Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Bagaimana Bisa?


__ADS_3

Huek...huek...


Rengganis berlari ke arah wastafel dan memuntahkan semua isi perutnya yang terasa bergejolak,sambil berpegangan pada pinggiran wastafel,ia mencoba menahan tubuhnya agar tidak ambruk karena terlalu lemas.


Sudah lebih dari tiga kali semenjak ia bangun tadi pagi,Rengganis merasa perutnya seperti di aduk_aduk,dan kepalanya juga terasa sangat pusing.


Arya yang baru saja melangkah menuju pintu langsung berbalik dan menghampiri istrinya yang tengah menunduk di depan wastafel,ia membantu memijit tengkuk Rengganis,sambil merapikan helai rambut yang sedikit menutupi wajah istrinya.


"Kamu tidak apa_apa?"Pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir Arya,padahal jelas_jelas ia melihat sendiri kondisi Rengganis yang kini sedang tidak baik_baik saja.


Rengganis menggeleng,Lantas melangkah pelan menuju tempat tidur setelah ia merasa perutnya sedikit lebih baik.


"Kita ke Dokter ya?"


"Tidak usah,Mas?"Jawab Rengganis cepat,ia tidak ingin merepotkan suaminya sepagi ini,hanya karena perutnya yang sedikit mual.


"Sebaiknya kamu segera berangkat,ini sudah terlalu siang."Rengganis kembali berkata,mencoba menolak permintaan Arya yang mengajaknya ke Dokter,ia tidak ingin suaminya itu terlambat pergi ke kantor.


"Tapi wajahmu sangat pucat."Arya yang melihat Rengganis sangat pucat merasa khawatir,ia takut terjadi apa_apa pada istrinya itu.Ia membantu Rengganis berbaring di atas ranjang lalu menyelimuti setengah tubuhnya.


"Aku baik_baik saja,Mas."Ucapnya pelan,di sertai dengan senyuman agar suaminya itu percaya kalau dirinya tidak apa_apa.


"Baiklah aku akan berangkat."Mencium kening wanita itu lembut,lantas berjalan ke arah pintu.Namun belum sempat ia meraih handle pintu,tiba_tiba handphone miliknya berbunyi.


"Iya,ada apa Ma...?"Arya menghentikan langkah kaki nya dan memilih menjawab telepon dari Mama Anggi sebelum ia sempat keluar kamar.


"Kamu belum berangkat...?"Jawab Mama Anggi di seberang sana.


"Belum,Arya baru mau keluar kamar."Jawab laki_laki itu kemudian.


"Di mana Rengganis?Mama hubungi dia berkali_kali tapi tak ada jawaban?Kalian baik_baik saja,'kan?"


Pagi_pagi Mama Anggi sudah ceramah panjang lebar,hanya karena handphone Rengganis yang tidak bisa di hubungi.Padahal wanita itu hanya ingin mengabari kalau hari ini akan datang ke rumah seperti biasanya.


Arya melirik Rengganis yang masih tidur berbalut selimut yang ia pakai kan tadi,lantas Arya kembali bersuara.


"Rengganis sedang sakit,Ma...?"


"Sakit...?"Ulang wanita itu,nadanya berubah panik saat mendengar menantunya yang tengah sakit.


"Kamu sudah membawanya ke Dokter?"tanya Mama Anggi lagi.


"Belum Ma,Rengganis____....?"


Arya langsung menghentikan kalimatnya saat mendengar Rengganis kembali muntah,ia melihat istrinya yang sudah lemas tak berdaya tengah berjongkok di depan wastafel.


"Ma,Arya akan membawa Rengganis ke rumah sakit."


Laki_laki itu langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak,karena terlalu panik melihat keadaan sang istri yang sudah sangat lemas.Tanpa menunggu lama,Arya langsung membopong Rengganis lantas membawanya ke bawah menuju mobil,ia akan segera membawa istrinya itu ke rumah sakit.


"Arya........?"

