
"Apa Mama yakin,Rangga akan menerima tawaran kita kali ini."Tanya Tuan Wijaya pada istrinya yang tengah membolak_balikkan majalah kesayangannya.
"Tentu saja,apa Papa tidak percaya?Lagipula,mau sampai kapan Rangga akan hidup seperti itu.Dia juga butuh pendamping hidup Pa,dan Mama yakin Rangga akan menyukai Laura yang cantik dan berpendidikan."Ucap Nyonya Yuni,kedua orang tua itu kini sedang berada di taman samping dan tengah membahas rencana perjodohan Rangga dan putri dari rekan bisnis Tuan Wijaya.
"Apa Rangga benar_benar akan datang nanti malam?Bagaimana kalau anak itu malah membuat ulah,dan akhirnya kita yang akan malu."Tanya Tuan Wijaya sekali lagi.
"Papa tenang saja,bukan kah kita sudah memberinya waktu sebulan untuk Rangga bisa mencari wanita yang ia inginkan.Tapi lihat,bahkan sampai sekarang anak itu belum bisa membawa satu 'pun gadis ke rumah ini."
Nyonya Yuni begitu bersemangat kali ini untuk menjodohkan Rangga dengan Laura,putri dari keluarga Wilson.Selain cantik,wanita itu juga seorang model yang cukup terkenal saat ini.
Mengingat usia Rangga yang sudah tidak muda lagi,Nyonya Yuni memang khawatir kalau anak semata wayangnya itu akan terus melajang,untuk itu ia selalu berusaha mencarikan gadis_gadis yang menurutnya sekelas dan berusaha mendekatkannya pada putranya itu.
*****
Sedangkan di kantor,Rangga sama sekali tidak bisa berkonsentrasi.Ia terus kepikiran perkataan Mama Yuni tadi pagi,mengenai makan malam sekaligus perkenalannya dengan Laura,yang akan di adakan nanti malam.
Ia coba memutar otak,mencari cara agar bisa menghindari makan malam nanti,tapi mendadak otaknya buntu.
Rangga menjambak rambutnya frustasi,ia memijit pelipisnya yang tiba_tiba berdenyut.Haruskah ia kabur dan bersembunyi untuk menghindari pertemuan itu.
Tapi alasan apa yang harus ia katakan pada orang tuanya nanti.
"Tuan...?"Ucap sang sekertaris untuk yang ketiga kalinya,pasalnya sedari tadi wanita itu sudah berdiri di depan laki_laki itu dan memanggil,tapi sepertinya Rangga tidak sama sekali mendengar panggilannya.
"Ada apa...?"Jawab Rangga tanpa menoleh ke arah wanita itu.Ia masih menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi tempat ia duduk.
"Nanti siang ada pertemuan di restoran xx."Ucap sekertaris yang membacakan jadwal Rangga hari ini.
"Kamu atur tempatnya,saya pasti akan datang."
"Baik,Tuan."Sari segera melangkah keluar kembali ke ruangannya,meninggalkan Rangga yang masih fokus menatap layar handphone miliknya.
"Bagaimana,apa yang kau dapat...?"tanya Rangga pada seorang anak buahnya di seberang sana.
"Saya akan mengirimkannya segera,Tuan?"Jawabnya.
"Kirimkan sekarang."Ucap Arya tegas,lantas mematikan sambungan telepon.
Tidak berapa lama ada notif pesan yang masuk ke handphone miliknya,Rangga langsung membuka dan melihat semua foto_foto yang di kirimkan anak buahnya.
"Dasar jal***...!"Rangga meremas lembaran kertas yang ada di dekatnya,lantas melemparnya ke ke udara.
"Berani sekali dia bersembunyi di balik wajah cantiknya,dan berpura_pura polos."Teriak Rangga murka.
Ia mendesah pelan,menyayangkan sikap kedua orang tuanya yang hanya melihat seseorang dari penampilannya saja.
Ternyata yang anak buahnya kirim adalah foto_foto adegan panas seorang wanita cantik yang akan segera di jodohkan dengannya.
