Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Berkunjung


__ADS_3

Setiap hari Arya dan Rengganis di sibukkan dengan kehadiran Baby Kay di antara mereka,terkadang Arya harus berbagi tugas menggantikan istrinya untuk terjaga menemani anaknya yang enggan mau tidur saat malam hari,membuat ia harus sedikit terlambat datang ke kantor.


Tapi Arya menganggap itu semua tak sebanding dengan pengorbanan yang telah Rengganis berikan untuk melahirkan anaknya itu,setiap pagi Arya akan menemani baby Kay berjemur lebih dulu sebelum ia berangkat ke kantor.


Kini usia baby Kay sudah genap sebulan,bayi kecil itu semakin terlihat gemuk dan sehat karena ia memang kuat sekali menyusu.


Rengganis pun merasa bahagia karena bisa menyusui langsung anaknya,banyak wanita yang tidak bisa merasakan momen ini,dimana mereka harus berjuang keras agar ASI nya bisa keluar.


"Anak Papa sudah bangun."Arya mendaratkan satu kecupan di pipi Kay saat melihat bayi kecil itu sudah terbangun,ia melirik ke samping mendapati Rengganis yang masih tertidur pulas.


Tidak mau mengganggu istirahat istrinya,Arya segera mengangkat baby Kay pelan dan membawanya keluar kamar.


Kolam renang menjadi tujuannya,ia duduk sambil memangku baby Kay untuk menikmati sinar matahari pagi seperti biasanya,hingga ia tidak menyadari kedatangan Rengganis karena terlalu asik bercanda dengan bayi kecil itu.


"Selamat pagi anak Mama."Rengganis mendaratkan satu kecupan di pipi anaknya,membuat bayi kecil itu bergumam seraya mengulurkan tangan agar bisa meraih wajah ibunya.


Rengganis hanya tersenyum melihat tingkah lucu Kay yang semakin hari bertambah pintar."Apa cuma Kay yang mendapat kecupan?"


Arya berpura-pura memasang wajah kesal,membuat Rengganis langsung tertawa lantas mendaratkan satu kecupan juga di pipi suaminya.


"Maaf,aku belum terbiasa."Ucap Rengganis seraya duduk di samping tubuh Arya yang masih memangku bayi itu.


"Biasakan mulai sekarang,karena aku tidak ingin bersaing dengan anakku sendiri."Mendengar jawaban Arya membuat Rengganis semakin tersenyum lebar."Ia aku akan membiasakan mulai sekarang."


Arya tersenyum lantas mengecup kening istrinya,namun tiba-tiba baby Kay menangis."Apa anak Ayah juga ingin di cium?"lantas memberikan ciuman berkali_kali di pipi Kay.


"Sudah_sudah,nanti Kay tambah menangis."Ucap Rengganis mengambil baby Kay dari pangkuan Arya lalu membawanya masuk ke dalam,sementara Arya mengikutinya dari belakang karena ingin bersiap untuk pergi ke kantor.


*****


"Hallo Nak,bagaimana kabar kalian hari ini."Tanya Mama Anggi dari seberang sana.Padahal baru kemarin mertuanya itu datang mengunjunginya,tapi hari ini pagi_pagi sekali sudah menelepon dan menanyakan kabar.


"Kami baik,Ma?Kay juga baik."Jawab Rengganis seraya melangkahkan kakinya masuk ke dalam,setelah tadi ia mengantar Arya untuk pergi ke kantor.


"Syukurlah,tadi nya Mama ingin ke rumah kalian lagi,tapi Papa sedang tidak enak badan,jadi Mama tidak tega meninggalkan nya di rumah."terdengar helaan napas kecewa,karena memang wanita itu hampir setiap hari datang untuk melihat perkembangan cucunya,tapi hari ini sepertinya Mama Anggi harus merawat Papa Pratama yang sedang sakit.

__ADS_1


"Papa sakit apa,Ma?"tanya Rengganis seraya mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu.


"Hanya sedikit kelelahan,mungkin karena kemarin sering bolak_balik keluar kota."


Rengganis merasa bersalah karena saat dirinya baru melahirkan,Arya sering kali meninggalkan pekerjaan hingga membuat Papa mertuanya turun tangan dan membantu.


"Maafkan Rengganis Ma,"ucap nya lirih.


"Jangan merasa bersalah,Nak?Ini sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu kalian,jadi jangan menyalahkan diri sendiri."Ucap Mama Anggi,membuat Rengganis lagi_lagi beruntung mempunyai mertua yang sangat pengertian.


"Makasih Ma,apa kami boleh mengunjungi Mama dan Papa?"Rengganis berpikir untuk menengok Papa mertuanya sekalian mengajak baby Kay jalan__jalan.


"Kalian ingin kemari?"terdengar nada bahagia dari Mama Anggi.


"Iya,kalau Mama tidak keberatan."


