
"Kau mau makan apa, Sayang?" tanya Arya pada istrinya sesampainya di restoran.
"Sebenarnya aku pengen nasi gudeg khas Jogja Mas, apa ada menu seperti itu di sini?" tanya Rengganis dengan penuh harap.
"Astaga, Sayang, ini restoran jepang, mana ada menu seperti itu?" Arya kebingungan sendiri. Tadi setelah keluar kantor mereka berdua memutuskan akan makan di sebuah restoran Jepang. Rengganis hanya gadis dari desa, heran saja dengan menu yang yang sedikit aneh itu. Akhirnya mereka berdua menikmati makanan, walaupun kadang Rengganis sedikit protes tentang rasa makanan itu.
******
Perusahaan HG.
Seorang pemuda tengah duduk di kursi kebesaran nya sambil memandang foto seorang gadis remaja. Lima tahun yang lalu gadis itu masih nampak sederhana, tapi saat ini banyak yang telah berubah. Rengganis kala itu masih berusia 15 tahun dan Hasan enam taun lebih tua darinya.
"Kau tumbuh semakin cantik, tapi aku terlambat menemukanmu," gumam lelaki itu.
"Andai aku lebih cepat sedikit saja, pasti sekarang yang jadi suami kamu aku, bukan Arya lelaki angkuh itu."
Apa kau bahagia dengan pernikahanmu?
__ADS_1
Aku tidak akan rela jika kau tak bahagia.
Dulu saat akan berangkat ke kota Hasan berjanji akan menemui Rengganis lagi bila sudah sukses. Kini keduanya sudah bertemu, tapi dalam keadaan yang sudah berbeda. Rengganis sudah menjadi istri orang lain.Namun, entah kenapa masih ada perasaan tidak rela dalam benak laki-laki itu.
*****
"Ekhm ... boleh aku gabung di sini bersama kalian?" Tanpa persetujuan gadis itu mendudukkan tubuhnya di antara Rengganis dan Arya yang sedang menikmati makanan.
"Lisa, kenapa kau ada di sini?" tanya Arya dengan wajah terkejut. Tidak mungkin kan gadis itu sengaja mengikutinya, kan?
"Aku disini untuk makan, apalagi memang," jawab gadis itu santai.
"Cukup, Lis! Tolong hargai istriku, jangan bicara sembarangan!" ucap Arya tegas.
Rengganis langsung berdiri meninggalkan dua orang yang berdebat, tanpa memperdulikan tatapan bingung dari para tamu. Arya yang melihat Rengganis pergi segera beranjak meninggalkan meja itu, dan meninggalkan beberapa lembar uang untuk membayar makanannya.
"Sayang tunggu, ini tidak seperti yang kamu pikirkan." Arya mencoba menjelaskan.
__ADS_1
"Aku tidak peduli, lagian bukan urusanku!" jawab Rengganis dengan kesal. Suasana hatinya mendadak berantakan karena kehadiran Elisa. Baru saja Rengganis ingin membuka hati dan belajar mencintai Arya, tapi seolah Elisa terus-menerus merecoki hubungan rumah tangganya.
Di dalam mobil keduanya nampak saling diam. Rengganis mencoba meredam kekesalannya dengan melihat pemandangan di luar kaca mobil.Arya yang tau perasaan istrinya juga memilih diam dan akan menjelaskan nanti setelah sampai di rumah.
Mobil berhenti di pekarangan rumah. Rengganis langsung masuk tanpa memperdulikan suaminya yang sejak tadi mencoba menggenggam tangannya.
"Sayang kau mau kemana?" tanya Arya bingung. Biasanya sehabis mandi Rengganis langsung naik ke tempat tidur, tapi kini malah melangkah keluar dari kamar.
"Aku akan tidur di kamar tamu," ucapnya ketus.
"Tapi...
Brakkk!
Pintu di tutup dengan keras membuat Arya langsung bungkam.Tak seperti biasanya Arya melihat Rengganis semarah ini.
Lagi-Lagi gara-gara Lisa.
__ADS_1
Maaf yah dikit banget, kasih dukungannya dong men-temen, biar akuh makin semangat. Makasih ....π