Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Rencana Pernikahan


__ADS_3

"Apa Papa serius dengan yang Papa ucapkan?"Tanya Rangga yang baru saja tiba di rumah,laki_laki itu langsung masuk dan mencari keberadaan Tuan Wijaya,yang ternyata tengah duduk santai di pinggir kolam.


Tadi setelah Rangga mendapat laporan dari anak buahnya,kalau Tuan Wijaya baru saja mendatangi restoran dan sempat berbicara berdua dengan Andira,laki_laki itu langsung menghubungi Bagas dan menanyakan tentang kebenaran berita itu.


Tapi Rangga di buat terkejut dengan apa yang Bagas sampaikan,Tuan Wijaya sendiri berpesan pada Bagas untuk memperlakukan Andira dengan baik,karena gadis itu sekarang calon menantu dari keluarga Wijaya.


Rangga yang bingung lalu melajukan mobilnya menuju rumah,karena ingin mendengar sendiri kebenaran itu dari papanya.


Tuan Wijaya langsung menengok saat mendengar suara Rangga yang tiba_tiba sudah muncul dan berdiri di sampingnya.


"Serius apa maksudmu?"Tuan Wijaya menjawab santai sambil membuka halaman surat kabar di tangannya.


"Apa Papa benar_benar akan menjadikan Andira menantu?"


"Kenapa tidak?"


"Tapi Pa...?"


"Bukannya kamu sendiri yang mengenalkan gadis itu pada kami,dan kamu juga mengatakan kalian adalah sepasang kekasih.Lalu sekarang apa masalahnya?"Tuan Wijaya meletakkan surat kabar yang ia baca lantas menatap tajam pada Rangga yang kini duduk di hadapannya.


"Kami...?"


Rangga bingung harus menjelaskan darimana,apa dia harus bilang kalau ia dan Andira hanya berpura_pura menjadi sepasang kekasih demi menghindari perjodohannya dengan Laura.


"Kalian pura_pura menjadi sepasang kekasih?"Ucap Tuan Wijaya,membuat laki_laki di depannya diam tidak berkutik.


"Ke_kenapa Papa tau?"


Brak,,,


Seketika Rangga langsung diam dan menunduk,ia begitu terkejut karena respon papanya yang begitu terlihat marah.


"Apa kamu pikir sekarang waktunya bermain_main?"


"Maaf,Pa.."Rangga merasa benar_benar bersalah karena telah berbohong dan melibatkan Andira dalam urusan pribadinya.


"Papa tidak mau tau,kamu harus menikahi Andira secepatnya."Ucap Tuan Wijaya tegas,seakan perkataannya tidak bisa di bantah lagi.


"Tapi Pa,kenapa harus Andir_____....?"


"Apa kamu ingin,Mama menjodohkan mu lagi dengan Laura?"Teriak Tuan Wijaya murka.


"Tidak Pa."Rangga hanya bisa menunduk sambil mendengarkan apa yang papanya katakan.

__ADS_1


"Maka nikahilah segera,Papa lebih setuju melihatmu dengan Andira."Ucap Tuan Wijaya,kali ini nada bicaranya sudah kembali normal.


"Apa ini karena perkataan Nyonya Wilson,lantas Papa membencinya."


Laki_laki paruh baya itu menggeleng,memang bukan itu alasan yang sebenarnya mengapa ia tidak ingin Rangga dengan Laura.


Tapi Tuan Wijaya memiliki alasan sendiri dan hanya ia yang mengetahuinya.


"Mengenai perkataan Nyonya Wilson,memang sebenarnya kamu yang bersalah."Jawabnya kemudian.


Rangga menyadari saat itu ia memang bersalah,dengan membawa Andira dan memperkenalkan sebagai kekasih.Tapi itu semua Rangga lakukan untuk membatalkan niat Mama Yuni yang begitu kekeh ingin menjodohkannya dengan Laura.


"Sekali lagi maaf,Pa?"


"Bersiaplah,besok kita akan menemui orang tua Andira untuk membahas rencana pernikahan kalian."Tuan Wijaya beranjak dan meninggalkan Rangga yang masih diam di tempatnya.


*****


Keesokan harinya...


Rangga dan keluarga sudah bersiap_siap menuju rumah kediaman orang tua Andira seperti yang sudah di sepakati kemarin.