"Tentu saja tidak,Mama senang sekali malah.Mama akan suruh supir untuk menjemput kalian."


"Em..tidak perlu,Ma?Kami akan minta di antar Pak Supri saja."


Rengganis segera mengakhiri panggilannya dengan Mama Anggi,lalu berjalan ke kamar menghampiri Baby Kay yang sedang bersama pengasuhnya.Ia lantas menggendong anaknya dan menyuruh babysitter nya menyiapkan beberapa kebutuhan yang akan ia bawa nanti.


Setelah semua beres,Rengganis keluar kamar menggendong baby Kay,sementara baby sitter nya mengikuti di belakang sembari membawa perlengkapan yang mereka siapkan tadi.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Mama Anggi siang itu,tampak Baby Kay yang tengah asik tertidur di pangkuan Rengganis setelah ia menyusu dengan kenyang.Rengganis hanya tersenyum melihat tingkah lucu anaknya yang semakin hari membuatnya semakin gemas.


Tidak butuh waktu lama mereka telah sampai di pekarangan rumah mewah keluarga Pratama,Rengganis langsung meminta Pak Supir untuk pulang karena ia sudah meminta Arya untuk menjemputnya nanti.Di depan sana sudah terlihat Mama Anggi dan Papa Pratama yang mungkin tengah menunggu kedatangan mereka.


Melihat Rengganis turun dari mobil,Mama Anggi langsung berjalan tergesa menghampiri cucunya yang masih tertidur dalam dekapan ibunya.


"Kalian sudah datang?"Mama Anggi lantas mencium cucunya,membuat bayi mungil itu menggeliat merasakan sentuhan sang nenek di pipi nya.


"Siang,Ma...Pa...?"Rengganis mencium tangan kedua mertuanya itu secara bergantian.Lantas memberikan oleh_oleh yang tadi sempat ia beli di toko kue.


"Harus nya kalian tidak perlu repot_repot seperti ini."Ucap Mama Anggi seraya menerima bungkusan kue dari Rengganis.

__ADS_1


"Bi,tolong bawa ini ke belakang ya?"Perintah Mama Anggi pada salah satu pelayan di rumahnya.


Sang pelayan pun langsung menerima bungkusan itu lantas membawanya masuk menuju dapur.


"Kami tidak merasa repot sama sekali,Ma."Balas Rengganis dengan senyum hangat.


"Ayo masuk di luar panas,kasihan Baby Kay nanti."Papa Pratama meminta menantu dan juga cucunya itu masuk ke dalam,mereka menuju ruang tengah untuk mengobrol,sedangkan Mama Anggi menyuruh salah satu pelayannya meletakkan kue yang di bawa Rengganis tadi ke belakang.


"Bagaimana keadaan Papa?"tanya Rengganis saat Mereka tengah duduk sambil menikmati camilan yang di bawakan pelayan.


"Keadaan Papa sudah lebih baik,kamu tidak perlu khawatir."Ucap Papa Pratama kemudian.


"Maafkan Rengganis,Pa karena_...?"


"Sudah_sudah,kenapa jadi menyalahkan dirimu sendiri.Papa tidak pernah merasa keberatan,bagaimana pun Papa bahagia bisa membantu kalian."Potong Papa seketika,ia tidak ingin melihat menantunya itu terus merasa bersalah.


Mereka terus berbincang hingga menjelang sore tiba,dan saatnya mereka menunggu kedatangan Arya yang akan menjemputnya nanti.


Arya yang kebetulan sudah sampai di depan rumah langsung melangkah masuk,ia mengedarkan pandangan mencari di mana penghuni rumah yang tampak sepi.


Menyusuri ruangan,Arya mendengar gelak tawa dari arah taman belakang.Lalu Arya segera melangkah menuju ke sana,benar saja ia sedang melihat istri dan anaknya tengah becanda dengan kedua orang tuanya.


"Sore semua..?"sapa Arya melangkah mendekati mereka yang tengah asik berbincang.


"Hai Nak."Mama Anggi langsung tersenyum menyambut kedatangan putranya itu.


"Apa Papa sakit lagi?"Arya yang mendengar dari Rengganis kalau Papa Pratama tengah sakit sebenarnya ingin cepat_cepat melihat sendiri kondisi kesehatan papanya itu, namun karena pekerjaannya yang menumpuk ia harus menahan diri untuk tidak pulang cepat.


"Papa sudah lebih baik."Jawab Papa Pratama tidak ingin melihat anaknya khawatir lagi.


Arya bisa bernapas lega saat mendengar sendiri jawaban dari papanya itu,bagaimana pun sekarang ia harus bisa membagi waktu untuk keluarga dan urusan pekerjaan,ia tidak ingin terlalu melibatkan papanya hingga membuatnya sakit seperti sekarang.


LIKE,KOMEN


MAKASIH

__ADS_1


__ADS_2