
"Ja_jadi....?"suara Elisa tercekat hanya sampai di tenggorokan,wajahnya yang tadi tampak menantang kini berubah merah padam karena tengah menahan malu.
"Apa Kak Roy mu itu tidak mengatakan,kalau keranjang bayi ini hadiah pernikahan dari kami."Ucap Rengganis lagi,kali ini dengan senyuman yang mengejek.
"Hadiah pernikahan...?"
"Ya...?Aku dan Mas Arya sengaja memberikan hadiah itu untuk pernikahan kalian,dan ternyata kamu menyukainya."
"Tidak....!!!"Jawab Elisa cepat.
Membuat Rengganis mengernyit,menatap ke arah gadis itu.
"Sungguh...?Kamu tidak menyukainya...?"tanya Rengganis sekali lagi.
"Aku akan menyuruh Kak Roy membuangnya nanti.Lagi pula aku bisa membeli yang lebih bagus dari ini."Ucap Elisa sombong.
"Baik lah,aku tau kalian bisa membeli yang lebih bagus dari itu.Bahkan satu toko pun bisa kalian miliki."Rengganis berbicara dengan santai sembari mendekat ke arah Elisa.
"Tapi setidaknya,hargai lah pemberian orang lain."Rengganis berbisik pelan ke telinga gadis itu.
"Oh ya,satu lagi!Kami sedang merencanakan anak ke dua lho...?"Wanita itu sengaja ingin membuat Elisa lebih kesal lagi dengan mencoba membahas suaminya.
Tidak ada respon dari gadis itu,Rengganis yang akan melangkah keluar menuju pintu pun berbalik,menatap ke arah Elisa sekali lagi.
"Hiduplah dengan baik,dan jangan lagi menginginkan sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain."Rengganis melangkah mantap menuju pintu,lalu keluar begitu saja menuruni tangga untuk mencari keberadaan suaminya.
Sementara di ruang tengah,suasana yang tadinya sedikit tegang,kini perlahan sedikit menghangat.Setelah Roy mengakui semua kesalahan dan sempat meminta maaf pada Arya langsung.
Tentu saja Arya langsung memaafkan kesalahan pria itu,karena ia sudah berjanji pada Rengganis saat di mobil tadi,kalau ia tidak akan menyimpan dendam lagi pada laki_laki itu.
Awalnya Arya sangat marah dan berniat menarik semua saham yang ada di Perusahaan Andreas yang bernilai cukup besar.Ia bahkan sempat mengancam akan membeli beberapa saham yang ada di perusahaan itu dengan harga mahal,supaya Perusahaan Andreas jatuh dan berakhir bangkrut.
Namun Rengganis menahannya,bagaimana pun Elisa adalah keponakan Mama Rani,orang yang sangat berjasa dalam hidup Rengganis.
Maka dari itu,Arya membatalkan rencananya,dan mencoba memaafkan laki_laki itu.
__ADS_1
"Mas...?"Rengganis memanggil Arya yang tengah asik berkumpul bersama Roy dan Tuan Andreas.
Wanita itu berjalan mendekat,lantas duduk di samping suaminya.
"Nona Rengganis...?"Roy ikut menoleh menatap ke arah wanita itu yang tampak tersenyum ke arahnya.
"Hai...?"Rengganis menyapa dengan hangat laki_laki di depannya ini,yang membuat Ary melotot tajam di sampingnya.
Rengganis yang mengetahui suaminya tampak kesal,malah semakin menjadi,ia bahkan masih memasang senyumannya ke arah laki_laki itu.
Arya bertambah kesal saat melihat Roy malah ikut tersenyum ke arah Rengganis,sungguh ia tidak rela berbagi senyuman istrinya pada siapa pun.Tidak ingin semakin kesal,lantas Arya segera berpamitan pada pemilik rumah untuk segera pulang.
"Roy....?"Laki_laki itu menghentikan langkahnya,saat ia hampir sampai di bibir pintu rumah utama,lantas menoleh ke asal sumber suara.
"Maaf aku lupa."Rengganis mengeluarkan bingkisan kecil dari dalam tas,lalu menyerahkannya pada Roy.
"Ini apa...?"Roy menatap bingung pada bingkisan kecil itu.
