
Maaf di sini aku nggak ceritain kisah detail mereka
Karena aku lagi nyicil nulis buat lapak Elisa Roy sendiri,entah judulnya apa,di tunggu ya man_teman moga masih di siniπππ
So,lanjut...
"El...?"Panggil Roy lirih.
Suara laki_laki itu terdengar berat dan penuh hasrat.Roy merapatkan tubuhnya ke arah wanita itu,lantas mengusap lembut tangan istrinya berulang kali.
"Apa...!"Jawab Elisa ketus,wanita itu sama sekali tidak membalikkan tubuh padahal Roy kini tengah berusaha berbicara padanya.
"Boleh ya?"Ucapnya lagi,Roy menahan hasratnya yang sudah mulai memuncak.
"Apa sih,Kak?El nggak ngerti."Ucap Elisa pura_pura bodoh,ia masih terus bersikap acuh pada laki_laki di sampingnya itu.Smentara Roy mengeram kesal karena Elisa masih saja tidak mengerti dengan kode yang ia berikan
.
"Aku menginginkannya,El?"Roy kembali bersuara.Laki_laki itu tampak memelas sambil terus merapatkan tubuhnya ke arah Elisa.
"No...!"
"El....?"Pinta Roy sekali lagi,ia benar_benar sudah tidak sanggup jika harus menahannya.Sebagai laki_laki normal,sangat sulit baginya untuk menahan hasratnya selama ini,apalagi setiap malam mereka harus berbagi tempat tidur.
Roy ingat hampir tiap malam ia harus melihat pemandangan indah yang malah membuatnya semakin tersiksa.Tidur satu ranjang dengan wanita cantik dan juga seksi dengan pakaian tidurnya yang kadang tidak sengaja tersingkap,membuatnya harus menelan ludahnya kasar tiap melihat itu.
Apalagi Elisa yang kadang ceroboh,atau mungkin sengaja memakai pakaian tipis yang menampilkan bentuk tubuhnya yang indah.Sungguh membuat otak mesumnya seketika bereaksi cepat.
"Ingat ya Kak,perjanjian kita waktu awal."Ucap Elisa memperingatkan.
Hah....
Roy hanya terpaku mendengar ucapan Elisa baru saja,lagi_lagi tentang perjanjian itu.Apa selama ini dia tidak melihat ketulusannya,atau memang Elisa sengaja tidak berniat membuka hati untuknya sama sekali.
Roy tersenyum kecut,membalikkan tubuh cepat lantas ia beranjak duduk.
"Apa pengorbananku selama tiga tahun ini tidak ada artinya,El?"Ucap Roy lirih,jika saja ia tidak mengingat kebaikan Tuan Andreas dan tidak kasihan dengan putranya R,mungkin Roy sudah sejak lama pergi dan meninggalkan wanita itu.
Bahkan setiap hari Roy sudah berusaha membuat wanita itu untuk sedikit saja melihatnya,dengan berusaha menjadi seorang Ayah dan suami yang baik.Tapi sepertinya tidak sedikitpun usaha dari laki_laki itu membuahkan hasil.
"Aku salah El,aku salah sudah menunggumu."Roy menarik napasnya berat."Aku juga salah telah mencintaimu."
Sebuah kata yang sudah dari dulu ia tahan akhirnya keluar juga dari bibir laki_laki itu.Mungkin sekarang saatnya ia harus menyerah dan merelakan perasaannya pada wanita itu.
__ADS_1
"Kak...?"Elisa menyentuh dada bagian kirinya yang tiba_tiba berdenyut,masih dengan posisi semula membelakangi Roy,gadis itu kembali bersuara.
"Maaf...?"Ucapnya berbisik.
Roy tersenyum sinis,tanpa berniat membalas ucapan wanita itu.Namun terlihat tangan kirinya yang mengepal hebat.
"Apa hanya itu yang bisa kau ucapkan?Bahkan sudah dari seribu kali aku mendengarnya."
Elisa terdiam,bibirnya seakan kelu untuk sekedar membalas ucapan laki_laki itu lagi.
"Aku___....?"
"Belum siap...?"Sambar Roy seketika.
"Butuh berapa lama lagi untuk membuatmu siap?Aku laki_laki normal El.Kamu tau itu 'kan?"
Roy tampak frustasi,padahal bisa saja ia memaksanya dan tidak akan ada yang menyalahkannya bukan?Karena mereka memang pasangan suami istri yang sah secara hukum dan agama.Tapi Roy sadar,ia tidak ingin mengulang kesalahan untuk yang kedua kalinya.Ia ingin sekali melihat Elisa menyerahkannya dengan suka rela tanpa paksaan.
"Maaf Kak,aku benar_benar tidak bisa"Ucap Elisa dengan suara yang sangat pelan.Wanita itu terkihat meremas ujung pakaian tidurnya sendiri.
"Cih...Apa di otakmu itu hanya ada laki_laki lain."Suara Roy mulai meninggi,sepertinya ia sedikit tersinggung dengan ucapan Elisa baru saja.
"Bu_bukan seperti itu,Kak?Aku hanya_____..."
"Aku tidak butuh apapun lagi,El.Kalau memang kamu tidak bisa memberikan apa yang aku butuhkan,maka jangan salahkan jika aku mendapatkannya dari orang lain."Roy beranjak cepat dan berjalan ke arah pintu.Laki_laki itu terlihat keluar kamar sembari membanting pintu dengan sangat keras.
