
"Katakan,apa yang kamu inginkan...?"Rangga mengulang kembali pertanyaannya.Membuat Andira mendongak dan menatap wajah laki_laki itu yang hanya terlihat dari samping.
"Apa saya bisa meminta________...???"
Rangga menatap ke arah Andira yang terlihat ragu,gadis itu masih diam tanpa mau melanjutkan kalimatnya tadi.
"Apa...?"Rangga mengulangi pertanyaannya lagi.
"Apa Tuan yakin akan mengabulkan nya?"tanya Andira sekali lagi,ia masih ragu Rangga akan mengabulkan permintaanya ini.
"Memang apa yang kamu inginkan?Uang,mobil____?"Rangga melirik sekilas melihat reaksi wajah Andira yang terlihat terkejut.
"Bu_bukan,Tuan?"Andira mengibaskan tangan cepat,karena memang bukan itu yang ia mau."Aku akan minta imbalan lebih dari itu."Jelas Andira kemudian.
Rangga tersenyum sinis mendengar jawaban gadis itu,ia pikir Andira tidak lah sama dengan kebanyakan wanita lain,yang mendekatinya hanya karena uang.Tapi ternyata,gadis itu sama saja seperti mereka.
"Katakan!Aku pasti akan mengabulkannya."
Aku akan lihat sejauh apa kau akan meminta imbalan.
"Termasuk separuh harta kekayaan keluarga Wijaya?Apa Tuan juga akan memberikannya,jika saya meminta itu?"Ucap Andira asal,gadis itu lantas menatap ke arah Rangga yang raut mukanya seketika berubah.
"Lakukan jika kau sanggup memintanya."Jawab Rangga tegas.
Cih,semua sama...
Andira tersenyum melihat wajah Rangga yang berubah dingin saat ia mengatakan hal itu,sungguh ia sama sekali tidak berniat meminta imbalan apapun dari laki_laki ini,karena Andira merasa ia juga banyak berutang budi pada Rangga.
"Tapi saya tidak akan melakukannya,Tuan."Andira kembali bersuara saat merasakan situasi di dalam mobil berubah canggung.Ia tau pasti sekarang Rangga menganggapnya perempuan matre yang gila harta.
Rangga masih diam tanpa berniat membalas ucapan gadis itu,ia masih mengira Andira pasti akan meminta imbalan berbentuk materi seperti yang gadis itu ucapkan tadi.
Andira menghela napas pelan,menyadari jika lawan bicaranya mulai kesal karena ucapannya yang tidak di sengaja.
"Bisakah Tuan membebaskan Ayah saya?"
Akhirnya Andira memberanikan diri untuk mengatakannya,baginya tidak ada yang lebih penting dari ayahnya,yang sekarang tengah mendekam di penjara.
__ADS_1
Namun tidak terdengar respon apapun dari laki_laki itu.
"Saya hanya ingin Ayah saya di bebaskan."Andira mengulang kembali ucapannya tadi,kali ini ia mengatakannya dengan tegas dan lebih berani.
"Dia pantas mendapatkannya."Akhirnya Rangga buka suara,namun laki_laki itu masih fokus menatap jalanan di depannya itu.
"Tapi saya benar_benar ingin Ayah bisa bebas."Ucap Andira lagi.
"Apa kamu pikir orang bersalah seperti dia masih berhak berkeliaran bebas di luar sana?Apa kamu juga yakin,Ayahmu tidak akan berbuat jahat seperti itu lagi?"Rangga semakin kesal mendengar permintaan Andira,ia tidak habis pikir kenapa gadis itu masih menganggap Ayah pada seorang yang selama ini menyakitinya,bahkan pernah menjualnya pada seorang rentenir.
"Tapi Ayah satu_satu nya keluarga yang saya miliki,Tuan?Saya juga tidak tega membiarkan dia di penjara seperti ini."Gadis itu terlihat memohon,berharap Rangga berbaik hati mau membebaskan ayahnya yang ada di dalam penjara.
Bagaimana pun,Ayah adalah satu_satu nya keluarga yang saya punya.Lagi pula Ibu selalu mengatakan,kita tidak boleh menyimpan dendam dan harus berusaha memaafkan orang lain dengan ikhlas.
"Tapi kalau laki_laki itu kembali berulah,saya tidak akan melepaskannya lagi."
