
Tangannya terangkat ingin menyentuh pundak itu, tapi ia tarik kembali karena melihat wajah lelah istrinya.
Istri?
Alex baru sadar jika gadis yang terlelap di sampingnya kini sudah sah menjadi istrinya.
Gadis keras kepala yang selalu membuatnya kesal.
Gadis menyebalkan yang tak pernah ia sangka sebelumnya akan ia nikahi.
__ADS_1
Dengan hati-hati Alex mengangkat tubuh ramping Airin, melangkah masuk, dan langsung mendapat sambutan dari para pelayan yang ada di rumah itu.
Alex hanya menahan langkah sebentar, lantas melanjutkan kembali menuju kamar mereka yang terletak di lantai dua. Ia mendorong pelan pintu kamar, dan langsung bergerak menuju tempat tidur.
Dengan perlahan Alex membaringkan tubuh istrinya dan menatapnya sejenak. Gadis itu terlalu pulas, hingga tak merasakan tangan Alex yang menyentuh bagian wajahnya.
Lelaki itu terdiam dan masih mengamati. Ternyata ia lumayan cantik jika diam seperti ini, Alex berbisik sendiri.
Tanpa sadar ia terus menyentuh, mengusapnya, hingga Alex sendiri hilang kendali saat mulai mendekatkan wajahnya. Jarak yang lumayan dekat membuat Alex bisa merasakan napas hangat gadis itu.
__ADS_1
Alex mencoba memalingkan wajah, menghindari keinginannya yang tiba-tiba saja hadir dan terus memaksanya. Memaksa ia untuk mencicipi sedikit saja bagaimana rasanya benda kenyal itu.
Tapi, saat ia kembali menatapnya. Alex semakin hilang kendali tatkala menatap benda itu yang seolah menggodanya.
Ia mendesah frustasi, antara melanjutkan atau menahan diri. Jika ia melanjutkannya mungkin Airin akan langsung marah dan tambah memakinya. Tapi, jika ia manahan diri ... ahkkk! Rasanya sulit di percaya jika ia harus membiarkan begitu saja kesempatan emas ini.
Toh gadis ini sudah menjadi istrinya, kan? Ia berhak atas apapun yang Airin miliki.
Tanpa ragu Alex semakin mendekatkan wajahnya. Ia sudah siap membenamkan miliknya pada bibir gadis itu. Tapi saat jarak mereka tinggal beberapa centi lagi, tiba-tiba mata itu terbuka.
__ADS_1