*****
Sebulan Berlalu...
"Ma,apa Ayah tidak pulang lagi?"Bocah laki_laki berusia tiga tahun itu masuk ke kamar sang Mama dan merangkak menaiki ranjang besar yang ada di kamar itu.
"Tunggu sebentar sayang,Ayah pasti pulang kok."Elisa tersenyum sembari mengusap puncak kepala putranya itu.
Elisa meraih handphone yang ada di atas meja,lalu mencari kontak suaminya.
"Kenapa hp Kak Roy tidak aktif?"wanita itu terlihat menggerutu sendiri,membuat Roy mendongak ke arah wajah sang Mama yang terlihat cemberut.
"Ayah kemana sih,Ma?"Tanya bocah itu lagi.
Membuat Elisa sadar dan meletakkan handphone miliknya seketika."Ayah pasti sedikit sibuk,kamu sabar sebentar ya?"Elisa kembali tersenyum,namun hatinya masih cemas memikirkan dimana suaminya sekarang berada.
Padahal sesibuk apapun Roy,pasti saat akhir pekan ia akan menyempatkan diri untuk bermain dengan anaknya,atau sekedar menemuinya di kamar dan berpamitan pada bocah kecil itu.Tapi sudah sebulan belakangan ini,Roy selalu terlambat datang saat akhir pekan,dan sekarang malah sampai sore laki_laki itu belum menampakkan batang hidungnya.
__ADS_1
Tring...
Handphone Elisa bergetar dan menampilkan sebuah pesan baru masuk,dengan cepat wanita itu meraih dan membukanya.
"Aku melihat suamimu sedang makan di restoran dengan seorang wanita dan juga seorang gadis kecil,El."
Rasanya jantung Elisa seketika berdetak hebat,saat membaca tulisan yang baru saja masuk di handphone miliknya.Tangan wanita itu bergetar hebat,seakan ia ingin menjatuhkan hp itu segera.
"Kamu yakin,shell?"Balas Elisa cepat,entah ini hanya perasaan tidak terima karena merasa di khianati atau cemburu.Yang pasti kedua matanya terlihat berkaca_kaca,dan paru_parunya mulai sesak.
"Mama kenapa?"
Rey menyadarkan lamunan Elisa tentang suaminya yang katanya kini tengah bersama seorang wanita di sebuah restoran.
"Mama nggak papa,sayang."Elisa memeluk putranya erat,sebelum bocah laki_laki itu menyadari lebih jauh lagi.Lantas ia menyuruh Rey untuk kembali ke kamarnya lebih dulu dan memberikan alasan kalau Ayahnya tengah ada meeting bersama seorang clientnya.
Ternyata ucapanmu waktu itu tidak main_main Kak.
Elisa meremas handphone di tangannya kuat,air mata yang sedari tadi ia tahan kini mengalir bebas membasahi kedua pipinya.Melihat lagi foto yang tadi temannya kirimkan,gadis itu membelalak sempurna saat menyadari siapa wanita yang tengah bersama suaminya kini.
Alina,seorang single parent dengan satu anak,sekaligus sekertaris Roy sendiri di kantor milik papinya.Memang umur wanita itu lebih tua darinya,tapi melihat penampilannya yang begitu seksi dan menggoda,Elisa yakin banyak laki_laki yang tergila_gila padanya.
Elisa mejambak rambutnya kasar,mengingat betapa polosnya wajah Rey tadi saat menanyakan keberadaan ayahnya,dan laki_laki itu dengan tidak tau dirinya malah asik_asikan makan di restoran bersama dengan wanita lain.
Minggu pukul 17.00
Terdengar suara mobil yang baru saja memasuki pekarang rumah mewah Keluarga Andreas sore itu,terlihat laki_laki muda turun dari mobil sambil menenteng sebuah paper bag besar di tangannya.
Roy terlihat menerobos masuk dan langsung melangkah menuju ke kamar anaknya.
"Keterlaluan kamu,Kak?"Teriak Elisa nyaring,wanita itu sudah terlihat menghadap di tengah_tengah tangga sebelum Roy sempat menaikinya.
"Apa_apaan kamu sih,El?Kalau Rey dengar bagaimana?"Ucap Roy pelan,laki_laki tampak ingin menerobos namun Elisa tidak memberinya jalan sedikit 'pun.
"Minggir El,aku ingin menemui Rey."Laki_laki itu masih bersikap biasa saja tanpa memperhatikan tatapan tajam istrinya.
"Lebih baik kamu pergi Kak,aku tidak ingin Rey kecewa."Ucap Elisa kembali.
Kecewa???
"Jaga bicara mu,El?Aku hanya ingin menemui anak ku."Ucap Roy dingin,laki_laki itu merapatkan tubuhnya ke arah wanita itu,membuat tubuh keduanya tanpa jarak sedikitpun."
Elisa bisa merasakan terpaan hangat dari napas laki_laki itu,membuat tubuhnya seketika meremang dan detak jantungnya yang mulai berdetak cepat.
__ADS_1
Keduanya saling menatap dengan pandangan yang sama_sama mengunci,hingga...
"Mama,Ayah....?"