Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Kehamilan


__ADS_3

Kebahagiaan tengah di rasakan oleh Arya sekeluarga. Mereka tak henti mengucapkan syukur atas kehamilan Rengganis. Bagi Arya ini adalah hadiah terindah pernikahan mereka yang hampir menginjak 5 bulan.


Semua orang merasakan kebahagiaan tak terkecuali seluruh karyawan di perusahaan Pratama dan Ardian. Hadirnya calon penerus dua keluarga itu membawa berkah bagi seluruh karyawan, karena mereka mendapatkan bonus dari para bos mereka.


Setiap dua hari sekali Mama Anggi dan Mama Rani bergantian datang untuk menjenguk keadaan Rengganis. Mereka selalu membawa apa saja makanan yang di sukai ibu hamil itu. Seperti saat ini, pagi sekali Mama Anggi sudah sampai di rumah Rengganis sambil menenteng makanan dan buah-buahan, sedangkan sang tuan rumah masih asik bergulung di bawah selimut.


"Bi, tolong pindahkan ini ke piring ya?" Mama Anggi memberikan rantang berisi makanan pada Bi Lastri kemudian melangkah menuju sofa.


"Baik, Nyonya. Apa perlu saya bangunkan Tuan dan Nona?" tanya Bi Lastri menawarkan diri.


"Tidak usah, biarkan mereka istirahat. Saya akan menunggu di sini," balas Mama Anggi menolak.


"Baik Nyonya. Kalau begitu saya akan buatkan teh hangat untuk Nyonya." Bi Lastri berlalu menuju dapur untuk membuatkan minuman.


Mama Anggi duduk santai di ruangan tengah sambil menikmati teh hangat yang di siapkan Bi Lastri baru saja. Wanita itu tidak ingin mengganggu waktu istirahat anak dan menantunya. Mama Anggi hanya ingin Rengganis merasa nyaman dan bahagia di kehamilannya kini.


*****


Rengganis menggeliat merasakan sinar matahari pagi yang menerobos masuk di sela-sela jendela kamarnya. Di sibaknya selimut yang menutupi tubuh, Rengganis berniat ke kamar mandi, namun sebuah tangan kekar tiba-tiba menahannya.


"Masih terlalu pagi, kau mau kemana?" tanya Arya dengan mata yang masih terpejam.

__ADS_1


"Aku ingin ke kamar mandi, Mas."


"Cepatlah, lalu kembali. Ini masih terlalu pagi." Arya perlahan membuka mata.


"Aku sudah tidak mengantuk lagi. Sekarang aku ingin makan." Rengganis meraba perutnya yang memaksa minta di isi.


Arya segera bangun, mendudukkan tubuhnya di samping Rengganis. "Apa anak Ayah lapar?" Mengusap perut Rengganis sambil berbisik pelan.


"Baiklah tunggu di sini, ayah akan mengambil makanan untukmu." Arya beranjak meninggalkan Rengganis yang masih menatapnya tidak percaya.


Turun kebawah untuk mengambilkan makanan, Arya terhenti saat melihat Mama Anggi sudah duduk santai di sofa sambil meliriknya dengan malas.


"Mama dari jam berapa datang kemari?" Arya mencium tangan sang mama.


"Maaf, Ma. Semalam Arya tidur terlalu larut, Rengganis merengek minta di buat kan sup daging." Arya menjelaskan alasan kenapa dirinya bisa terlambat bangun.


Semalam saat Arya baru saja akan memejamkan mata, Rengganis tiba-tiba membangunkan dan merengek ingin makan sup daging. Sebagai suami siaga, Arya mengiyakan permintaan Rengganis dan berniat membangunkan Bi Lastri untuk memasak sup daging. Namun Rengganis menolak, karena ia ingin memakan sup daging buatan Arya sendiri.


Mama Anggi terbahak mendengar permintaan Rengganis, ia tidak menyangka bahwa Rengganis akan mengalami ngidam seperti itu. Pernah sekali Arya mengadu pada Mama Anggi tentang Rengganis yang membangunkannya tengah malam hanya untuk mengupaskan apel. Tentu saja Arya sangat kesal, namun Arya juga tidak kuasa untuk menolaknya.


Rengganis menuruni anak tangga sambil menggerutu. Rengganis begitu kesal pada Arya karena membiarkannya kelaparan. Padahal Arya berjanji akan mengambilkan makanan untuknya. Namun sudah hampir 30 menit tak kunjung naik lagi. Rengganis melirik ke arah sofa, ternyata Arya sedang mengobrol bersama Mama Anggi.

__ADS_1


"Maaf, Ma, aku tidak tahu kalau Mama datang." Wajah Rengganis memerah menahan malu. Sebagai seorang istri harusnya ia yang menyiapkan keperluan suaminya, namun nyatanya kini ia bangun sampai sesiang ini.


"tidak apa-apa, Nak, mama paham kok kamu butuh banyak istirahat," balas Mama Anggi melempar sersenyum. "Apa kamu sudah sarapan?"


"Belum, Ma, tadi Mas Arya janji kata lnya mau ambil makanan ke bawah, eh ... di tunggu tidak naik lagi."


Mama Anggi langsung mencubit putranya gemas. "Kamu apa-apaan sih, biarin istri kamu kelaparan. Ingat lho, Rengganis itu sedang hamil, dia butuh nutrisi yang cukup!" omel Mama Anggi.


"Iya, Ma, maaf. Arya baru mau ke atas, eh Rengganis malah udah turun duluan," jawab Arya membela diri.


"Sudah, sekarang sana temani istrimu makan!" titah Mama Anggi. "Oh ya, Nak, mama tadi masakin semur daging kesukaan kamu".


Rengganis berbinar senang, membayangkan semur daging membuat air liurnya hampir menetes." Makasih, Ma."


Keduanya berjalan menuju meja makan yang sudah terhidang rapi. Rengganis menatap satu persatu makanan di atas meja membuatnya tidak sabar untuk segara menyantapnya. Memang kehamilan Rengganis di bilang tidak merepotkan. Rengganis bisa makan makanan apa saja, bahkan nafsu makanannya bertambah berkali lipat.


Tidak heran jika setiap hari Mama Anggi bertanya ingin di bawakan apa ketika akan berkunjung. Setelah tahu keinginan Rengganis, Mama Anggi pasti akan langsung membawakannya.


Namun Rengganis sendiri takut jika bertambahnya nafsu makannya berpengaruh pada kenaikan berat badan juga. Sebagai seorang istri dari CEO yang kaya raya, terkadang Rengganis takut kalau suatu saat Arya akan berpaling darinya, dan memilih wanita lain yang lebih cantik dan sempurna.


Maaf satu bab dulu yah, saiya mau istirahat, lagi agak2 meriyang.

__ADS_1


Jangan lupa minta dukungannya, dan maafkeun jika banyak salahπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2