
Pesan di terima...
Roy membuka pesan masuk yang ia terima dari anak buah,yang ia suruh membeli bingkisan kado untuk Rengganis dan Arya.Ia tampak tersenyum melihat foto yang di kirim laki-laki itu,lalu segera meletakkan kembali handphone nya di atas meja.Roy berharap mereka akan menerima hadiah tersebut dan sedikit memberinya maaf atas semua kesalahan yang telah ia dan Elisa lakukan selama ini.
Meski ia sendiri belum berani meminta maaf secara langsung,sebenarnya ia ingin sekali datang mengunjungi Arya dan Rengganis.Tapi jika tidak bersama Elisa,Roy takut mereka akan berpikiran kalau rumah tangganya sedang tidak baik-baik saja.
Arya menghampiri Bi Lastri yang terlihat baru saja membuka pintu depan,ia yang kebetulan dari dapur setelah mengambil air minum,merasa heran saat tengah malam tiba-tiba saja satpam menekan bel di di rumah.
"Ada apa,Bi..?"
"Eh Tuan...?"Bi Lastri sempat kaget melihat Arya yang tiba-tiba muncul dari arah dapur.Padahal dari tadi ia yakin tidak ada siapa pun di belakangnya.
"Anu Tuan,ini pak satpam memberitahu ada paket datang."Bi Lastri menunjuk paket besar yang baru saja ia terima dari satpam.
"Paket...?"Arya mengernyit heran melihat bungkusan paket di depannya,karena ia tidak merasa memesan apapun.
"Apa Tuan ingin membukanya...?"Arya tampak menimang sebentar lalu kembali membuka suara.
"Tunggu sebentar Bi,tolong panggil satpam dan suruh bawa keluar saja paket itu."Jawab Arya meminta Bi Lastri untuk memanggil kembali satpam di rumahnya.
"Baik,Tuan..."Bi Lastri segera keluar dan melangkah menuju pos satpam,ia meminta pak satpam untuk ikut menemui Arya.
"Pak tolong bawa paket ini keluar."Perintah Arya saat melihat satpam yang datang,ia curiga dengan kiriman paket misterius tengah malam itu,dan Arya tidak ingin mengambil resiko dengan membukanya di dalam rumah.
Pak satpam segera mengangkat kembali paket yang sempat ia serahkan pada Bi Lastri tadi,lalu membawanya menuju halaman rumah.
"Tolong buka sekalian,Pak dan lihat isinya apa."Perintah Arya pada satpam itu.
"Baik Tuan."Lalu pak satpam mulai membuka paket itu perlahan,ia sebenarnya juga ragu dengan isi paket di depannya ini,takut barang yang berbahaya.Namun karena tadi ia sendiri yang menerimanya,dan di lihat dari seragam yang wanita tadi kenakan,ia yakin wanita itu adalah pelayan toko tempat di mana bingkisan itu di buat.
Arya dan Bi Lastri menunggu satpam yang tengah membuka paket itu.
"Tuan...?"
Pak satpam menunjuk isi di dalam paket itu yang ternyata...
__ADS_1
"Kereta bayi...?"Arya tambah bingung saat melihat isi paket yang ternyata kereta bayi dan beberapa pakaian anak perempuan dengan model yang sangat lucu.
"Tuan ada tulisannya."Pak satpam segera mengambil sebuah kertas yang terselip di antara barang-barang itu dan menyerahkannya pada bosnya.
Arya menerima lembaran kertas itu lalu membukanya.
Elisa,Roy...?
Ternyata paket ini dari mereka
tapi,kenapa mereka mengirimnya malam-malam begini.
Karena kertas itu berisikan ucapan selamat dari mereka.
SELAMAT UNTUK ARYA DAN RENGGANIS
ATAS KELAHIRAN PUTRI PERTAMANYA
ELISA&ROY
Namun Arya lega setelah melihat dan mengetahui pengirim paket tersebut,lantas ia menyuruh Bi Lastri membawanya masuk ke dalam rumah.
"Baik Tuan."Bi Lastri segera membawa barang-barang itu dan menyimpan di salah satu kamar seperti permintaan Arya tadi.
