Roy, Kak, ini masih terlalu jauh." Elisa pun membenarkan ucapan Roy.


"Aku tidak ingin Rengganis tahu, kalau aku pulang satu mobil denganmu," Arya menjawab sejujurnya.


"Cih, masih saja gara-gara wanita itu!" gumam Elisa dalam hati.


"Baik, Tuan."


Arya segera turun saat mobil yang di kemudikan Roy berhenti. Ia cepat mencari taksi karena ingin segera sampai di rumah. Sebenarnya Arya tidak tega membohongi Rengganis, tapi ia juga ingin sekali memberikan kejutan pada istrinya itu.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺


Rengganis enggan sekali membuka mata, padahal jam dinding di kamar sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Sungguh, semalam Rengganis sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Ia terus saja kepikiran Arya yang sama sekali tidak menghubunginya.


Hingga menjelang pagi, Rengganis baru mendapatkan kabar dari Arya, namun bukannya kabar kepulangannya, melainkan yang akan di undur beberapa hari lagi. Rengganis yang sudah sangat kesal langsung mematikan telepon dari Arya, dan beranjak keluar kamar menuju dapur.


Ia menuju meja makan untuk mengisi perutnya yang sedari tadi sudah keroncongan. Sejak sore Rengganis yang cemas menghubungi Arya berkali-kali, sampai melupakan makan malam. Rengganis segera menyantap sarapan pagi dan tidak lupa meminum susu seperti biasa.


Sehabis makan Rengganis tidak berniat untuk kembali ke kamar. Ia memilih merebahkan diri di sofa dan menyalakan tv untuk sedikit mengusir kebosanan. Perut yang kenyang, dan suasana pagi yang terasa dingin, membuat matanya menjadi berat dan terlelap lah Rengganis di atas sofa.


Ah, mimpi. Rengganis hanya menggeliat, merasakan seseorang tengah memeluknya. Katanya kalau mimpiin seseorang, artinya orang itu sedang merindukanmu? Ah, tapi Rengganis tak percaya, karena jika Arya merindukannya, pasti ia akan segera pulang menemuinya.


"Kamu belum bangun?"


"Kenapa sih, kamu gangguin tidur aku?"

__ADS_1


"Ya?" Arya mengernyit heran.


"Aku ngantuk, Mas, jangan ganggu dulu!" Rengganis kembali memejamkan mata, berharap mimpi itu segera pergi. Arya membungkuk di atasnya terkekeh geli. "Jadi, ini mimpi?"


"Hem.... " Rengganis bergumam seraya merapatkan matanya lagi. Lantas yang Rengganis dengar selanjutnya adalah gelak tawa Arya, hingga perlahan suara itu mengecil, lalu menghilang dan semuanya semakin gelap, Rengganis semakin terlelap dalam tidurnya. Mimpi yang Rengganis alami saat ini sangat nyata, seperti Arya benar-benar telah pulang.


Rengganis juga merasa sofa yang ia tiduri terasa sangat empuk, seperti kasur yang ada di dalam kamar mereka. Apa karena rasa rindunya pada sang suami sangat besar, jadi Rengganis rasa ini semua seperti nyata.


Apa? Rindu? Rengganis tersentak cepat seraya membuka kedua matanya. Ia mengerjap, berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya. Rengganis menatap sekeliling, dan yang pertama kali di lihat adalah foto pernikahannya dengan Arya yang tergantung di dinding kamar tidur mereka.


Dengan kepala yang sedikit berat karena terbangun dengan keadaan kaget, Rengganis lantas terduduk, menoleh ke samping dan tidak menemukan pria itu di sampingnya. Horden jendela sudah terbuka lebar dan menampilkan langit cerah siang hari.


Jadi, aku benar-benar tertidur di atas ranjang kamarku? Dan Mas Arya? Apa dia yang memindahkannya?


yang tadi benar mimpi, kan?

__ADS_1


__ADS_2