Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Pingsan


__ADS_3

Rengganis mendarat tubuh di samping Arya yang kini tengah menyiapkan beberapa berkas yang akan di bawa ke kantor. Entah kenapa akhir-akhir ini rasanya wanita itu ingin selalu dekat dengan Arya.Tangannya melingkar memeluk perut Arya yang membuat mengernyit heran.


"Apa kau tidak akan pergi ke kantor?" tanya Arya pada Rengganis yang masih betah menggunakan pakaian tidur. Padahal di luar matahari sudah naik, tapi sepertinya wanita itu tidak peduli.


"Aku akan libur hari ini, kepala ku agak sakit." Rengganis menyandarkan kepala di pundak Arya.


"Apa kau sakit?".Arya mengecek suhu tubuh Rengganis yang nampak biasa-biasa saja.


"Mungkin aku sedikit kelelahan. Belakang ini banyak sekali yang harus aku kerjakan," ucap Rengganis lagi.


"Baiklah, kau istirahat saja di rumah. Kalau ada apa-apa segera kabari aku." Arya mengecup kening Rengganis dan segera beranjak dari duduknya.


"Nanti pulang jam berapa?" Padahal wanita itu tahu betul jam berapa suaminya itu biasa pulang kantor.


"Aku akan pulang setelah pekerjaanku selesai. Tapi, jika kau ingin aku pulang lebih awal, aku akan mengusahakannya." Arya membuka pintu dan melangkah menuruni anak tangga.


Rengganis menghela napas panjang. Entah kenapa Rengganis yang biasanya begitu bersemangat pergi ke kantor, hari ini enggan sekali untuk sekedar beranjak dari tempat tidur.


*****


Rengganis masih betah bergulung di bawah selimut. Tubuhnya terasa dingin padahal AC di kamarnya sudah ia matikan. Untuk sekedar cuci muka pun Rengganis begitu malas, hingga suara ketukan pintu membuat Rengganis harus segera beranjak berdiri.

__ADS_1


klak,


"Ada apa, Bi?" tanya Rengganis dengan rasa malas.


"Sarapan sudah siap, Nona, apa mau bibi bawakan kemari?" tanya pelayan itu menawarkan diri.


"Tidak usah, Bi, saya akan turun sebentar lagi." Rengganis menolak untuk sarapan di kamar, karena ia ingin turun sekalian keluar rumah menikmati sinar matahari pagi.


"Baik, Nona. Kalau begitu bibi permisi dulu." Pelayan itu beranjak pergi meninggalkan kamar Rengganis.


Rengganis masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka. Ia segera turun menuju meja makan yang telah siap dengan berbagai hidangan di atas meja.


Namun baru beberapa suap, tiba-tiba perutnya seperti bergejolak. Rengganis segera berlari menuju wastafel dan memuntahkan seluruh isi perutnya.


Bibi yang tadi sedang berada di dapur pun terkejut melihat majikannya yang nampak sudah pucat dan lemas. Ia segera memapah Rengganis menuju sofa yang tak jauh dari tempat itu.


"Nona baik-baik saja, kan? Apa Tuan Arya perlu di hubung?" Bibi menatap majikannya iba. Wanita itu terlihat sudah sangat lemas.


"Aku baik-baik saja, Bi. Tidak perlu menghubungi Mas Arya." Rengganis terpaksa berbohong. Ia hanya tidak ingin membuat suaminya khawatir.


"Apa perlu kita ke rumah sakit, wajah Nona sangat pucat." Bibi tak kalah khawatir.

__ADS_1


"Tidak, usah, Bi. Tolong antarkan saja ke kamar, saya ingin istirahat."


"Baik, Nona. Mari Bibi antar ke kamar." Wanita paruh baya itu memapah tubuh Rengganis hati-hati. Baru beberapa langkah Bi Lastri terkejut karena Rengganis tiba-tiba ambruk tak sadarkan diri.


Bi Lastri segera memanggil Supri–supir pribadi yang biasanya mengantar Rengganis pergi ke kantor. Kebetulan lelaki itu juga libur karena majikannya tidak pergi bekerja.


Rengganis segera di bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat kan perawatan. Sangking paniknya Bi Lastri hingga lupa untuk mengabari majikan laki-lakinya.


Setelah Rengganis di tangani oleh dokter dan memastikan keadaannya baik-baik saja, Bi Lastri pun langsung menghubungi Arya menggunakan ponsel milik Supri.


"Pak Supri ada apa?" tanya Arya dari seberang sana.


"Maaf, Tuan, ini Bi Lastri," ucap Bi Lastri.


"Oh, ada apa, Bi? Istriku baik-baik saja, kan?"


"Anu, Tuan, Tadi Nona Rengganis pingsan, dan kami membawanya ke rumah sakit ... "


Tutttt ...!


Sambungan telepon tiba-tiba terputus. Bi Lastri tahu pasti kini majikanny sangat panik. Apa yang harus ia katakan nanti. Kenapa bisa lengah seperti ini, membiarkan majikannya sampai pingsan. Walaupun dokter bilang keadaan Nona Rengganis baik-baik saja, tapi kenapa sampai sekarang belum juga sadar.

__ADS_1


__ADS_2