
"Jadi,kalian ingin menamai nya siapa?"tanya Papi Andreas pada keduanya.
Mereka masih sama_sama diam dengan pendiriannya masing_masing,satu pun dari mereka bahkan tidak ingin yang mengalah.
"Aku ibunya,jadi aku yang lebih berhak memberinya nama."Ucap Elisa kembali membuka suara.
"Kamu pikir aku siapa...?"Suara nya sudah mulai meninggi.
"Aku juga ayahnya,aku lebih berhak memberikan nama untuk anak ku."
Roy tidak ingin kalah dari Elisa,bagaimana pun memang dia berhak atas anak itu.
maksudnya sama_sama berhak.(author)
"Sudah_sudah...!Kalian apa_apaan sih,malah asik berdebat sendiri.Lihat anak kalian jadi terbangun karena suara kalian yang berisik."Ucap Mami Sintia geram,karena keduanya sama keras kepalanya,tidak ingin yang mau mengalah.
Wanita itu segera mendekati box bayi lalu menggendongnya agar kembali tenang.
"Oke...oke!Kalian berdua memang berhak memberikan nama apa pun untuk anak kalian,tapi tidak harus berdebat seperti ini 'kan?"
Papi Andreas sampai di buat pusing dengan tingkah kedua nya,beliau berusaha menjadi penengah yang baik agar mereka tidak saling berebut nama lagi untuk bayi kecil itu.
"Pokoknya El mau kasih nama Elvaro buat anak aku,Pi?"Jelas gadis itu tak mau kalah,ia begitu yakin papinya akan mengabulkan keinginannya itu.
"Tapi Roy juga ingin kalau_....?"
"CUKUP....!!!!"Tuan Andreas tidak tahan lagi mendengar perdebatan mereka berdua yang terlihat semakin memanas,kalau di biarkan bisa_bisa sampai besok pagi 'pun tidak akan kelar.
"El...?Roy....?"Papi Andreas menatap keduanya secara bergantian.
Membuat mereka bungkam seribu bahasa,menunggu kira_kira apa yang akan di katakan laki_laki paruh baya itu.
"Kalian boleh menggunakan nama keduanya."Ucap Papi Andreas kemudian.
__ADS_1
"Bagaimana bisa,Pi...?"Elisa melotot tak percaya dengan apa yang baru saja papinya katakan,ia pikir laki_laki itu akan lebih menyukai nama yang ia usulkan,karena di awali dengan kata "El",persis seperti namanya.
Sedangkan Roy masih menunggu kata selanjutnya yang akan laki_laki itu sampaikan.Roy yakin Tuan Andreas telah memikirkan nya lebih dulu sebelum mengambil keputusan.
"Kalian boleh menamai nya Reymond Elvaro...!Bukan kah itu terlihat keren?"Tuan Andreas tampak bangga karena bisa menyatukan nama keduanya,berharap Elisa dan Roy tidak saling bertengkar.
"Reymond Elvaro...?"Ulang Roy penuh arti,ia tampak tersenyum mendengar ide yang Papi Andreas sampaikan,dengan menggabungkan dua nama tersebut.
"Bagaimana El..?Kamu setuju 'kan?"tanya Papi Andreas menatap ke arah gadis itu.
Elisa mengangguk pelan,baginya tidak masalah Papi Andreas menggabungkan dua nama itu,yang terpenting sekarang keduanya terlihat sama_sama lega.
"Roy....?"Papi Andreas kini menatap ke arah laki_laki itu,ada satu hal lagi yang ingin ia katakan mengenai nama anak tersebut.
"Ada apa,Pi...?"
"Apa boleh Papi menambahkan nama Andreas di belakang nama anak kalian...?"Pinta Papi Andreas dengan wajah sedikit ragu,bagaimana pun Roy adalah Ayah kandungnya,jadi dia berhak menentukan nama belakang untuk anaknya itu.
"Silahkan,Pi...?Roy tidak keberatan."Ucap laki_laki itu tegas,Roy sadar baby R kini menjadi cucu pertama dari keluarga Andreas.Lagi pula ia tidak mungkin menyematkan nama belakang keluarganya ke dalam nama anaknya itu,karena ia tidak ingin suatu saat nanti baby R akan terbebani dengan nama belakang yang ia berikan mengingat asal_usul keluarganya yang belum jelas.