*****
Rangga melajukan mobilnya menuju restoran tempat ia akan menemui rekan bisnisnya siang ini.Dalam perjalanan,ia masih saja memikirkan cara agar ia bisa menghindari perjodohan yang akan orang tuanya minta.
Sungguh ia tidak sudi jika harus menikahi wanita rubah seperti Laura.
Ia memang cantik,dan juga berasal dari keluarga yang terpandang,tapi Rangga sungguh tidak mau jika harus menjalani rumah tangga dengan wanita seperti itu.
Hingga mobil memasuki parkiran restoran miliknya,Rangga 'pun turun dan melangkah masuk mencari meja yang telah sekertaris nya siapkan dari satu jam yang lalu.
__ADS_1
"Selamat siang,Tuan Rangga."Tuan Aditya menyapa ramah pada laki_laki muda di depannya itu.
"Siang Tuan Aditya,silahkan duduk."Rangga mempersilahkan rekan bisnisnya itu duduk dan mulai membahas pekerjaannya.
Satu jam berlalu,kini Rangga tampak santai setelah selesai menandatangi semua berkas yang baru saja ia bahas bersama Tuan Aditya,laki_laki itu tampak menatap satu persatu pegawai yang sibuk lalu_lalang melayani para pelanggan,hingga ia menangkap satu sosok gadis cantik di sudut restoran sana yang tengah berbicara dengan salah satu pelanggan.
"Gas..?"Rangga berteriak memanggil sang manager yang sedari tadi duduk tidak jauh darinya,pria itu bergegas bangkit dan melangkah mendekati Rangga yang masih menatap sosok gadis di depan sana.
"Minta Andira ke ruangan ku sekarang."Ucap Laki_laki itu tegas,Rangga segera bangun dan melangkah menuju ruang pribadi miliknya.
"Sari,kau boleh kembali ke kantor sekarang."
"Tapi,Tuan...?"
Rangga langsung melotot ke arah gadis itu,membuat Sari yang tadinya berjalan di belakang langsung diam dan menunduk.
"Baik,Tuan."Sari akhirnya mengalah,dan memutuskan untuk kembali ke kantor lebih dulu,daripada ia harus kena marah sang bos.
Bagaimana ini,aku kan sudah berjanji pada Nyonya Yuni untuk memastikan Tuan Rangga pulang cepat.
Sari melangkah meninggalkan restoran dengan pikiran yang masih berkecamuk,antara Rangga atau pun Nyonya Yuni.
Mana yang harus ia utamakan.
Ah,sudahlah pikirkan nanti saja setelah sampai di kantor.
*****
"Permisi,Tuan?Anda memanggil saya."Tanya Andira saat sudah sampai di ruangan pribadi milik Rangga.
Rangga mendongak,menatap Andira yang berdiri tepat di hadapannya,ia meneliti penampilan gadis itu dari atas sampai bawah.Lalu terlihat senyum tertarik di sudut bibirnya.
Eh lihat,dia tersenyum sendiri.
Dia sedang tidak gila 'kan
Rangga beranjak dan melangkah ke arah Andira,membuat gadis itu reflek mundur tiga langkah karena terkejut.
"Tuan,ada apa...?"Andira menatap bingung laki_laki di depannya ini.
"Ikut...!"Ucap Rangga tegas,seraya memegang tangan gadis itu dan menariknya menuju pintu keluar.
"Kita mau kemana,Tuan...?"Andira yang masih bingung hanya mengikuti langkah lebar laki_laki itu keluar restoran.Sementara semua pegawai termasuk sang manager di buat melongo melihat sang bos yang tiba_tiba menarik Andira dan memaksanya masuk mobil.
"Kita mau kemana Tuan?Ini masih jam kerja saya."Ucap Andira panik,karena pasti nanti ia akan terkena hukuman dari Pak Adam yang terkenal galak itu.
"Kamu cukup diam dan turuti semua yang saya katakan."Jawab Rangga tanpa mengalihkan pandangan dari setir kemudi.Laki_laki itu melesat cepat menuju sebuah tempat yang sudah ada di pikirannya sedari tadi.