"Mas....?"Rengganis sedari tadi menunggu Arya yang tak kunjung kembali dari bawah,padahal tadi ia hanya bilang ingin mengambil air minum sebentar setelah menemani nya menyusui baby Kay.
"Kenapa masih belum tidur?Apa baby Kay kembali bangun...?"Arya mengecup puncak kepala wanita itu,lantas melihat anaknya yang tertidur pulas di dalam keranjang bayi.
"Kenapa lama sekali?"Rengganis sudah memasang wajah kesal yang membuat Arya malah semakin gemas.
"Apa kau menungguku...?"mencubit hidung wanita itu pelan,lantas memberinya ciuman di wajah berkali-kali.
"Tentu saja,apa mengambil air harus selama itu."Arya tergelak mendengar ocehan istrinya,kenapa wanita itu semakin cerewet akhir-akhir ini.Tapi ini yang selalu ia suka,mendengar Rengganis yang selalu
kesal saat ia meninggalkannya begitu saja.
__ADS_1
"Ada kiriman paket..."Arya mengatakan alasannya lama di bawah tadi.
"Paket?"Rengganis mengulang perkataan Arya barusan,barangkali ia salah dengar.
Arya mengangguk,membenarkan perkataan istrinya itu.
"Siapa yang mengirim paket malam-malam begini...?"Rengganis tampak begitu penasaran,ia sudah merubah posisi duduknya menghadap Arya,ingin tahu lebih banyak lagi tentang paket itu.
"Elisa...Roy..."Arya menjawab santai pertanyaan Rengganis tadi.
"Elisa,Roy...?"wanita itu tampak tidak senang,terlihat dari raut wajahnya yang tiba-tiba berubah.
Memang hubungan antara mereka belum juga membaik,padahal keduanya sudah memiliki kehidupan masing-masing.Tapi tampak nya Rengganis selalu cemburu dan tidak suka saat Arya menyinggung soal gadis itu
"Kenapa harus malam-malam begini,apa mereka pikir sudah tidak ada hari esok,dasar mengganggu saja."Gumam nya pelan,lalu merebahkan tubuhnya kembali,kali memunggungi Arya.Bahkan ia sama sekali tidak menanyakan isi paket itu.
Arya hanya menggeleng,melihat kelakuan istrinya itu.Lalu ia segera merebahkan tubuhnya juga,memeluk istrinya dari belakang.
"Sudah,ayo tidur lagi..."Arya semakin mengeratkan pelukannya hingga membuat Rengganis mencubitnya pelan.
"Jangan terlalu kencang,aku tidak bisa bernapas."Padahal Arya tau,Rengganis masih kesal perkara paket tadi.
Ia semakin gemas melihat tingkah istrinya yang langsung berubah saat menyangkut tentang Elisa.Arya yang menyadari itu lantas melonggarkan pelukannya,membenamkan wajahnya pada tengkuk Rengganis,menghirup dalam-dalam aroma tubuh wanita itu.
"Maaf...?"bisik nya pelan.
"Ayo tidur..."Meski kesal,namun ia tetap membiarkan Arya memeluknya,Rengganis segera memejamkan mata,menikmati pelukan suaminya yang terasa nyaman,dibawah selimut yang membungkus tubuh mereka.
"Aku mencintaimu...?"Bisik Arya di telinga wanita itu,seakan tidak bisa lagi di ungkapkan dengan kata-kata,bahwa ia sangat mencintai wanita yang tengah ia dekap.Wanita yang telah memberinya begitu banyak kebahagiaan dan sekarang wanita itu juga telah melahirkan seorang malaikat kecil di antara mereka.
"Aku mencintaimu,dan akan selalu mencintaimu."Ulang nya lalu mulai memejamkan mata menyusul Rengganis yang telah sampai di alam mimpi.
Di alam bawah sadarnya,Rengganis seakan mendengar bisikan Arya dengan sangat jelas di telinganya,ia terlihat tersenyum dan kembali melanjutkan mimpi indahnya.
LIKE
__ADS_1
KOMEN SIH???
JANGAN PELIT-PELIT NAPA...