Apa ini artinya Tuan Rangga akan mengabulkan permintaanku...
*****
2 minggu sebelumnya....
Gadis itu sama sekali tidak curiga,dan mengiyakan permintaan sang Ayah yang mengajaknya keluar restoran.
Andira pikir setelah kejadian waktu itu,ayahnya sudah bertobat dan menjalani hidup yang lebih baik.Tapi nyatanya,Andira salah besar.
Tiba di luar restoran,ternyata Jefri telah menyiapkan rencana untuk membawa gadis itu pergi jauh.
Jefri bersama seorang teman pria nya memaksa Andira untuk masuk mobil,dan rencananya mereka akan membawa gadis itu ke sebuah club malam.
Tapi beruntung,salah satu anak buah Rangga memergoki aksi mereka dan berhasil menyelamatkan gadis itu.
Andira yang merasa syok hanya bisa menangis dan menyesali kebodohannya yang mau percaya begitu saja pad laki_laki itu.
Rangga yang sangat marah lantas membawa kasus Andira ke ranah hukum dan menjebloskan kedua laki_laki itu agar mendapat hukuman yang setimpal.
Tapi ternyata apa?
__ADS_1
Kini Andira sendiri yang meminta pada Rangga untuk membebaskan laki_laki itu,bahkan Andira sampai harus memohon agar Rangga mengabulkan permintaanya.
"Kamu minta imbalan yang lain saja,pasti akan saya kabulkan."Rangga berubah pikiran,padahal sebelumnya ia sudah akan menyanggupi permintaan Andira tadi.Ia masih tidak rela jika laki_laki brengsek itu harus bebas,dan kembali berkeliaran.
Andira menggeleng pelan,ia bahkan sama sekali tidak tertarik dengan imbalan apapun.Ia kecewa dengan janji laki_laki itu,yang mengatakan akan memberinya apapun yang ia minta.
"Kalau Tuan tidak bisa mengabulkannya,saya tidak ingin meminta apa pun.Biarlah apa yang sudah saya lakukan untuk Anda,saya anggap sebagai balas budi atas kebaikan Tuan selama ini kepada saya."Ucap Andira dengan tulus,ia pasrah kalau ayahnya akan tetap di penjara.
Balas budi?Anggap saja begitu.
Andira sadar,tidak mudah bagi ayahnya untuk bebas begitu saja.Apalagi dia di kenakan pasal yang berlapis,membuat hukuman laki_laki itu semakin berat.
Cukup lama Rangga terdiam,mempertimbangkan permintaan Andira yang di rasa cukup membingungkan.
Memang laki_laki itu Ayah tiri Andira,tapi melihat semua kejahatan yang telah di lakukannya,apa pantas ia masih di sebut seorang Ayah?
"Baiklah,"Rangga menarik napas pelan lalu menghembuskan nya secara perlahan."Saya akan berusaha membebaskan ayahmu,dan mencabut semua tuntutannya."Akhirnya mengalah,melihat wajah Andira yang memelas.
Andira mengerjap,sambil memiringkan tubuhnya ke arah Rangga.Berharap ia tidak salah dengar dengan apa yang di ucapkan laki_laki itu tadi.
"Apa Tuan sungguh_sungguh?"Andira sudah terlihat senang,padahal Rangga baru mengatakan akan berusaha,tapi tetap saja bagi gadis itu permintaannya sudah di kabulkan oleh laki_laki itu.
"Terima kasih,Tuan?"Andira reflek memegang tangan Rangga yang ada di atas kemudi,membuat laki_laki itu langsung melirik tajam.
"Maaf...maaf saya tidak sengaja."Andira menarik tangannya cepat,sebelum laki_laki itu marah dan membatalkan ucapannya tadi.
Andira kembali ke posisi duduk semula,ia memilih diam dan tidak lagi banyak berbicara.Sembari menatap ke luar jendela,menikmati kerlap_kerlip lampu jalanan yang menghiasi ibu kota.Hingga mobil sampai di parkiran,Andira turun dan segera melangkah masuk untuk beristirahat.
LIKE,LIKE,LIKE
KOMEN JUGA.
AKU SELESEIN SATU_SATU DULU YA,
RENGGANIS_ARYA
ELISA_ROY
__ADS_1
RANGGA_ANDIRA
MUNGKIN BARU MENUJU ENDING,