Rangga,Nyonya Yuni serta Tuan Wijaya berada dalam satu mobil yang sama,sedang kan ada satu mobil lagi di belakang yang membawa beberapa oleh_oleh serta seserahan yang akan mereka berikan pada keluarga Andira.


Hanya Nyonya Yuni yang terlihat tidak suka dan sesekali menarik napasnya berat.


"Mama kenapa?"Tuan Wijaya menengok ke arah sang istri yang dari tadi terlihat tidak nyaman.


"Tidak!"Ucap wanita itu ketus.


"Tolong jaga sikap Mama,Papa tidak ingin Ayah Andira tersinggung melihat Mama yang seperti ini."


"Sikap Mama yang mana maksud Papa?Lagi pula kenapa Mama harus ikut,merepotkan saja."Ucap wanita paruh baya itu sewot.


"Ma...?"


"Lagian kenapa sih Pa,harus dengan gadis itu?Bahkan Laura lebih punya segala_galanya."


"Papa tidak suka Mama menyebut nama wanita itu lagi."Ucap Tuan Wijaya penuh penekanan.


"Kenapa...?Benar 'kan apa yang Mama bilang.Ingat ,Pa?Dia hanya pegawai restoran rendahan yang tidak punya apa_apa."


"Cukup,Ma...!Papa tidak ingin mendengar Mama menghina gadis itu lagi."Ucap Tuan Wijaya tegas.

__ADS_1


Sedangkan Rangga hanya melirik sekilas tanpa mau membalas ucapan Mama Yuni yang sudah sangat keterlaluan.


Akhirnya mobil mereka sampai di pekarangan sebuah rumah sederhana milik Ayah Andira,di sana sudah terlihat laki_laki itu yang tengah berdiri menyambut kedatangan mereka sedari tadi.


"Mari silahkan Tuan."Jefri mengajak keluarga Wijaya masuk lalu ia segera bergegas kebelakang memanggil Andira yang tengah bersiap.


"Silahkan di minum Tuan."Ucap Ayah Jefri ramah,ia begitu bahagia karena sebentar lagi akan mempunyai besan orang yang kaya raya


Kini semuanya telah berkumpul di ruang tamu setelah Andira keluar dan membawakan minuman serta makanan kecil untuk mereka


"Jadi kapan mereka akan menikah?"Jefri langsung berbicara tanpa melihat wajah Nyonya Yuni yang sedari tadi tersenyum kecut.


"Ehm...maaf,sebelumnya biarkan saya mengatakan maksud kedatangan kami ke sini.Tuan Wijaya mengambil alih pembicaraan karena melihat Rangga yang hanya diam.


"Oh,silahkan...?"Rasanya ia sudah tidak sabar mendengar apa yang akan mereka bicarakan nanti mengenai pernikahan anaknya.


"Kedatangan kami ke sini bermaksud untuk melamar Andira."Tuan Wijaya berbicara sambil menatap ke arah gadis itu yang sedari tadi juga diam dan menunduk.


"Rangga...?Kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?"Tanya Tuan Wijaya pada Rangga yang masih diam tanpa sepatah kata pun.


"Saya serahkan semua pada Papa."Ucap Rangga lalu kembali diam.


"Bagaimana Andira,apa kamu menerima lamaran kami?"


Belum sempat gadis itu menjawab tiba_tiba Jefri menginjak kaki Andira dan berbicara cepat.


"Tentu saja Tuan?Andira pasti menerima lamaran dari putra Anda,iya 'kan Nak?"Jefri berbicara cepat karena ia takut kalau Andira akan menolak lamaran itu,bisa_bisa ia akan gagal jadi orang kaya.


Andira hanya tersenyum mengiyakan ucapan Ayah tirinya,


Apa tadi,Nak?


Sejak kapan kita seakrab itu?


Akhirnya kedua belah pihak saling menerima dan sepakat akan melangsungkan pernikahan mereka seminggu lagi.


Disini Jefri yang paling merasa bahagia,selain ia akan mempunyai menantu orang kaya,keluarga Wijaya 'pun berjanji akan memberinya rumah mewah sebagai mas kawin untuk Andira.


Sedangkan Andira hanya bisa mengangguk di bawah kekuasaan sang Ayah,ia sama sekali tidak di berikan kesempatan untuk berbicara bahkan mengenai mahar yang sebenarnya menjadi haknya,malah Ayah Jefri yang menentukan.


LIKE


KOMEN

__ADS_1


__ADS_2