Tuan Andreas bernapas lega,kini tidak ada lagi pertikaian mengenai nama anak tersebut,dan juga mengenai nama Andreas yang ada di belakang nama anak itu tidak akan menjadi masalah,jika suatu saat nanti orang mempertanyakannya.Karena ayah kandungnya sendiri yang memperbolehkan menggunakan nama itu.Mereka tampak terlihat sama_sama senang dengan nama yang sudah di pilih oleh keduanya.
"Reymond Elvaro Andreas..."Elisa mengeja nama lengkap anaknya dengan senyum yang merekah di bibirnya.
*****
"Elisa sudah melahirkan?Kapan...?"Rengganis tampak terkejut dengan kabar yang Arya katakan,ia sampai menghentikan kegiatan menyusuinya sejenak,membuat Baby Kay seketika menangis tidak terima.
"Cup..cup...sayang,maafkan Mama ya,Nak?"Rengganis mencoba menenangkan bayi kecil yang tengah menangis itu karena kegiatan minum susu nya yang terganggu.Hingga membuat wanita itu terkekeh sendiri,saat melihat anaknya kembali diam saat ia menemukan lagi puncak dada yang menjadi sumber makanannya selama ini.
Arya hanya menggeleng menyaksikan tingkah laku istri dan anaknya yang semakin hari tampak menggemaskan,lelah yang ia rasakan setelah seharian bekerja seakan hilang saat melihat senyum bahagia mereka.
Arya melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum ia bergabung bersama istri dan anaknya.
__ADS_1
Arya keluar dari ruang ganti,lantas berjalan menghampiri Rengganis yang tengah asik bercanda dengan Baby Kay di atas tempat tidur miliknya.Laki_laki itu langsung memeluk Rengganis dari belakang,membenamkan kepala di ceruk leher sang istri.Menghirupnya dalam_dalam aroma dari tubuh wanita itu.
"Mas...?"Rengganis menahan tangan Arya yang sudah mulai menjalar kemana_mana.Ia tidak ingin Kay menangis karena merasa di abaikan.
"Hemmm...?"Menjawab sembari mata terpejam,tak peduli dengan tangan Rengganis yang terus mencoba mencegahnya.
"Kay belum tidur...?"Ucap wanita itu.
Arya membuka mata,lalu menatap wajah Kay yang masih tampak segar.Padahal sekarang sudah pukul sembilan malam,tapi sepertinya Kay tidak akan membiarkan kedua orang tuanya itu untuk saling melepas rindu.Bayi itu malah tersenyum ke arah Arya,seakan melihat sesuatu yang lucu di wajah ayahnya.
Sesekali tangannya terangkat,berusaha meraih apa pun yang ia lihat.
"Kenapa kamu belum tidur?"Mencium pipi anaknya gemas,membuat sang anak semakin melebarkan tawanya.
"Ayah sama Mama jadi tidak bisa_....?"Ucapan Arya terhenti saat Rengganis tiba_tiba membungkam mulutnya,ia sampai mencubit perut suaminya gemas karena ucapan Arya yang di anggap tidak pantas untuk di dengar anaknya.
"Mas....?Apa_apaan,sih...?"Rengganis melotot sembari siap mendaratkan cubitan lagi di perut suaminya itu.
"Iya,maaf_maaf...?"Arya memilih mengalah dan memilih diam,daripada ia harus merasakan cubitan lagi dari istrinya.
Memang semenjak memiliki anak,mereka susah sekali memiliki waktu berdua.Padahal Arya harus menahannya selama satu bulan lebih pasca persalinan Rengganis.
Rengganis hanya tersenyum melihat wajah masam Arya saat harus bersabar menunggu sampai anaknya tertidur.
Pernah sekali,waktu itu keduanya tengah bersiap melepaskan rindu yang sudah lama mereka tahan.Keduanya sudah sama_sama polos dan Arya sudah siap melakukan penyatuan.Tapi tiba_tiba Baby Kay menangis,membuat Rengganis mendorong tubuh Arya yang sudah berada di atasnya.
Tentu saja Arya sangat kesal karena kegiatannya harus terhenti,dan mau tidak mau ia harus menuntaskan hasratnya sendiri yang sudah memuncak.Tapi mau bagaimana lagi,memang itu lah nikmatnya punya anak,ia harus rela bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk bisa bermesraan dengan istrinya.
HAI...?MAMPIR JUGA YUK KE "RAKSA...CINTA MASA LALU KU"
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN ATUH...???
KALAU BISA SCROLL LAGI KE ATAS,SIAPA TAU KELUPAAN BELUM NINGGALIN JEJAK.
__ADS_1
πππ