"Itu hadiah kecil untuk baby R dari kami,tadi aku mau kasih ke El,tapi lupa."
"Terima kasih."Ucap laki_laki itu,masih menatap bingkisan kecil di tangannya.
"Sayang...?"Arya berjalan ke arah Rengganis dan langsung melingkarkan tangannya di pinggang kecil sang istri,lantas menariknya."Ayo kita pulang."
Rengganis terkejut,menyaksikan perlakuan Arya yang di rasa berlebihan,tidak ingin semakin malu,Rengganis segera mengikuti Arya untuk masuk mobil dan meninggalkan Roy yang masih menatapnya dari kejauhan.
Arya tampak diam saja menatap jalanan lurus yang terlihat semakin ramai,ia sama sekali tidak menoleh,bahkan terlihat acuh saat Rengganis mengajaknya berbicara.
"Mas,kita mau kemana?Ini bukan jalan menuju arah rumah Ibu 'kan..?"Rengganis bingung saat melihat jalanan yang ia lalui bukan ke arah rumah ibunya.
"Mas...?"
Arya masih diam saja,tanpa mau memberikan jawaban sedikit pun.Ia malah menambah laju kecepatan mobilnya hingga Rengganis di buat semakin bingung.
Apa salahku,kenapa Mas Arya tiba_tiba diam.
__ADS_1
Arya menghentikan mobilnya saat ia sampai di sebuah hotel,dan segera menarik tangan Rengganis untuk keluar dari mobil lalu membawanya ke meja resepsionis.
Setelah mendapat kamar,Arya lantas menarik tangan istrinya kembali untuk terus mengikutinya.
Rengganis hanya diam dan pasrah tanpa ingin bertanya lagi,ia tau saat ini suaminya sedang sangat kesal.
Saat sampai di dalam kamar,Arya mendorong keras tubuh Rengganis ke arah ranjang,hingga wanita itu terjerambah dengan sepatu yang masih ia kenakan.Tanpa menunggu lama lagi,Arya langsung menindih tubuh istrinya,memberikan kecupan berkali_kali di wajah wanita itu.
"Aku tidak suka melihat mu berbicara dengan laki_laki lain."Arya lantas membenamkan c***** pada b**** istrinya,meny***** nya cukup lama,hingga membuat napas wanita itu tersengal.
Arya segera melepaskan tau***nya,dan memberikan Rengganis waktu untuk bernapas,setelah itu Arya kembali membuka suara.
"Aku juga tidak mengijinkan mu tersenyum pada laki_laki lain."Membenamkan lagi c*******,tapi kali ini tidak selama tadi.
Arya mengatur napasnya sejenak,mencoba meredam emosinya yang tadi hampir meledak.Sebenarnya ia sangat cemburu saat Rengganis mengobrol akrab dengan Roy,apalagi istrinya sempat tersenyum cukup lama sambil memandang wajah laki_laki itu.
"Mas....?"Rengganis mendorong tubuh suaminya pelan,lantas menatap wajah laki_laki di atasnya.
"Tapi Roy______....?"
"Jangan menyebut nama laki_laki lain saat kita sedang berdua."Arya kembali membenamkan c*****nya pada bibir wanita itu,sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya.Hingga ciu**** itu turun ke leher,membuat tubuh wanita itu seketika memanas.
"Maaf...?"Akhirnya Rengganis mengalah dan tidak berniat lagi menyebut nama Roy di depan suaminya.
Tidak ingin membuang waktu lagi,Arya segera melanjutkan kegiatannya.Ia menge**** seluruh wajah istrinya.Perlahan ke***** itu semakin turun sampai di dada wanita itu.
Tangan Arya dengan sigap menarik gaun panjang yang di kenakan Rengganis,melucuti nya satu persatu.
Rengganis yang tau kemana akan berlanjut,hanya bisa pasrah dan menikmati setiap sentuhan Arya.
"Satu kali saja."Arya berbisik di telinga Rengganis,lalu kembali melanjutkan permainan.
Setelah keduanya mendapatkan pe*****,Arya segera mengangkat tubuh Rengganis,membawanya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Mereka akan segera pulang menjemput Kay yang sekarang masih berada di rumah orang tuanya.
__ADS_1
LIKE
KOMEN