__ADS_1


Mama Anggi masih berteriak memanggil nama anaknya berulang kali,berharap sang anak menjelaskan lebih dulu bagaimana keadaan menantunya saat ini,namun sepertinya Arya terlalu panik hingga langsung memutuskan panggilannya.Membuat wanita paruh baya itu menjadi cemas sendiri dan berpikiran yang macam_macam.


Mama Anggi langsung berpamitan pada Papa Pratama,dan bergegas menuju mobil,ia meminta pada Pak Supir untuk segera mengantarnya ke rumah Arya.


Dalam perjalanan Mama Anggi berulang kali menghubungi nomer Arya,namun laki_laki itu tidak sama sekali memberinya kabar,membuat wanita itu bertambah cemas dan ingin segera sampai di rumah anaknya.


*****


"Bi,saya titip Kay sebentar."Arya menuruni anak tangga sambil membopong tubuh Rengganis yang terlihat lemas,namun wanita itu masih berusaha membuka sedikit matanya dan agar tidak membuat cemas semua orang.


"Nona Rengganis kenapa,Tuan?"Bi Lastri yang melihat Arya membawa istrinya ikutan panik saat melihat juga wajah pucat wanita itu.Padahal semalam masih terlihat baik_baik saja.


Arya tidak berniat menjawab,karena ia terlalu buru_buru dan memilih segera masuk mobil.


"Cepat jalan Pak."Arya meletakkan kepala Rengganis dalam pangkuan,mengusapnya lembut wajah wanita itu.Sementara Pak Supri yang berada di belakang kemudi hanya melihat sekilas dari kaca spion,ia langsung menarik gas menuju rumah sakit terdekat.


*****


"Bi,dimana Rengganis...?"Mama Anggi yang baru datang langsung menyelonong masuk dan bertanya pad Bi Lastri dimana keberadaan Rengganis.


"Nona Rengganis sedang di bawa Tuan Arya ke rumah sakit,Nyonya."Bi Lastri langsung menjawab sigap,karena melihat sorot wanita itu yang sangat cemas.


"Astaga...?"Wanita itu menepuk keningnya pelan,ia masih berjalan mondar_mandir sambil terus menghubungi nomer Arya.


"Lalu di mana Kay...?"Ia baru ingat cucunya yang sedari tadi tidak terlihat.


"Baby Kay ada di taman belakang bersama baby sitter nya."Jawab Bi Lastri lagi.


15 menit kemudian...


Rumah Sakit.


Tidak berapa lama setelah mobil tiba di parkiran rumah sakit,laki_laki itu segera turun,dan langsung berteriak memanggil beberapa orang perawat untuk membantu membawa Rengganis masuk ke ruang perawatan,sedang Pak Supri yang tidak tau harus berbuat apa,hanya mengekori dari belakang.


"Bagaimana Dokter?Sebenarnya istri saya sakit apa?"Arya terlihat sangat cemas,bahkan ia sama sekali tidak melepas genggaman tangan istrinya.


Dokter tersenyum seraya menatap ke arah Rengganis yang masih dengan posisi tidur di ranjang pasien.


"Kapan terakhir kali Anda datang bulan Nona...?"tanya sang Dokter sambil menyiapkan beberapa alat USG yang akan segera ia gunakan.


Rengganis terdiam sambil terus mengingat_ingat kapan terakhir kali ia kedatangan tamu bulanan.Seingat Rengganis,harusnya dari seminggu yang lalu,tapi kenapa sampai sekarang belum ada tanda_tanda ia akan datang bulan.


"Harusnya seminggu yang lalu,Dokter."Jawab Rengganis yakin.


Dokter kembali tersenyum,lantas menyingkap sedikit kain yang menutupi perut wanita itu.


"Dokter,sebenarnya istri saya sakit apa?"Arya sudah tidak sabar karena dari tadi ia mendengar penjelasan Dokter yang sama sekali ia tak mengerti.