"Tapi,kita mau kemana...?"
Andira terus bertanya hingga berkali_kali,tapi Rangga hanya diam dan terus melajukan mobilnya,tanpa memberinya penjelasan apapun.
Butik....
Kenapa Tuan Rangga membawa saya ke butik.
"Cepat pilih gaun yang kamu sukai."Ucap laki_laki itu,setelah memanggil salah satu pelayan yang ia suruh membantu Andira.
__ADS_1
Butuh waktu setengah jam untuk Andira memilih dan mencoba beberapa gaun yang menurutnya cocok,dan akhirnya pilihannya jatuh pada sebuah gaun coklat polos dengan panjang selutut dan tanpa lengan.
Rangga segera membayar dan langsung mengajak gadis itu kembali masuk mobil.
Mau kemana lagi ini...
Andira masih bingung dengan pikirannya sendiri,hingga mobil berhenti lagi dan terlihat laki_laki itu keluar mengajaknya.
Satu jam kemudian....
Andira menatap penampilannya dari atas sampai bawah yang terlihat berbeda,gadis itu kini tampil cantik dengan gaun mahal dan juga sedikit polesan make up di wajah,membuat penampilannya terlihat elegan.
Andira melangkah menghampiri Rangga yang sedari tadi duduk diam menunggunya,laki_laki itu masih terlihat tengah membolak_balik'kan majalah di tangan,sambil sesekali melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan.
Kenapa lama sekali,
Rangga merasa bosan sendiri,kalau tidak demi menghadiri makan malam yang akan di adakan orang tuanya nanti,ia tidak akan mau membuang waktunya sampai selama ini.
"Tuan....?"
Andira sudah berdiri tepat di hadapan Rangga dengan penampilannya yang sangat berbeda,membuat laki_laki itu mendongak,lantas terpaku menatap penampilan baru gadis itu.
Dia lumayan cantik.
Rangga masih terdiam memandangi penampilan Andira yang sangat berbeda,hingga suara gadis itu kembali terdengar.
"Tuan,kita mau kemana...?"
Rangga tersadar dan langsung bangkit,ia menggandeng tangan gadis itu dan mengajaknya masuk ke dalam mobil,ia tidak ingin terlambat karena satu jam lagi acara makan malam akan segera di mulai.
"Tuan,untuk apa saya berpenampilan seperti ini...?"Andira masih tidak mengerti kenapa Rangga mengubah penampilannya,tanpa memberinya penjelasan lebih dulu.
Mendapat pertanyaan Andira yang terus_menerus membuat Rangga menjadi kesal,ia menepikan mobilnya lalu menatap ke arah gadis itu.
"Aku akan membawamu ke rumah kedua orang tua ku."
"Apa....???"Andira membulatkan matanya,merasa sangat terkejut mendengar pernyataan Rangga baru saja.
"Anda bercanda 'kan,Tuan?Untuk apa Anda membawa saya ke sana?"Andira sungguh bingung,kenapa tiba_tiba Rangga membawanya ke rumah kedua orang tuanya.
"Berpura_pura lah kita menjadi sepasang kekasih."
Apa...?Kekasih?
"Tapi_....?"Andira melihat sorot mata laki_laki itu yang terlihat memohon.
"Tolong...?saya akan mengabulkan apapun yang kamu minta."Ucap laki_laki itu sekali lagi.
Andira tampak berpikir sejenak,sebelum akhirnya ia mengangguk mengiyakan permintaan laki_laki itu.
Sepasang kekasih?
Tidak masalah,aku akan meminta imbalan yang besar nanti.
Gadis itu tersenyum,memikirkan imbalan apa yang akan ia minta pada Rangga nanti.
"Ingat?Bersikaplah seolah_olah kita sepasang kekasih."Ucap Rangga sekali lagi.
__ADS_1
Lalu ia segera melajukan kembali mobilnya menuju rumah kediaman orang tuanya.