"Nona Rengganis tidak sakit,Tuan?Tapi tengah mengandung,dan usianya baru masuk 5 minggu."Jawab sang Dokter sambil menunjukkan bulatan kecil sebesar kacang yang tampak di layar monitor.


"Apa..!Hamil....?"Rengganis memekik kuat karena begitu terkejut,bagaimana ia bisa hamil sedangkan usia baby Kay baru 4 bulan.

__ADS_1


"Apa,Dokter?Istri saya hamil...?"Arya tak kalah terkejut mendengar bahwa istrinya itu tengah hamil lagi.


"Iya Tuan,Nona Rengganis memang sedang hamil."Ulang Dokter meyakinkan.


Arya lantas menatap wajah Rengganis yang terlihat gugup,lalu memeluk tubuh wanita itu penuh haru.


"Mas,bagaimana ini,kenapa aku bisa hamil lagi?"Tanya Rengganis, saat kedua nya sudah berada di dalam mobil yang akan membawanya pulang ke rumah.


"Bagaimana,apanya?"Tanya Arya heran,ia sampai menengok ke arah Rengganis karena mendengar pertanyaan aneh dari istrinya itu.


"Kenapa aku bisa hamil?"Ulang wanita itu lagi.


"Tentu saja bisa,karena kita sering melakukannya."Jawab Arya seketika,membuat wanita itu langsung malu karena di depan masih ada Pak Supri yang pasti mendengar obrolan mereka.


"Maksudku,bagaimana dengan Kay?Dia masih terlalu kecil."Wanita itu memasang wajah kesal,ia memilih melihat ke luar jendela,menikmati padatnya jalan ibu kota siang itu.


"Memang kenapa dengan Kay?Aku akan menyewa beberapa baby sitter lagi supaya kamu tidak kerepotan."Arya tersenyum ke arah Rengganis,membuat wanita itu semakin kesal,ia lantas memilih diam dan tidak lagi banyak bertanya.


Mobil memasuki halaman rumah dan langsung di sambut oleh Mama Anggi yang berdiri di depan sana sambil menggendong Baby Kay dalam pelukan.


Wanita itu tampak sangat penasaran dan langsung menghampiri Arya dan Rengganis yang baru saja turun dari mobil.


"Bagaimana?Apa yang Dokter katakan...?"Wanita itu terus bertanya tanpa mempedulikan wajah Rengganis yang sedari tadi cemberut.


"Sayang,kamu baik_baik saja 'kan?"Dengan masih menggendong Baby Kay,Mama Anggi menghampiri Rengganis dan langsung melontarkan berbagai pertanyaan.


Rengganis yang melihatnya hanya bisa menunduk sambil melempar pandangan ke arah suaminya,meminta pada laki_laki itu untuk segera menjelaskan semuanya.


Karena tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab,membuat Mama Anggi bingung,Ia mengira Rengganis mungkin terkena penyakit yang berbahaya.


"Arya,Rengganis baik_baik saja 'kan...?"Wajahnya sudah terlihat sedih,Mama Anggi menyerahkan Baby Kay pada pengasuhnya dan segera mengikuti Arya dan Rengganis duduk di ruang tengah.


"Ma....?"Arya angkat bicara,karena dari tadi mendengan mamanya yang tidak mau berhenti bertanya,sedangkan ia harus segera mengantar istrinya untuk istirahat seperti permintaan Dokter tadi.


Arya menyerahkan amplop putih hasil pemeriksaan Rengganis tadi pada Mama Anggi,membuat jantung wanita itu berdebar hebat karena terlalu tegang.


"Ini apa...?"tanya Mama Anggi bingung.


"Itu hasil pemeriksaan Rengganis tadi,Mama boleh membukanya."Jawab Arya pelan.


Dengan tangan sedikit bergetar,wanita itu membuka kertas putih yang ia ambil dari dalam amplop,dan melihat hasilnya....


"Sayang,Ka_kamu________?"


LIKE


KOMEN


PEMIRSAH


TINGGALIN JEJAK DONG BUAT OTHORNYA...

__ADS_1


__ADS_2